High Quality
Open the downloaded document, and select print from the file menu (PDF reader required).
syar'i (ruqyah syar'iyyah) adalah jampi-jampi atau mantera yang dibacakan
oleh seseorang untuk mengobati penyakit atau menghilangkan gangguan jin
atau sihir atau untuk perlindungan dan lain sebagainya, dengan hanya
mengguna kan ayat-ayat Al-Qur`an dan atau do`a-do`a yang bersumber dari
hadits-hadits Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dan atau do`a-do`a yang
bisa dipahami maknanya selama tidak mengandung unsur kesyirikan.
Ruqyah bukan berasal dari dukun, paranormal, orang pintar dan orang- orang yang segolongan dengan mereka, walaupun dia memakai sorban, peci dan lain sebagainya. Karena bukan penampilan yang menjamin
Ruqyah tidak mempergunakan ungkapan yang tidak bermakna atau
tidak dipahami maknanya, seperti tulisan abjad atau tulisan yang tidak
karuan.
Alhamdulillah, segala puji hanya bagi Allah subhanahu wata’ala yang tidak
menurunkan suatu penyakit kecuali Dia menurunkan juga obat penawarnya.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, "Setiap penyakit ada obat
bahwa tidak ada yang mampu menyembuhkan suatu penyakit melainkan
hanya Allah subhanahu wata’ala. Maka di antara cara yang paling tepat,
efektif, mujarab dan manjur untuk menghilangkan suatu penyakit dan
menangkal mara bahaya adalah dengan memfungsikan Al-Qur`an dan As-
Sunnah sebagai pengobatan. Al-Qur`an telah menjelaskan hal itu secara
gamblang, "Katakanlah, “Al-Qur`an itu adalah petunjuk dan obat penawar"
(QS.Fushshilat: 44).
Nabi kita Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam dan para shahabatnya telah
mencontohkan pengobatan dengan mempergunakan Al-Qur`an dan do'a-do'a
untuk mengobati berbagai macam penyakit, baik yang disebabkan oleh
tukang sihir seperti guna-guna dan lain-lainnya atau disebabkan oleh
gangguan jin seperti kesurupan dan penyakit-penyakit aneh lainnya atau
terkena gigitan binatang berbisa seperti kalajengking, ular dan lain
sebagainya. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam juga mempergunakan
ayat-ayat Al-Qur`an dan do'a-do'a untuk penjagaan dan perlindungan diri.
Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam meruqyah dirinya sendiri tatkala mau tidur dengan membaca surat al-Ikhlash, al-Falaq dan an-Nas lalu beliau tiupkan pada kedua telapak tangannya, kemudian beliau usapkan ke seluruh tubuh yang terjangkau oleh kedua tangannya. (HR.al-Bukhari).
shallallahu ‘alaihi wasallam, lalu bertanya, “Wahai Muhammad apakah
engkau mengeluh rasa sakit?” Beliau menjawab, “Ya!” Kemudian Jibril
(meruqyahnya), "Bismillahi arqîka, min kulli syai`in yu`dzîka, min syarri kulli
nafsin au 'aini hâsidin, Allahu yasyfîka, bismillahi arqîka" (“Dengan nama
Allah saya meruqyahmu, dari segala hal yang menyakitimu, dan dari
kejahatan segala jiwa manusia atau mata pendengki, semoga Allah
menyembuh kanmu, dengan nama Allah saya meruqyahmu”) (HR.Muslim).
wahai Rabb manusia, sembuhkanlah karena Engkaulah sang penyembuh,
tiada kesembuhan selain kesembuhan dari-Mu, kesembuhan yang tiada
meninggalkan penyakit.”(HR.Muslim).
wasallamberkata, “Letakkanlah tanganmu pada tempat yang terasa sakit,
kemudian bacalah; "Bismillahi"(dengan menyebut nama Allah) tiga kali, dan
bacalah; "A'ûdzu billahi wa qudrotihi min syarri mâ ajidu wa uhâdziru"(aku
berlindung dengan Allah dan dengan qudrat-Nya dari kejahatan yang aku
dapati dan yang aku hindari) tujuh kali.”(HR.Muslim).
Add a Comment