Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
12Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
makalah multikultural

makalah multikultural

Ratings: (0)|Views: 4,274|Likes:
Published by sfm86

More info:

Published by: sfm86 on Oct 05, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, DOC, TXT or read online from Scribd
See More
See less

06/09/2013

pdf

text

original

 
PENDIDIKAN MULTIKULTURALA.Pendahuluan
 Negara kita merupakan salah satu Negara multikultural yang terbesar didunia.Kenyataan ini dapat dilihat dari kondisi sosio-koltural maupun geografis yang begitu beragam dan luas. Dengan populasi penduduk yang lebih dari 200 juta jiwa yangterdiri dari hampir 300 pulau. Selain itu masyarakat juga menganut berbagai macamAgama seperti Islam, Kristen, Hindu, Budha, Katolik dan lain sebagainya.
1
Keragaman ini diakui oleh tidak akan menimbulkan persoalan seperti sekarangyang dihadapi oleh bangsa. KKN bukanlah kata asing di telinga kita, premanisme, perseteruan politik, kemiskinan, kekerasan, separatis dan merusak lingkungan,semuanya itu merupakan salah satu bentuk dari multikultural, paling tidak ada contohsedikit adalah terjadinya pembunuhan masal terhadap masa pengikut Partai KomunisIndonesia pada tahun 1965, kekerasan terhadap etnis cina, pada Mei 1998 di Jakarta, perang Islam kristen di Maluku Utara pada tahun 1999-2003 dan masih banyak lagiselain itu. Rangkaian peristiwa ini tidak hanya merenggut korban jiwa yang sangat besar tetapi juga telah menghancurkan ribuan harta benda penduduk.Maka perlu kiranya adanya solusi yang tepat untuk menyelesaikan permasalahandi atas melalui berbagai bidang soial, politilk, budaya, ekonomi dan pendidikan.
2
Berkaitan dengan hal di atas maka
 Pendidikan Multikultural 
menawarkan satualternatif melalui penerapan strategi dan konsep pendidikan yang berbasis pada pemanfaatan keragaman yang ada di masyarakat, khususnya yang ada pada sisesaseperti keragaman etnis budaya, bahasa Agama, status sosial, gender, kemampuan,umur dan ras. Pembelajaran ini di tujukan agar siswa memahami segala keragamanyang ada di Negara kita ini dan meningkatkan kesadaran mereka agar selalu berprilaku humanis, pluralis dan demokratis.
3
B.Pengertian Kultur, Multikultural Dan Kulturasi
1.Karakter KultuMengenai istilah di atas, para ilmuwan masih belum menetapkan dan bersepakat tentang arti sebenarnya dari kultur. Ini disebabkan karena makna yangterkandung dari kultur sangatlah luas. Maka dari itu, langkah pertama yang perludilakukan untuk memahami arti kultur di dalam pendidikan multikultural adalahmembangun pemahaman kita terlebih dahulu tentang karakteristik kultur. Inisangat penting agar pemahaman kita tentang kultur tidak sempit. Pada umumnya,
1
Ainul Yaqin, Pendidikan Multikultural; Cross-Cultur Understending Untuk Demikrasi DanKeadilan, Yogjakarta, Pilar Media, 2007, Cet Kedua
2
Kompas, 25-2-2004
3
Opcit Ainul Yaqin
11
 
kita sering mengartikan kultur hanya sebatas pada budaya dan kebiasaansekolompok orang pada daerah tertentu.Kultur mempunyai karakter-karakter khusus. Karakter-karakter khusus dapatmemberikan gambaran pada kita tentang apa sebenarnya makna kultur itu.
 Pertama
, kultur merupakan sesuatu yang umum dan spesifik sekaligus. Umumdalam arti setiap manusia di dunia ini mempunyai kultur, dan spesifik berartisetiap kultur pada kelompok masyarakat bervariasi antara satu dan lainnya,tergantung pada kelompok masyarakat mana kultur itu berada. ini dapat dilihatdari beberapa indikasi seperti bahasa Jawa Timur berbeda dengan bahasa JawaBarat. Juga berbeda dalam budaya lokal yang dianut oleh masyarakat tersebut(Jabar dan Jatim).
 Kedua
, kultur adalah sesuatu yang dipelajari. Seorang bayi atau anak kecilakan mudah meniru kebiasaan orang tuanya adalah contoh unik dan kapasitaskemampuan manusia dalam belajar. Dalam hal ini, ada tiga macam pembelajaran:1).
 Pembelajaran individu secara situasional 
. Pembelajaran ini terjadi padahewan yang belajar tentang apa yang akan dilakukannya di masa yang akandatang berdasarkan pengalamannya sendiri. Seekor hewan akan menghindari apiapabila dia mempunyai pengalaman merasakan panasnya tersulut api; 2).
 Pembelajaran situasi secara sosial 
. ini dapat dipahami dengan mengambil contohdan tingkah laku seekor Srigala yang belajar berburu dengan cara melihat Srigalalainnya melakukan perburuan; 3).
 Pembelajaran kultural 
, yaitu suatu kemampuanunik pada manusia dalam membangun kapasitasnya untuk menggunakan simbol-simbol atau tanda-tanda yang tidak ada hubungannya dengan asal usul di manamereka berada.
 Ketiga
, kultur adalah sebuah simbol. Baik yang berbentuk sesuatu yang verbaldan non-verbal, dapat juga berbentuk bahasa khusus yang hanya dapat diartikansecara khusus pula atau bahkan tidak dapat diartikan ataupun dijelaskan. Contohair melambangkan kesucian bagi umat penganut Yahudi, sementara mataharimelambangkan Tuhan yang merahmati manusia bagi orang Jepang.
 Keempat 
kultur dapat membentuk dan melengkapi sesunan yang alami. Secaraalamiah, manusia harus makan untuk mendapatkan energi, kemudian kultur mengajarkan pada manusia untuk makan apa, kapan, dan bagaimana. Kultur jugadapat menyesuaikan diri dengan keadaan alam secara alamiah di mana mereka berada. Kita sadar, sebenarnya, bahwa tidak dilarang untuk bertamu di atas jam21.00. Akan tetapi semua masyarakat menyadari dan menyetujui bahwa bertamudi atas jam 21.00 adalah tidak sopan, kecuali karena alasan darurat.
 Kelima
, kultur adalah sesuatu yang dilakukan secara bersama-sama yangmenjadi atribut bagi individu sebagai anggota dan kelompok masyarakat Kultur,secara alamiah, ditransformasikan melalui masyarakat. Pernyataan ini dapat22
 
dilihat dari pengalaman kita ketika belajar tentang kultur dengan cara observasi,mendengar, berbicara, dan berinteraksi dengan orang lain dalam kelompok kita.Selanjutnya, secara bersama-sama, kita mempunyai kepercayaan, kultur, nilai-nilai, ingatan-ingatan, harapan-harapan, berbagai gaya berfikir, tingkah laku yangmengesampingkan perbedaan-perbedaan yang ada di antara individu-individu
 Keenam
, kultur sebagai sebuah model. Artinya, kultur bukan kumpulan adatistiadat dan kepercayaan yang tidak ada artinya sama sekali. Kultur adalahsesuatu yang disatukan dan sistem-sistem yang tersusun dengan jelas. Adatistiadat, institusi, kepercayaan, dan nilai-nilai adalah sesuatu yang saling berhubungan satu dengan lainnya. Contohnya, pada masa sebelum tahun 1970-an,wanita Indonesia mayoritas memilih untuk menjadi ibu rumah tangga. Kemudianawal tahun 1990-an, mayoritas mereka sudah memilih untuk melanjutkan sekolahdan bekerja secara profesional, di samping menjadi ibu rumah tangga. Namun pada akhir tahun 1990-an hingga sekarang, mayoritas wanita Indonesia sudahmempunyai kesadaran untuk meningkatkan karir mereka dan menjadi pekerja profesional. Kondisi ini disebabkan pada zaman modern, seperti sekarang ini, pandangan mayoritas wanita tentang perkawinan, rumah tangga dan keluarga berbedadengan tahun-tahun sebelumnya.
 Ketujuh
, kultur adalah sesuatu yang bersifat adaptif. Artinya, kultur merupakan sebuah proses bagi sebuah populasi untuk membangun hubunganyang baik dengan lingkungan di sekitarnya sehingga semua anggotanyamelakukan usaha maksimal untuk bertahan hidup dan melanjutkan keturunan.Karakteristik-karakteristik biologis maupun kultural yang dipakai dalam proses bertahan hidup dan melanggengkan keturunan ini kemudian disebut sebagaisesuatu yang adaptif.2.Wilayah KultuDalam sebuah obrolan ringan, kadangkala, kita sering mengatakan bahwateman kita atau lawan bicara kita adalah orang yang “primitif” atau “ndesit” yang berarti dia kita anggap sebagai seseorang dari desa terpencil yang cara berfikirnyamasih tekstual, “sempit” dan jauh dari nilai-nilai “modern” (contekstua1 danluas). Anggapan ini menggambarkan bahwa kita telah mengklaim kultur kitasendiri sebagai kultur yang “modern” yang lebih luas dari kultur lawan bicarakita. Adanya klaim bahwa ada kultur “modern” yang mengarah pada kultur globaldi wilayah metropolis dan ada kultur “primitif” yang mengarah pada kultur lokaldi wilayah terpencil, secara tidak langsung, merupakan wujud dari adanyawilayah-wilayah kultural.Paling tidak sedikitnya ada tiga wilayah kultur yang ada di masyarakat antaralain kultur nasional, kultur intemasional, dan sub-sub kultural.
 Pertama
, kultur 33

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->