Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Look up keyword
Like this
15Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Analisis Framing Kasus TKI Sumiati di Kompas dan Media Indonesia

Analisis Framing Kasus TKI Sumiati di Kompas dan Media Indonesia

Ratings: (0)|Views: 2,645 |Likes:
Published by Aulia Nastiti
Analisis Framing tentang Konstruksi Realitas Media Massa mengenai kasus Tenaga Kerja Indonesia. Mengambil studi kasus tentang kasus Sumiati di Harian Kompas dan Media Indonesia
Analisis Framing tentang Konstruksi Realitas Media Massa mengenai kasus Tenaga Kerja Indonesia. Mengambil studi kasus tentang kasus Sumiati di Harian Kompas dan Media Indonesia

More info:

Categories:Types, Research
Published by: Aulia Nastiti on Oct 03, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/11/2013

pdf

text

original

 
 
Program Studi Komunikasi MediaDepartemen Ilmu KomunikasiUniversitas IndonesiaDesember 2010
REPRESENTASI SIKAP MEDIADALAM KONSTRUKSI REALITASKASUS TENAGA KERJA INDONESIA
 Analisis Framing Pemberitaan Kasus Sumiati dalam EditorialHarian Kompas dan Media Indonesia
 
Aulia Dwi Nastiti - 0906561452
 
 1
Pada tahun 1978, Gaye Tuchman, seorang pakar sosiologi media dari University of Connecticut, pernahmemberikan ilutrasi yang sangat baik dalam menggambarkan media. Dalam bukunya
Making News : A Study inthe Construction of Reality 
(1978)
,
ia menulis bahwa
“news is the window of the world”,
dan melalui jendelanya kitadapat melihat realitas apa yang sedang terjadi di dunia. Namun, apa yang kita lihat dan amati tergantung pada jendela yang kita pakai, apakah jendela itu luas sehingga cukup memberikan ruang bagi kita untuk melihat realitasecara holistik, atau kita hanya mampu melihat realita secara parsial dari satu sisi karena terbatasi oleh jendela kitayang sempit. Dalam sebuah pemberitaan di media, jendela itu dikenal dengan terminologi
frame
atau bagaimanacara suatu media membingkai sebuah realita
1
. Suatu peristiwa yang sama, dapat memberikan penafsiran yangberbeda, bahkan perbedaannya dapat menjadi sangat siginifikan. Begitu pula dengan penafsiran media terhadapsuatu realita. Media mendefinisikan realitas sosial sedemikian rupa melalui pengaturan pemberitaan di dalamnyadengan cara menyeleksi peristiwa yang akan diberitakan (
selection
) dan menekankan pada suatu bagian tertentudalam sebuah peristiwa (
salience
) (Entman, 1993)
2
. Akibatnya, hanya suatu bagian tertentu saja yang lebihbermakna, lebih mudah diingat, dan lebih tertanam ke dalam
mind 
khalayak. Implikasi lebih jauh yang dapat terjadiialah khalayak media dapat melupakan sisi lain dari sebuah peristiwa yang tidak dipotret oleh media, padahal bisasaja sisi lain tersebut jauh lebih bermakna dan lebih penting dalam merefleksikan inti dari sebuah peristiwa.Pembingkaian dan konstruksi realita media tersebut ditemui pula di media-media Indonesia. Berbagai studimengenai pemberitaan media banyak dilakukan dengan tujuan mengetahui bagaimana media mengkonstruksirealita dalam artikel berita. Dari hasil berbagai studi yang telah dilakukan sebelumnya, dapat diketahui bahwamedia-media di Indonesia cenderung bias dalam mengkonstruksi realita. Hal ini dibuktikan dari berbagai studi yangmenemukan fakta bahwa satu isu yang sama seringkali dikonstruksi secara berbeda oleh dua media yangberlainan, baik media cetak (Hamad, 2004; Eriyanto 2002) maupun televisi (Herdono, 2009; Wicaksono, 2010).Perbedaan konstruksi realita antara media yang satu dengan media yang lain dilatarbelakangi oleh perbedaansikap media dalam memandang suatu realitas sosial. Sikap media secara umum terbentuk melalui interaksi antarafaktor personal jurnalis yaitu bagaimana cara jurnalis memahami suatu realita dan menuliskannya dalam beritadengan faktor organisasional media itu sendiri yaitu nilai-nilai dan kepentingan organisasi media. Selain itu, dari sisieksternal, pandangan media tersebut juga dipengaruhi oleh konteks sosial politik yang terjadi.
1
Tuchman mengutip Goffman (1974) yang pertama kali menjelaskan
konsep ‘
 frame’ 
sebagai organisasi informasi
2
Dikutip dari McQuail, D. (2005).
McQuail’s Mass Communication Theory’.
London : SAGE Publication
Pendahuluan
 
 2
Salah satu isu sosial yang menarik untuk dikaji dalam rangkan mengetahui konstruksi realita yangdilakukan oleh media ialah isu penyiksaan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang bekerja di luar negeri. Kasus TKImenjadi salah satu masalah yang kompleks di Indonesia karena merupakan kasus yang multidimensional. KasusTKI dapat dipandang sebagai masalah hukum, masalah politik, masalah budaya, masalah ekonomi, masalahsosial-kemanusiaan, yang berkaitan dengan kebijakan pemerintah, birokrasi, diplomasi hubungan luar negeri,pendidikan tenaga kerja, toleransi sesama manusia, dan lainnya. Menghadapai mutidimensionalitas permaslahantersebut, berbagai pihak yang terkait tersebut cenderung tidak berupaya melakukan koordinasi antarinstansi untukmerumuskan solusi permasalahan yang integratif dan komprehensif, tetapi justru saling melempar tanggung jawabdengan mengatakan bahwa akar permasalahan terletak di pihak yang lain. Tumpang tindih tanggung jawab secarainstitusional ini menyebabkan penyelesaian kasus TKI menjadi berlarut-larut dan terkatung-katung.Dari sisi pemberitaan media, Berita mengenai penyiksaan TKI yang bekerja di luar negeri hampir selaluhadir menghiasi media massa Indonesia, baik media cetak maupun media elektronik. Sejak dahulu sampaisekarang (tahun 2010), selalu saja terdapat pemberitaan mengenai tenaga kerja Indonesia yang diperlakukansecara tak manusiawi oleh majikannya di luar negeri, disiksa, dilecehkan, ditelantarkan, bahkan sampai dibunuh.Namun, hingga kini masalah TKI tetap saja hadir, dan terus berlangsung, tanpa ada perkembangan dan perbaikanyang berarti terhadap
nasib tenaga kerja Indonesia yang seringkali disebut media sebagai „
 pahlawan devisa’ 
itu.Seperti baru-baru ini, di akhir November 2010, masyarakat Indonesia kembali dihebohkan oleh berita mengenai TKIIndonesia bernama Sumiati, yang diperlakukan secara kejam oleh majikannya di Arab Saudi. Bibir Sumiatidipotong, Tubuhnya dipenuhi luka bakar, dan gajinya selama tiga bulan tak pernah diberikan oleh majikannya(Kompas, 15 November 2010). Kasus Sumiati selanjutnya mendapatkan perhatian yang sangat luas darimasyarakat karena menjadi agenda utama
 
di berbagai media massa selama kurang lebih dua minggu.Luasnya pemberitaan media mengenai kasus Sumiati ini menjadi menarik untuk dikaji jika dihadapkanpada multidimensionalitas permasalahan TKI karena memunculkan ruang bagi berbagai pertanyaan mengenaisikap media terhadap kasus penyiksaan TKI, khususnya kasus Sumiati. Bagaimana media memandang kasusSumiati? Bagaimana media mengkonstruksi realitas kasus TKI? Apakah media juga memandang kasus tersebutsecara multidimensional atau menonjolkan kasus TKI sebagai permasalahan dimensi tertentu? Untuk menjawabpertanyaan mengenai sikap media dalam konstruksi realitas kasus Sumiati itulah, kajian ini menggunakan analisis
framing
terhadap pemberitaan kasus Sumiati di editorial dua harian nasional, yaitu Kompas dan Media Indonesia.Bagian editorial dipilih secara purposif sebagai unit analisis karena editorial merupakan elemen berita yang palingmerepresentasikan sikap media secara resmi dalam pemberitaan (Walbert, 2010).
3
 
3
Walbert, Kathryn.
Reading Newspaper Editorial and Opinion Pieces.
School of Education University of North Carolina.

Activity (15)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Raqib Sofian liked this
Raqib Sofian liked this
Zahira Nura liked this
ilhamsuhendri liked this
Depi Nopitasari liked this
Raqib Sofian liked this
Aghnia Rima liked this

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->