Welcome to Scribd. Sign in or start your free trial to enjoy unlimited e-books, audiobooks & documents.Find out more
Download
Standard view
Full view
of .
Look up keyword
Like this
1Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Bab II-2 D Per 55-63

Bab II-2 D Per 55-63

Ratings: (0)|Views: 76|Likes:

More info:

Published by: Erwin Paulian Sihombing on Oct 04, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/04/2011

pdf

text

original

 
 Bab II-2 : Konstruksi
BAGIAN D
Tindakan pencegahan kebakaran padakapal tangki
( Persyaratan bagian ini merupakan tambahan untuk persyaratan bagian Ckecuali Peraturan 53 dan 54 yang tidak berlaku untuk kapal tangki dankecuali apabila dinyatakan lain dalam Peraturan 57 dan 58 ) 
Peraturan 55
 Penerapan
1
Kecuali dengan tegas dinyatakan lain, bagian ini harus diterapkan pada kapal tangki yang mengangkut minyak mentah dan hasil olahanminyak mentah yang mempunyai titik nyala tidak lebih dari 60
o
C (ujitertutup), seperti ditentukan oleh alat titik nyala yang disetujui, dan tekananuap (Reid) yang lebih rendah dari tekanan atmosfir dan hasil olahan cair lainnya yang mengamdung bahaya kebakaran yang sama.
2
Jika muatan-muatan cair selain muatan cair yang mengacu pada paragraf 1 atau gas-gas cair yang menimbulkan bahaya kebakarantambahan akan diangkat, tindakan-tindakan keselamatan tambahan harusdisetujui oleh Badan Pemerintah, dengan memperhatikan ketentuan-ketentuan Kode Internasional tentang pengankutan bahan kimia berahayadalam bentuk curah, Kode pengnakutan bahan kimia berbahaya dalam bentuk curah, Kode Internasional tentang kapal pengangkut gas dalam bentuk curah dan kode tentang kapal pengangkut gas dalam bentuk curahyang berlaku.
3
Paragraf ini berlaku untuk semua kapal yang merupakan kapal pengangkut gabungan. Kapal-kapal tersebut tidak boleh mengangkutmuatan padat -muatan padat kecuali jika semua tangki muatan dalamkeadaan kosong atau apabila tata susunan yang ada dalam semua haldisetujui oleh Badan Pemerintah dan sesuai dengan persyaratan operasionalyang terdapat dalam Petunjuk tentang Sistem Gas lamban (Inert).
1
4
Kapal-kapal tangki yang mengangkut hasil olahan minyak mentahyang mempunyai titik nyala lebih dari 60
o
C (uji tertutup) seperti ditentukandengan alat-alat titik nyala yang disetujui harus memenuhi ketentuan-ketentuan bagian C, disamping itu sebagai pengganti sistem pemadamkebakaran yang dipasang tetap yang disyaratkan dalam Peraturan 53,kapal-kapal tangki harus dilengkapi dengan sistem busa tetap di geladak yang harus memenuhi ketentuan Peraturan 61.
1
Merujuk ke Petunjuk yang telah direvisi tentang sistem gaslamban yang disahkan olehKomite Keselamatan maritim pada sidang ke-48 bulan Juni 1983 (MSC/Circ.353).
38
 
 Bab II-2 : Konstruksi
5
Persyaratan-persyaratan Peraturan 60 mengenai sistem gas lambantidak perlu diberlakukan pada :
.1
kapal-kapal tangki kimia yang dibangun sebelum, pada atausetelah1 Juli 1986 ketika mengangkut muatan yang dipaparkan dalam paragrap 1, dengan cataan kapal tersebut memenuhi persyaratan- persyaratan mengenai sistem gas lamban pada kapal tangkikimia yang dibuat oleh Organisasi;
2
atau
.2
kapal tangki kimia yang dibangun sebelum 1 Juli 1986,apabilamengangkut minyak mentah atau hasil olahan minyak mentah,asalkan kapal tersebut memenuhi persyaratan mengenai sistemgas lamban pada kapal tangki kimia yang mengangkut hasilolahan minyak mentah yang dibuat oleh Organisasi;
3
atau
.3
kapal pengangkut gas yang dibangun sebelum, pada atau setelah1 Juli 1986 apabila mengangkut muatan-muatan yang dipaparkandalam paragraf 1, asalkan kapal tersebut dilengkapi dengantangki muat dengan tata susunan gas lamban sepadan dengantangki muat yang ditentukan dalam paragraf 5.1 atau 5.2; atau
.4
kapal tangki kimia dan kapal pengangkut gas ketika mengangkutmuatan-muatan yang mudah terbakar selain minyak mentah atauhasil olahan minyak mentah seperti muatan-muatan yangterdaftar dalam Bab VI dan VII tentang Kode Konstruksi danPerlengkapan Kapal yang Mengangkut bahan Kimia BerbahayaDalam Bentuk Curah atau Bab 17 dan 18 tentang KodeInternasional Konstruksi dan Perlengkapan Kapal-Kapal yangMengangkut bahan Kimia Berbahaya Dalam Bentuk Curah;
.4.1
jika dibangun sebelum 1 Juli 1986; atau
.4.2
 jika dibangun pada atau setelah 1 Juli 1986, asalkan kapasitastangki yang digunakan untuk mengangkut tidak lebih dari 3000m
3
dan kapasitas nosel mesin pencuci tangki tidak lebih dari17,5 m
3
/jam dan jumlah gabungan total yang keluar darisejumlah mesin yang digunakan dalam tangki muat pada setiap
2
Merujuk ke Peraturan tentang sistem-sistem gas lamban pada kapal tangki kimia yangdisahkan oleh Organisasi dengan resolusi A.567(14).
3
Merujuk ke Peraturan sementara mengenai sistem-sistem gas lamban pada kapal-kapaltangki kimia yang mengangkut produk-produk bensin yang disahkan oleh Organisasidengan resolusi A.473(XII).
39
 
saat tidak lebih dari 110 m
3
/jam.
6
Kapal tangki kimia dan kapal pengangkut gas harus memenuhi persyaratan-persyaratan bagian ini, kecuali jika tata susunan alternatif dantambahan yang diberikan disetujui oleh Badan Pemerintah, denganmemperhatikan ketentuan-ketentuan Kode Internasional pengangkut bahankimia berbaya Dalam Bentuk Curah, Kode pengangkutan bahan kimia berbahaya dalam bentuk curah, kode internasional kapal pengangkut gasdalam bentuk curah, dan kode kapal pengangkut gas dalam bentuk curah.
Peraturan 56
 Lokasi dan pemisahan ruangan
( Peraturan ini berlaku untuk kapal yang dibangun pada atau setelah 1 Februari 1992)
1
Ruang permesinan harus ditempatkan dibelakang tangki muat dan-tangki slop; tangki tersebut harus diletakkan dibelakang kamar pompamuat dan koferdam, tetapi tidak perlu setelah tangki penimbun bahan bakar minyak. Setiap ruang mesin harus diisolasi dari tangki muat dan tangkislop oleh koferdam, kamar pompa muat, tangki bahan bakar minyak atautangki tolak bara. Kamar pompa yang berisi pompa dan pelengkapnyauntuk mengisi tangki tolak bara ruang yang berdekatan dengan tangki-tangki muat dan tangki slop dan pompa-pompa untuk memindahkan bahan bakar harus dipertimbangkan sebagai kamar pompa yang sama dengankamar pompa muatan dalam kaitan dengan dengan peraturan ini. asalkankamar pompa tersebut mempunyai standar keselamatan yang sama sepertiyang disyaratkan untuk kamar pompa muat. Akan tetapi, bagian bawahkamar pompa dapat dicerukkan ke dalam ruang-ruang mesin kategori Auntuk memuat pompa asalkan bagian atas dari cerukan itu tidak lebih dari1/3 tinggi kapal diukur dari atas lunas, kecuali jika bobot mati kapal tidak lebih dari 25.000 ton, apabila dapat ditunjukkan bahwa karena alasan dari jalan dan tata susunan pipa yang layak hal ini tidak dapat diterapkan,Badan Pemerintah dapat mengijinkan cerukan melebihi ketinggiantersebut, tetapi tidak lebih dari
2
tinggi kapal diukur dari atas lunas
2
Ruang akomodasi, stasiun kontrol muatan utama, stasiun-stasiunkontrol dan ruang-ruang layanan (tidak termasuk gudang alat bongkar muatyang diisolasi) harus ditempatkan dibelakang semua tangki muat, tangkislop, dan ruang yang mengisolasi muatan atau tangki slop dari ruang mesintetapi tidak perlu dibelakang tangki penimbun bahan bakar minyak dantangki tolak bara, tetapi harus diatur dengan suatu cara sehingga satukerusakan geladak atau sekat tidak akan memungkinkan masuknya gas atauuap dari tangki-tangki muatan ke dalam ruang akomodasi, stasiun kontrolmuatan utama, stasiun kontrol atau ruang-ruang layanan. Sebuah cerukanyang dibuat sesuai dengan beralasan atau tidak praktis sarana itu dapatlangsung diletakkan d alam kamar pompa setelah pipa menembus sekat
40

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->