Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
7Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Pembangunan Pertanian

Pembangunan Pertanian

Ratings: (0)|Views: 1,498|Likes:
PEMBANGUNAN PERTANIAN
“Diajukan untuk memenuhi tugas mata kuliah Pembangunan Pertanian”

Disusun Oleh : Hana Kamila D Sandra Rosandi Christy Naomi Elinsy Rahayu Firdausi Cantika Dedy Napitupulu R . Moudy Ananda Edo Indrawan Erga Megantara S 150310080149 150310080141 150310080155 150310080172 150310080152 150310080138 150310080173 150310080146 150310080135

PROGRAM STUDI AGRIBISNIS FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS PADJADJARAN 2010

BAB I

PENDAHULUAN Secara keseluruhan indikator utama pembangunan
PEMBANGUNAN PERTANIAN
“Diajukan untuk memenuhi tugas mata kuliah Pembangunan Pertanian”

Disusun Oleh : Hana Kamila D Sandra Rosandi Christy Naomi Elinsy Rahayu Firdausi Cantika Dedy Napitupulu R . Moudy Ananda Edo Indrawan Erga Megantara S 150310080149 150310080141 150310080155 150310080172 150310080152 150310080138 150310080173 150310080146 150310080135

PROGRAM STUDI AGRIBISNIS FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS PADJADJARAN 2010

BAB I

PENDAHULUAN Secara keseluruhan indikator utama pembangunan

More info:

Published by: Wendi Irawan Dediarta on Oct 05, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, DOCX, TXT or read online from Scribd
See More
See less

07/27/2013

pdf

text

original

 
PEMBANGUNAN PERTANIAN
“Diajukan untuk memenuhi tugas mata kuliah Pembangunan Pertanian”
 
Disusun Oleh :Hana Kamila D 150310080149Sandra Rosandi 150310080141Christy Naomi 150310080155Elinsy Rahayu 150310080172Firdausi Cantika 150310080152Dedy Napitupulu 150310080138R . Moudy Ananda 150310080173Edo Indrawan 150310080146Erga Megantara S 150310080135
PROGRAM STUDI AGRIBISNISFAKULTAS PERTANIANUNIVERSITAS PADJADJARAN2010
 
BAB IPENDAHULUAN
Secara keseluruhan indikator utama pembangunan pertanian di tingkatmakro (nasional) dan mikro (petani) sebanyak 8 indikator yaitu : (1) pertumbuhanluas lahan irigasi (%/tahun); (2) rasio tenaga kerja desa/kota di sektor pertanian;(3) rasio tenaga kerjadesa/kota di sektor non pertanian; (4) pertumbuhan IndeksKetahanan Pangan (energi dan protein); (5) pertumbuhan PDRB sektor pertanian(%/tahun); (6) pangsa PDRB sektor pertanian (%/tahuin); (7) penggunaan saranaproduksi (bibit, pupuk dan pestisida) dan (8) produktivitas usahatani.Provinsi Kalimantan Selatan terkenal akan hasil alamnya. Lihat saja posturPDRB-nya, Kandungan SDA-nya tidak perlu diragukan lagi. Ada dua sektordominan bebasis SDA yang membentuk struktur ekonomi Kalimantan Selatan,yaitu sektor pertanian dan pertambangan dengan pangsa berturut-turut sebesar23% dan 22% pada tahun 2008.Pada tahun 2008, sektor pertanian mampu menampung 45,68 persen daritotal tenaga kerja di Kalimantan Selatan, sedangkan sektor pertambangantergabung bersama sektor industri, listrik gas air serta bangunan hanya mampumenampung 13,90 persen tenaga kerja di Kalimantan Selatan (BPS-sakernas2008). Diantara empat subsektor pertanian, mungkin hanya subsektor perkebunandan sebagian subsektor kehutanan (usaha sarang walet) yang memiliki tingkatkesejahteraan lebih dibandingkan yang lainnya (perikanan, tanaman bahanmakanan). Sebaliknya, subsektor tanaman bahan makanan, khususnya komoditaspadi, rasanya belum mampu secara optimal dapat memberikan kesejahteraan bagipetaninya.Sebenarnya kinerja sektor pertanian Kalimantan Selatan cukup baik jikadilihat dari indikator produksi. Dalam kurun waktu 2001-2008, rata-rata sektorpertanian tumbuh 5,17 persen pertahun. Sedangkan sektor pertambangan lebihbesar, yaitu sebesar 5,85 persen pertahunnya. Namun pertumbuhan sektorpertanian tersebut belum mampu mengangkat kesejahteraan petani (NTP) denganoptimal.
 
BAB IIPEMBAHASAN2.1. Artikel perkembangan pembangunan pertanian di Kalimantan Selatanterkait dengan pendapatan petaniKesejahteraan Petani Kalimantan Selatan
Oleh : Miyan Andi Irawan, S.STPeningkatan kesejahteraan menjadi pekerjaan rumah yang harusdikerjakan juga oleh pemerintah. Swasembada yang dicapaipun tidak serta mertadapat menjamin akan meningkatkan taraf kesejahteraan petani, bahkan di daerah-daerah yang mengalami surplus produksi padi. Karena, pada umumnyapendapatan yang diperoleh petani belum mampu secara wajar mengakses hargakebutuhan pokok termasuk beras sendiri, meskipun pemerintah sudah melakukankebijakan meningkatkan harga pembelian pemerintah (HPP) baik terhadap gabahkering panen (GKP) dan gabah kering giling (GKG) lewat BULOG. Seperti yangsudah disinggung di atas, dik.r Kalimantan Selatan, terjadi asimetri dalampembentukan harga beras, antara sektor hulu (di tingkat petani) dan sektor hilir (ditingkat konsumen)(gambar 2). Apabila kita perhatikan grafik harga eceran berasdan grafik NTP, maka akan terlihat bahwa kenaikan harga di tingkat konsumen(baik itu akibat
imported inflation
maupun inflasi domestik), tidak langsungditransmisikan ke kenaikan harga di petani. Akan tetapi, kenaikan harga di petanibiasanya akan langsung ditransmisikan kepada kenaikan harga di konsumen. Halini menjadikan kelakuan harga perdagangan beras bersifat
inelastis
. Fenomenatersebut terjadi karena didukung oleh beberapa hal baik di tingkat domestik maupun internasional, diantaranya: terlalu panjangnya rantai distribusiperdagangan, kebijakan perdagangan yang tidak fair terutama dari negara-negaramaju, serta ulah para spekulan nakal yang memainkan harga (menimbun, ijon).Apabila fenomena asimetri ini belum mampu dikendalikan dan ditanganipemerintah, maka tidak hanya program-program seperti HPP, bantuan berasmiskin (raskin) yang tidak efektif meningkatkan kesejahteraan petani, akan tetapi juga transformasi agribisnis dari agriculture akan tersendat.Berkaca dari beberapa masalah pertanian di atas, ada beberaparekomendasi yang dapat dilakukan pemerintah Kalimantan Selatan untuk meningkatkan kesejahteraan petani, antara lain:a. Mengendalikan dan mengatasi masalah asimetri harga perdagangan ditingkat petani dan konsumen. Hal ini dapat ditempuh dengan cara

Activity (7)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 thousand reads
1 hundred reads
Dangdang Mulyadi liked this
Santo Sinuraya liked this
Masmulyadi liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->