Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
15Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Makalah Kajian Kitab Tafsir, Mufassirin Dan ya

Makalah Kajian Kitab Tafsir, Mufassirin Dan ya

Ratings: (0)|Views: 884 |Likes:
Published by sfm86

More info:

Published by: sfm86 on Oct 05, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/22/2013

pdf

text

original

 
BAB IPENDAHULUANA.Latar BelakangJalan dan lika-liku hidup manusia yang sangat rumit dan berliku, membuatAl-Qur'an sebagai satu-satunya jalan yang pasti bagi kehidupan yang penuhkedamaian dan ketentraman.Allah menurunkan kitab-Nya Al-Qur'an untuk pedoman dan undang-undang bagi kaum muslimin dalam mengarungi liku-liku hidupnya. Dengan pantulansinarnya, hati mereka akan menjadi terang dan petunjuknya mereka akanmendapatkan jalan yang lempang. Dari ajaran-ajarannya yang lurus serta undang-undangnya yang bijaksana mereka dapat memetik suatu hal yang membuat merekadalam puncak kebahagiaan dan keluhuran. Al-Qur'an akan mengangkat mereka ke puncak keagungan dan kesempurnaan, membiasakan mereka untuk mengendalikanroda kemanusiaan, membuat mereka menjadi penghulu dan leluhur dalam arenakehidupan ini sehingga mereka dapat berjalan bersama-sama bangsa lain menujuhidup bahagia dan mulia serta mengantarkan mereka menuju lembah ketenteraman,ketenangan dan kedamaian.Tidaklah diragukan lagi bahwa nilai hidup manusia dewasa ini berada dalamkegelapan, kebinasaan dan kejahilan, tenggelam dalam samudra penyelewengan danterlena dalam pendewaan pada harta dan benda. Tidak ada lagi jalan yang dapatmenyelamatkanya kecuali Islam, dengan jalan mengambil petunjuk ajaran-ajaran Al-Qur'an dan undang-undangnya yang sangat bijaksana. Di dalamnya terdapat seluruhaspek dan unsur kebahagiaan manusiawi yang telah digariskan berdasarkan pengetahuan Allah yang Maha Bijaksana.Secara mudah dan jelas bahwa melaksanakan ajaran-ajaran ini tidaklah akan berhasil kecuali dengan memahami dan menghayati Al-Qur'an terlebih dahulu serta berpedoman atas nasihat dan petunjuk yang tercakup di dalamnya. Yang demikiantidak akan tercapai tanpa penjelasan dan perincian hasil yang dikehendaki oleh ayat-ayat Al-Qur'an.
 
Itulah yang kami maksudkan dengan Ilmu Tafsir, khususnya padamasa kini dimana bakat retorika bahasa Arab telah rusak dan spesialisasi bidang initelah lenyap binasa sampai keturunan-keturunan Arab sendiri.1
 
Tafsir sebagai usaha untuk memahami dan menerangkan maksud dan kandunganayat-ayat suci mengalami perkembangan yang cukup bervariasi. Katakan saja, corak  penafsiran al-Qur’an adalah hal yang tak dapat dihindari. M.Quraish Shihab,mengatakan bahwa corak penafsiran yang dikenal selama ini, antara lain [a] corak sastra bahasa, [b] corak filsafat dan teologi, [c] corak penafsiran ilmiah, [d] corak fiqih atau hukum, [e] corak tasawuf, [f] bermula pada masa Syaikh MuhammadAbduh [1849-1905], corak-corak tersebut mulai berkembang dan perhatian banyak tertuju kepada corak satra budaya kemasyarakatan. Yakni suatu corak tafsir yangmenjelaskan petunjuk-petunjuk ayat-ayat al-Qur’an yang berkaitan langsung dengankehidupan masyarakat …dengan mengemukakan petunjuk-petunjuk tersebut dalam bahasa yang mudah dimengerti tapi indah didengar 
1
.Sebagai bandingan, Ahmad As,Shouwy, dkk., menyatakan bahwa secara umum pendekatan yang sering dipakai oleh para mufassir adalah: [a] Bahasa, [b] Konteksantara kata dan ayat, [c] Sifat penemuanilmiah
2
.Corak penafsiran Qur’an tidak terlepas dari perbedaan, kecenderungan, inters,motivasi mufassir, perbedaan misi yang diemban, perbedaan ke dalaman [capacity]dan ragam ilmu yang dikuasai, perbedaan masa, lingkungan serta perbedaan situasidan kondisi, dan sebagainya. Kesemuanya menimbulkan berbagai corak penafsiranyang berkembang menjadi aliran yang bermacam-macam dengan metode-metodeyang berbeda-beda.
Tafsir 
adalah kunci untuk membuka gudang simpanan yang tertimbun dalamAl-Qur'an. Tanpa tafsir orang tidak akan bisa membuka gudang simpanan tersebutuntuk mendapatkan mutiara dan permata yang ada di dalamnya, sekalipun orang-orang berulangkali mengucapkan lafazh Al-Qur'an dan membacanya disepanjang pagi dan petang.
1
 
M. Quraish Shihab. 1992.
Membumikan al-Qur’an
. Bandung: Mizan. hlm. 72.
2
 
 Ibid 
. hlm. 72-73. [Penjelasan: [a] Corak sastra bahasa, yang timbul akibat banyaknya orang-orang non-Arabyang memeluk agama Islam, serta akibat kelemahan-kelemahan orang Arab sendiri di bidang sastra, sehinggadirasakan kebutuhan untuk menjelaskan kepada mereka tentang keinstimewaan dan kedalaman arti kandungan al-Qur’an. [b] Corak filsafat dan teologi, akibatnya penerjemahan kitab filsafat yang mempengaruhi sementara pihak,serta akibat masuknya penganut agama-agama lain ke dalam Islam yang dengan sadar atau tanpa sadar masihmempercayai beberapa hal dari kepercayaan lama mereka. Kesemuanya menimbulkan pendapat setuju atau tidak setuju yang tercermin dalam penafsiran mereka. [c] Corak penafsiran ilmiah: akibat kemajuan ilmu pengetahuandan usaha penafsiran untuk memahami ayat-ayat al-Qur’an sejalan dengan perkembangan ilmu. [d] Corak fiqihatau hukum: akibat berkembangnya ilmu fiqih, dan terbentuknya mazhab-mazhab fiqih, yang setiap golongan berusaha membuktikan kebenaran pendapatnya berdasarkan penafsiaran-penafsiran mereka terhadap ayat-ayathukum. [e] Corak tasawuf: akibat timbulnya gerakan-gerakan sufi sebagai reaksi dari kecenderungan berbagai pihak terhadap materi, atau sebagai kompensasi terhadap kelemahan yang dirasakan. [f] Bermula pada masaSyaikh Muhammad ‘Abduh [1849-1905], corak-corak tersebut mulai berkurang dan perhatian lebih banyak tertujukepada corak sastra budaya kemasyarakatan [Quraish Shihab.
 Ibid 
. hlm. 72-73].
2
 
B.Rumusan MasalahDari latar belakang di atas maka dapat dirumuskan permasalahan sebagai berikut:1.Bagaimana kajian kitab-kitab tafsir al-qur'an yang terpopuler?2.Bagaimana biografi para mufassir dan metodologi penelitian tafsirnya?C.TujuanDengan rumusan masalah sebagaimana tersebut di atas maka penyusun bertujuan sebagai berikut:1.Untuk mengetahui kajian kitab-kitab tafsir yang terpopuler.2.Untuk mengetahui bagaimana para mufassir dan metodologi penelitiantafsirnya.3

Activity (15)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
MISWANUDDIN liked this
boed_day liked this
Pacai Kbj liked this
Pacai Kbj liked this
Pacai Kbj liked this
Lutfianti Ashri liked this
Aleksa Zanawiyah liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->