Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
5Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Analisis Konflik Karikatur Nabi di Koran Jyllands Posten dalam Perspektif Komunikasi Antarbudaya

Analisis Konflik Karikatur Nabi di Koran Jyllands Posten dalam Perspektif Komunikasi Antarbudaya

Ratings: (0)|Views: 529 |Likes:
Published by Aulia Nastiti
Memahami konflik karikatur Nabi Muhammad di Koran Jyllands-Posten dari kacamata Komunikasi Antarbudaya
Memahami konflik karikatur Nabi Muhammad di Koran Jyllands-Posten dari kacamata Komunikasi Antarbudaya

More info:

Published by: Aulia Nastiti on Oct 03, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/11/2012

pdf

text

original

 
 
TINJAUAN KOMUNIKASI ANTAR BUDAYA DALAMKONTROVERSI PEMUATAN KARIKATUR NABI MUHAMMADDI MEDIA MASSA INTERNASIONAL
Makalah ini disusun untuk memenuhi tugas Ujian Tengah SemesterMata Kuliah Media dan Komunikasi Antar Budaya
UI
2010
K O M U N I K A S I
|
F I S I P
 
UI
 
|
 
2
 
0
 
1
 
0
 
OlehAULIA DWI NASTITI | 0906561452
 
1 |
Tinjauan Komunikasi Antar Budaya dalam Kontroversi Karikatur Nabi Muhammad
Definisi Budaya
Kehidupan manusia tidak akan pernah dapat dilepaskan dari budaya karena dalam budayalah manusia sejatinya hidup. Namun seringkali manusia tidak menyadari apa itu budaya, dan apakaitannya dengan kehidupannya. Dalam bukunya,
Communicating Across Culture,
Gudykunst danKim (2003) mensarikan definisi Keesing (1974) mengenai budaya sebagai sebuah rujukan yang selalukita gunakan dalam berinteraksi. Pada dasarnya, kita tidak menyadari kehadiran budaya sebagaipedoman dalam keseharian kita, tetapi perilaku kita merefleksikan bahwa seolah-seolah adakesepakatan umum terhadap pedoman tersebut. Sementara itu, Ting Too-Mey (1999) merujuk pada
D’Andrade (1984) merumuskan
budaya sebagai sebuah kerangka rujukan yang kompleks yang terdiridari berbagai pola-pola tradisi, kepercayaan, nilai, norma, simbol, dan makna, yang ditularkan dalamberbagai tataran masyarakat melalui proses interaksi dan sosialisasi dalam anggota kelompok sosialtertentu.Oleh karena itulah, budaya dapat disebut sebagai enigma (Ting Too-Mey, 1999) karena iamemilki baik komponen konkret dan abstrak. Berbagai elemen tersebut terdapat dalam diri manusiadan dapat dinyatakan dalam metafora gunung es. Lapisan dasar (jumlahnya sebagian besar) diisi olehkomponen-komponen abstrak yang tak terlihat secara kasat mata, seperti nilai, norma, kepercayaan,tradisi, makna, dan kebutuhan universal. Sedangkan lapisan atas yang besarnya hanya sebagian kecilmerupakan perwujudan konkret yang berupa artifak-artifak budaya seperti benda, fashion, musik,gambar, juga simbol-simbol verbal dan nonverbal lainnya.
ONSEP
B
UDAYA
 
EEE
 
 
AAA
 
NNN
 
GGG
 
 
AAA
 
 
OOO
 
NNN
 
SSS
 
EEE
 
PPP
 
TTT
 
UUU
 
AAA
 
LLL 
 
2 |
Tinjauan Komunikasi Antar Budaya dalam Kontroversi Karikatur Nabi Muhammad
Fungsi Budaya
Berangkat dari definisi budaya sebagai kerangka rujukan perilaku manusia dalamberinteraksi, Ting Too-Mey (1999) kemudian mengidentifikasikan lima fungsi budaya: (1)
identity meaning function,
yang berarti bahwa budaya berfungsi sebagai atribut dan penanda yangmenunjukkan identitas kita melalui adanya kepercayaan, nilai, dan norma-norma budaya, (2)
groupinclusion function,
yaitu budaya sebagai pemenuhan kebutuhan untuk berafiliasi dengan suatukelompok dan membentuk perasaan menjadi bagian dalam kelompok tersebut (
sense of belonging
),(3)
intergroup boundary regulation function,
di mana budaya dalam
in-group
kita
 
membentukkecenderungan bersikap dalam interaksi dengan kelompok budaya lain (
out-group
), (4)
ecological adaptation function,
budaya mengajarkan proses adaptasi dalam inetraksi antar individu, kelompokbudaya, dan dalam lingkungan luas, (5)
cultural communication function,
di mana budayamempengaruhi cara berkomunikasi, dan komunikasi pun mempengaruhi budaya kita
Definisi Komunikasi Antar Budaya
Pada prinsipnya, komunikasi antar budaya didefiniskan sebagai proses pertukaran maknamelalui simbol-simbol di antara orang-orang yang berasal dari budaya yang berbeda (Gudykunst &Kim, 2003; Ting Too-Mey, 1999). Komunikasi antar budaya dianggap sebagai proses yang lebihkompleks karena dihadapkan pada tantangan perbedaan budaya. Perbedaan budaya di antara duapihak yang berkomunikasi berimplikasi pada timbulnya perbedaan sistem simbol dan bagaimanamereka memaknai simbol tersebut. Oleh karena itu, Ting Too-Mey (1999) berargumen bahwa untukmewujudkan komunikasi interkultural yang efektif, kita harus memperhatikan identitas lawan bicarakita. Lima asumsi pokok dalam komunikasi antar budaya (Ting Too-Mey, 1999), yaitu:1.
 
Dalam komunikasi antar budaya terdapat berbagai perbedaan dengan tingkat tertentu antara duaanggota kelompok yang berinteraksi2.
 
Komunikasi antar budaya melibatkan proses
encoding-decoding
simbol-simbol verbal dannonverbal dalam waktu yang bersamaan3.
 
Komunikasi antar budaya berpotensi besar menemui perselisihan makna (
well-meaning clashes
)karena adanya perbedaan budaya
ONSEP
OMUNIKASI
A
NTAR 
B
UDAYA
 

Activity (5)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 thousand reads
1 hundred reads
Ghoen Cuablak added this note
good jobs.............................
Syahyu Desrina liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->