High Quality
Open the downloaded document, and select print from the file menu (PDF reader required).
{\rtf1\ansi\ansicpg1252\deff0\deflang1033{\fonttbl{\f0\froman\fcharset0 times new
roman;}{\f1\fswiss\fcharset0 arial;}}
{\*\generator msftedit
5.41.15.1507;}\viewkind4\uc1\pard\sb100\sa100\qc\lang1057\f0\fs24 prospek bisnis
ukm dalam era perdagangan \par
bebas dan otonomi daerah\par
\b dr. carunia mulya firdausy, ma., apu. ahli peneliti utama bidang ekonomi
-lembaga ilmu pengtahuan indonesia \b0\par
\b e-mail address: firdausy@cbn.net.id\b0\par
\pard\sb100\sa100\b\i abstraksi \b0\i0\par
\i usaha kecil menengah telah terbukti mampu hidup dan berkembang di dalam badai
krisis selama lebih dari enam tahun, keberadaannya telah dapat memberikan
kontribusi terhadap pdb sebesar hampir 60%, penyerapan tenaga kerja sebesar \i0
88,7% \i dari seluruh angkatan kerja di indonesia dan kontribusi ukm terhadap
ekspor tahun \i0 1997 \i sebesar \i0 7,5% \i (bps tahun 2000). dalam menghadapi
era perdagangan bebas dan otonomisasi daerah maka pengembangan ukm diarahkan pada
\i0 : (1). \i pengembangan lingkungan bisnis yang kondusif bagi ukm; \i0 (2). \i
pengembangan lembaga-lembaga financial yang dapat memberikan akses terhadap sumber
modal yang transparan dan lebih murah; \i0 (3). \i memberikan jasa layanan
pengembangan bisnis non finansial kepada ukm yang lebih efektif; dan \i0 (4). \i
pembentukan aliansi strategis antara ukm dan ukm lainnya atau dengan usaha besar
di indonesia atau di luar negeri. berkembang atau matinya usaha kecil menengah
dalam era perdagangan bebas tergantung dari kemampuan bersaing dan peningkatan
efisiensi serta membentuk jaringan bisnis dengan lembaga lainnya. \i0\par
krisis ekonomi kini sudah berusia lebih dari enam tahun. namun tanda-tanda
pemulihan yang diharapkan agaknya masih berjalan sangat lambat dan terseok-seok,
walaupun nilai tukar rupiah semakin menguat dan kondisi sosial-politik nasional
sudah semakin membaik. pemulihan ekonomi yang berjalan lambat ini ditunjukkan
antara lain dari masih rendahnya tingkat pertumbuhan ekonomi nasional, tingginya
angka pengangguran dan kemiskinan serta "mandegnya" perkembangan kegiatan usaha
berskala besar baik pma maupun pmdn. secara detail angka-angka perkembangan
indikator makro ekonomi yang belum menjanjikan dapat kita lihat pada laporan yang
dikeluarkan, baik oleh badan pusat statistik maupun dalam literatur-literatur
ekonomi lainnnya (misalnya, prema chandra athukorola, bulletin of indonesian
economic studies, agustus 2002; badan pusat statistik, 2002 dan 2003). mesin
pemulihan ekonomi selama ini masih sangat tergantung pada besaran tingkat konsumsi
semata, dan sedikit didorong oleh kegiatan investasi portofolio dan ekspor. \par
ditengah pemulihan ekonomi yang masih lambat ini, perekonomian nasional dihantui
pula dengan ambisi nasional untuk melakukan otonomi daerah dan desentralisasi.
selain itu, adanya komitment nasional untuk melaksanakan perdagangan bebas
multilateral (wto), regional (afta), kerjasama informal apec, dan bahkan asean
economic community (aec) tahun 2020 merupakan tambahan pekerjaan rumah yang harus
pula disikapi secara serius. dalam hal otonomi daerah dan desentralisasi, berbagai
persoalan masih semrawut. ini terjadi karena disatu pihak ada pihak-pihak tertentu
yang tetap berkeinginan untuk melakukan otonomi daerah dan desentralisasi sesuai
dengan uu no. \i 22/1999 \i0 dan uu no. \i 25/1999, \i0 sedangkan di pihak lain
banyak yang menuntut revisi alas kedua undang-undang tersebut. tarik menarik ini
selanjutnya menimbulkan berbagai ketidakpastian, sehingga banyak daerah menetapkan
berbagai peraturan baru khususnya yang berkaitan dengan pajak daerah, lisensi dan
pungutan lainnya. diperkirakan lebih dari 1000 peraturan yang berkaitan dengan
pajak dan pungutan lainnya telah dikeluarkan daerah-daerah sejak diundangkannya
pelaksanaan desentralisasi (jakarta post, 6 mei 2002). peraturan-peraturan ini
telah menghasilkan beban berat bagi pelaksanaan kegiatan usaha di daerah
(firdausy, 2002; ilyas saad, 2002). \par
dalam situasi dan kondisi ekonomi yang belum kondusif ini, pengembangan kegiatan
usaha kecil dan menengah (selanjutnya disebut ukm) dianggap sebagai satu
alternatif penting yang mampu mengurangi beban berat yang dihadapi perekonomian
nasional dan daerah. argumentasi ekonomi dibelakang ini yakni karena ukm merupakan
kegiatan usaha dominan yang dimiliki bangsa ini. selain itu pengembangan kegiatan
ukm relatif tidak memerlukan kapital yang besar dan dalam periode krisis selama
ini ukm relatif utahan banting", terutama ukm yang berkaitan dengan kegiatan usaha
pertanian. depresiasi rupiah terhadap dollar amerika telah menyebabkan ukm dalam
sektor pertanian dapat mengeruk keuntungan yang relatif besar. sebaliknya, ukm
yang tergantung pada input import mengalami keterpurukan dengan adanya gejolak
depresiasi rupiah ini. \par
tulisan singkat ini bertujuan untuk mediskusikan prospek bisnis ukm dalam era
perdagangan bebas dan otonomi daerah. untuk membahas topik ini, berikut akan
diuraikan potensi dan kontribusi ukm terhadap perekonomian nasional sebagai latar
belakang analisis. kemudian, didiskusikan upaya apa yang harus dilakukan dalam
pengembangan ukm khususnya di daerah dalam menghadapi perdagangan bebas dan
otonomi daerah. \par
\b potensi dan kontribusi ukm\b0 terhadap perekonomian \par
usaha kecil dan menengah (ukm) memegang peranan penting dalam ekonomi indonesia,
baik ditinjau dari segi jumlah usaha \i (establishment) \i0 maupun dari segi
penciptaan lapangan kerja. berdasarkan survei yang dilakukan oleh bps dan kantor
menteri negara untuk koperasi dan usaha kecil dan menengah (menegkop & ukm),
usaha-usaha kecil termasuk usaha-usaha rumah tangga atau mikro (yaitu usaha dengan
jumlah total penjualan \i (turn over) \i0 setahun yang kurang dari rp. 1 milyar),
pada tahun 2000 meliputi 99,9 persen dari total usaha-usaha yang bergerak di
indonesia. sedangkan usaha-usaha menengah (yaitu usaha-usaha dengan total
penjualan tahunan yang berkisar antara rp. 1 milyar dan rp. 50 milyar) meliputi
hanya 0,14 persen dari jumlah total usaha. dengan demikian, potensi ukm sebagai
keseluruhan meliputi 99,9 per sen dari jumlah total usaha yang bergerak di
indonesia. \par
besarnya peran ukm ini mengindikasikan bahwa ukm merupakan sektor usaha dominan
dalam menyerap tenaga kerja. berdasarkan survei yang dilakukan bps (2000), pad a
tahun 1999 usaha-usaha kecil (termasuk usaha rumah tangga) mempekerjakan 88,7
persen dari seluruh angkatan kerja indonesia., sedangkan usaha menengah
mempekerjakan sebanyak 10,7 persen. ini berarti bahwa ukm mempekerjakan sebanyak
99,4 persen dari seluruh angkatan kerja indonesia. disamping ini nilai tambah
bruto total yang dihasilkan usaha-usaha kecil secara keseluruhan meliputi 41,9 per
sen dari produk domestik bruto (pob) indonesia pad a tahun 1999, sedangkan usaha-
usaha menengah secara keseluruhan menghasilkan 17,5 persen dari pob (iihat juga
thee kian wie, 2001). dengan demikian, nilai tambah bruto total yang dihasilkan
ukm secara keseluruhan hampir sebesar 60 persen dari pob (tabei1). \par
tabel1. jumlah tenaga kerja dan kontribusi ukm pada pdb, 1999\par
\trowd\trgaph10\trleft-10\trpaddl10\trpaddr10\trpaddfl3\trpaddfr3
\clbrdrl\brdrw15\brdrs\clbrdrt\brdrw15\brdrs\clbrdrr\brdrw15\brdrs\clbrdrb\brdrw15
\brdrs
\cellx1685\clbrdrl\brdrw15\brdrs\clbrdrt\brdrw15\brdrs\clbrdrr\brdrw15\brdrs\clbrd
rb\brdrw15\brdrs
\cellx3485\clbrdrl\brdrw15\brdrs\clbrdrt\brdrw15\brdrs\clbrdrr\brdrw15\brdrs\clbrd
rb\brdrw15\brdrs
\cellx5285\clbrdrl\brdrw15\brdrs\clbrdrt\brdrw15\brdrs\clbrdrr\brdrw15\brdrs\clbrd
rb\brdrw15\brdrs
\cellx7085\clbrdrl\brdrw15\brdrs\clbrdrt\brdrw15\brdrs\clbrdrr\brdrw15\brdrs\clbrd
rb\brdrw15\brdrs
\cellx8735\clbrdrl\brdrw15\brdrs\clbrdrt\brdrw15\brdrs\clbrdrr\brdrw15\brdrs\clbrd
rb\brdrw15\brdrs \cellx10205\pard\intbl\sb100\sa100\qc\cell usaha kecil\par
(termasuk mikro)\cell usaha\par
menengah\cell usaha kecil\par
dan menengah\cell usaha\par
besar\cell total\cell\row\trowd\trgaph10\trleft-
10\trpaddl10\trpaddr10\trpaddfl3\trpaddfr3
\clbrdrl\brdrw15\brdrs\clbrdrt\brdrw15\brdrs\clbrdrr\brdrw15\brdrs\clbrdrb\brdrw15
\brdrs
\cellx1685\clbrdrl\brdrw15\brdrs\clbrdrt\brdrw15\brdrs\clbrdrr\brdrw15\brdrs\clbrd
rb\brdrw15\brdrs
\cellx3485\clbrdrl\brdrw15\brdrs\clbrdrt\brdrw15\brdrs\clbrdrr\brdrw15\brdrs\clbrd
rb\brdrw15\brdrs
\cellx5285\clbrdrl\brdrw15\brdrs\clbrdrt\brdrw15\brdrs\clbrdrr\brdrw15\brdrs\clbrd
rb\brdrw15\brdrs
\cellx7085\clbrdrl\brdrw15\brdrs\clbrdrt\brdrw15\brdrs\clbrdrr\brdrw15\brdrs\clbrd
rb\brdrw15\brdrs
\cellx8735\clbrdrl\brdrw15\brdrs\clbrdrt\brdrw15\brdrs\clbrdrr\brdrw15\brdrs\clbrd
rb\brdrw15\brdrs \cellx10205\pard\intbl\sb100\sa100 jumlah
usaha\cell\pard\intbl\sb100\sa100\qc 36.761.689\par
(99.85%)\cell 51.889\par
(0.14%)\cell 36.813.588\par
(99.99%)\cell 1831\par
(0.01%)\cell 36.816.409\par
(100.0%)\cell\row\trowd\trgaph10\trleft-10\trpaddl10\trpaddr10\trpaddfl3\trpaddfr3
\clbrdrl\brdrw15\brdrs\clbrdrt\brdrw15\brdrs\clbrdrr\brdrw15\brdrs\clbrdrb\brdrw15
\brdrs
\cellx1685\clbrdrl\brdrw15\brdrs\clbrdrt\brdrw15\brdrs\clbrdrr\brdrw15\brdrs\clbrd
rb\brdrw15\brdrs
\cellx3485\clbrdrl\brdrw15\brdrs\clbrdrt\brdrw15\brdrs\clbrdrr\brdrw15\brdrs\clbrd
rb\brdrw15\brdrs
\cellx5285\clbrdrl\brdrw15\brdrs\clbrdrt\brdrw15\brdrs\clbrdrr\brdrw15\brdrs\clbrd
rb\brdrw15\brdrs
\cellx7085\clbrdrl\brdrw15\brdrs\clbrdrt\brdrw15\brdrs\clbrdrr\brdrw15\brdrs\clbrd
rb\brdrw15\brdrs
\cellx8735\clbrdrl\brdrw15\brdrs\clbrdrt\brdrw15\brdrs\clbrdrr\brdrw15\brdrs\clbrd
rb\brdrw15\brdrs \cellx10205\pard\intbl\sb100\sa100 jumlah tenaga\par
kerja\cell\pard\intbl\sb100\sa100\qc 57.965.368\par
(88.7%)\cell 7.009.393\par
(10.7%)\cell 64.974.761\par
(99.4%)\cell 364.975\par
(0.6%)\cell 65.339.736\par
(100.0%)\cell\row\trowd\trgaph10\trleft-10\trpaddl10\trpaddr10\trpaddfl3\trpaddfr3
\clbrdrl\brdrw15\brdrs\clbrdrt\brdrw15\brdrs\clbrdrr\brdrw15\brdrs\clbrdrb\brdrw15
\brdrs
\cellx1685\clbrdrl\brdrw15\brdrs\clbrdrt\brdrw15\brdrs\clbrdrr\brdrw15\brdrs\clbrd
rb\brdrw15\brdrs
\cellx3485\clbrdrl\brdrw15\brdrs\clbrdrt\brdrw15\brdrs\clbrdrr\brdrw15\brdrs\clbrd
rb\brdrw15\brdrs
\cellx5285\clbrdrl\brdrw15\brdrs\clbrdrt\brdrw15\brdrs\clbrdrr\brdrw15\brdrs\clbrd
rb\brdrw15\brdrs
\cellx7085\clbrdrl\brdrw15\brdrs\clbrdrt\brdrw15\brdrs\clbrdrr\brdrw15\brdrs\clbrd
rb\brdrw15\brdrs
\cellx8735\clbrdrl\brdrw15\brdrs\clbrdrt\brdrw15\brdrs\clbrdrr\brdrw15\brdrs\clbrd
rb\brdrw15\brdrs \cellx10205\pard\intbl\sb100\sa100 sumbangan pada\par
pdb (dalam jutaan\par
rp. pada harga\par
berlaku\cell\pard\intbl\sb100\sa100\qc 450.415.060\par
(41.9%)\cell 187.825.282\par
(17.5%)\cell 638.240.342\par
(59.4%)\cell 436.901.970\par
(40.6%)\cell 1.075.142.312\par
(100.0%)\cell\row\pard\sb100\sa100 note : usaha kecil (termasuk mikro) adalah
usaha dengan jumlah penjualan yang kurang dari rp. 1 milyar \par
usaha menengah adalah usaha dengan jumlah penjualan antara rp. 1 milyar dan rp. 50
milyar \par
usaha besar adalah usaha dengan jumlah penjualan yang melebihi rp. 50 milyar. \par
Add a Comment
andi heru susantoleft a comment