Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
58Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Psikologi Islam

Psikologi Islam

Ratings:

4.67

(6)
|Views: 5,802 |Likes:
Published by api-3742974

More info:

Published by: api-3742974 on Oct 15, 2008
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/18/2014

pdf

text

original

 
SENI KEPIMPINAN
Seni kepemimpinan telah banyak diajarkan orang dari masa ke masa, mulai dari rangkaianMitologi Yunani yang amat terkenal, Tao dan Sun Tzu dari Cina, Nasihat Bagi Penguasanya AlGhazali, Sang Penguasanya Niccolo Machiavelli, Hasta Brata — Raja Kapa-Kapa—Wulangreh—Wedhatama dari Jawa, sampai ratusan mungkin ribuan buku-buku tekskepemimpinan abad 20 seperti The Art of The Leader-nya William A. Cohen, dan TheCharismatic Leader-nya Jay A. Conger dan sebagainya.Dengan apa kekuasaan dapat dipertahankan? Al Ghazali mengawali nasihatnya denganmengemukakan 2 hal, yaitu jangan pernah melakukan sesuatu tanpa perhitungan dan selalukonsisten serta tak pernah meralat. Yang terakhir ini, juga merupakan benang merah yang kuatdalam seni kepemimpinan raja-raja Jawa. Agar berwibawa, maka seorang raja harus memiliki,Sabda Pandhita Ratu, tan kena wolak-walik, artinya, raja harus memegang teguh satu kata dan perbuatan. Ucapannya bagaikan ucapan seorang pendeta sakti nan manjur yang segera menjadikenyataan. Ludahnya ludah api yang sekali dilontarkan langsung mewujudkan keinginannya.Ucapannya konsisten dan tidak mencla-mencle. Tidak pagi tempe, sore mentah kembali menjadikedelai. Ini juga sekaligus mengajarkan bahwa seorang pemimpin tidak boleh berkata atau bertindak ngawur, karena dampaknya sangat luas bagi rakyat banyak yang tak berdosa.
MEMELIHARA BIBIT CINTA
Setiap Manusia memiliki potensi; fisik, intelektual, emosionil dan spiritual yang berbeda-bedakapasitasnya. Ada orang yang sangat intelek, tetapi emosinya tidak stabil. Yang lain emosinyasangat terkendali tetapi intelektualitasnya kurang. Ada juga orang yang menonjol justeru potensispiritualitasnya . Perilaku manusia dalam keseharian mencerminkan aktualitas dari potensi itu.Ada orang yang berwajah garang tetapi hatinya lembut, ada orang yang fisiknya kecil dannampak lemah tetapi hatinya bergejolak penuh dengan kebencian dan dendam. Demikian jugahalnya dengan corak cinta, ada seorang lelaki yang jika jatuh cinta kepada seorang wanita, iamerasa harus menguasai dan memonopoli secara total lahir batin, tidak boleh sedikitpun siwanita memiliki perhatian kepada selain dirinya. Ia sangat pecemburu, dan jika ia gagal“memilikiâwanita yang dicintainya itu maka ia memilih “menghancurkan†sang
 
 kekasih daripada harus melihat ia dimiliki oleh orang lain. Di sisi lain, ada seorang lelaki pecintayang sangat penuh pengertian, ia sangat memaklumi dan sangat memaafkan atas kekurangansang kekasih.Ia bukan saja tidak bermaksud “menguasai†tetapi justeru selalu ingin memberi kepada

 kekasihnya apa yang menjadi keinginannya,. Ia sangat berbahagia jika bisa memberikankesenangan kepada kekasihnya, meski untuk itu ia menderita. Nah cinta itu ada di dalam hati.Hadis Nabi menyebutkan bahwa di dalam tubuh setiap manusia ada qalbu (hati) yang menjadi penentu kualitas manusia, jika qalbu nya baik maka seluruh ekpressinya baik, sebaliknya jikaqalbu nya buruk maka buruk pula ekpressi orang itu. Orang suka berkata; dalamnya laut dapat diduga, dalamnya hati siapa yang tahu ?Isi hati manusia sungguh sangat sangat banyak dan beragam, diantaranaya adalah cinta. Dapatdipastikan bahwa tidak ada satupun keterangan yang obyektip tentang hati manusia yang berasaldari manusia, karena semua manusia bersifat subyektip, oleh karena itu keterangan yang palingobyektip tentang hati manusia hanya yang berasal dari sang Pencipta hati itu sendiri, yaituTuhan, dan keterangan itu ada di dalam kitab suci Al Qur’an.
 posted by :
Mubarok institute
 
HATI DALAM PERSPEKTIF ISLAM
Imam Gazali dalam Ihya Ulumuddin membuat bab khusus yang membahas Keajaiban Hati(`Ajaib al Qalb). Menurut Al Gazali kemuliaan martabat manusia disebabkan karenakesiapannya mencapai makrifat kepada Allah, dan hal itu dimungkinkan karena adanya hati.Dengan hati, manusia mengetahui Allah dan mendekati Nya, sementara anggauta badan yanglain berfungsi sebagai pelayannya. Hubungan hati dengan anggauta badan dimisalkan Al Gazaliseperti raja dengan rakyatnya, atau seorang tukang dengan alatnya pertukangannya.Hubungan hati dengan angauta badan dipandang sebagai ilmu lahir, sementara akses hati ke alamlangit (`alam al malakut) masuk kategori ilmu batin dimana didalamnya sarat dengan rahasia dankeajaiban. Sahal at Tusturi menserupakan hati sebagai `arasy sementara dada merupakan kursiy,satu perumpamaan yang menggambarkan bahwa di dalam diri manusia seakan terdapat satukerajaan tersendiri dimana hati bertindak sebagai raja.Al Gazali mengatakan bahwa hati mempunyai dua unit tentara (junudun mujannadah), yaitu unityang dapat dilihat dengan mata kepala dan yang satu hanya dapat dilihat dengan mata hati. Yang pertama adalah anggauta badan, sedang yang kedua adalah daya-daya; daya penglihatan, daya pendengaran, daya hayal, daya ingat, daya fikir dan daya hafal, yang bekerja dengan sistem yangsangat sophisticated dan hanya Allah yang mengetahui hakikatnya. Dari kombinasi tentara lahir dan batin itu dapat lahir kehendak (iradah), marah (ghodob), keinginan (syahwat), pengetahuan(ilmu), dan persepsi (idrak). Hati juga diibaratkan sebagai pesawat pemancar (dzauq) yang dapatmenangkap sinjal-sinyal yang melintas. Kapasitas pesawat hati tiap orang berbeda-bedatergantung desain dan baterainya.Hati yang telah lama dilatih melalui proses riyadhah memiliki desain dengan kapasitas besar yang mampu menangkap sinjal yang jauh termasuk sinjal isyarat tentang masa yang akan datang.Hati seorang sufi bisa menangkap sinjal tentang prospek sesuatu (seperti penglihatan NabiKhidir) sehingga kata-katanya boleh jadi melawan arus atau tidak difahami oleh orang lain.dengan hatinya ia juga bisa berkomunikasi dengan orang lain yang berada di tempat lain atau dizaman yang lain, laiknya telpon genggam saja. Ketajaman hati juga diibaratkan sebagai cermin(cermin hati). Orang yang bersih dari dosa, hatinya bagaikan cermin yang bening, yang begitumudah untuk berkaca diri. Orang yang suka mengerjakan dosa-dosa kecil, hatinya buram bagaikan cermin yang terkena debu, jika digunakan kurang jelas hasilnya. Orang yang sukamelakukan dosa besar, hatinya gelap bagaikan cermin yang tersiram cat hitam, dimana hanyasebagian kecil saja bagiannya yang dapat digunakan. Sedangkan orang yang sukamencampuradukkan perbuatan baik dengan perbuatan dosa, hatainya kacau bagaikan cerminyang retak-retak, yang jika digunakan akan menghasilkan gambaran yang tidak benar. Hati yangsudah tumpul karena baterainya lemah seyogyanya diisi dengan stroom baru, yakni denganmelalui mujahadah dan riyadlah. Ilmu sebagai produk intelektuil (akal) kebenarannya bersifatnisbi, antara `ilmal yaqin dan `ainul yaqin, sedangkan ilmu sebagai produk hati atau qalb sebagaidzauq merupakan kebenaran hakiki (haqqul yaqin).Sebagai penutup mari kita mencoba bercermin kepada hati kita masing-masing agar kita jugatahu seberapa besar kapasitasnya. Kata Al Gazali orang yang tidak mengenal hati sendiri, pasti ialebih tidak tahu lagi tentang hal lain. Wallohu a`lam.
 posted by :
Mubarok institute
 
MEMBANGUN MASYARAKAT 1
Konsep MasyarakatIndonesia adalah negeri dengan jumlah pemeluk Islam terbesar di dunia. Tetapi apakah realita ituidentik dengan telah terbangunnya masyarakat Islam di negeri ini, adalah sesuatu yang harusdirenungkan. Dewasa ini bangsa dengan lebih duaratus juta kaum muslimin ini sedang diterpa berbagai predikat negatip, yang menjadikan agama Islam yang dianut seakan tidak relevandengan kualitas masyarakatnya. Harus diakui bahwa secara konstitusional, bangsa ini menganutsatu ideologi yang bernama Panca Sila, satu rumusan berdasarkan sejarah kebangsaan dimana para ulama dan pemimpin Islam terlibat dalam proses penyusunannya. UUD 45 bahkansebelumnya adalah Piagam Jakarta yang kental dengan semangat ke Islaman.Akan tetapi harus juga diakui adanya realita bahwa banyak pemimpin muslim (bukan pemimpinIslam) dan juga anggauta masyarakat Islam yang tidak menjadikan ajaran Islam sebagai rujukanketika harus memutuskan berbagai permasalahan. Ada yang lebih mengikuti budaya lokal (dankepentingan lokal) dan ada yang mengikuti konsep sekuler dari Barat. Ketika dunia mengalamikrisis, banyak orang mencari pemikiran alternatip sebagai upaya mencari solusi. Diantara pemikiran yang kini ditengok adalah konsep Islam tentang berbagai hal. Bank syari’ah yang pernah begitu lama dihambat kelahirannya misalnya, kini justeru menjadi trend di kalangan perbangkan nasional, disusul oleh Asuransi syari’ah, akuntansi syari’ah, reksadanasyari’ah, menejemen syari’ah dan sebagainya.Secara lahir, masyarakat nampaknya terbangun secara alamiah, tetapi bagi pemimpin,masyarakat itu harus dibangun, dan apa saja yang dibangun harus ada konsepnya. Bangunantanpa konsep atau salah konsep akan berakibat rusaknya tatanan, seperti rusaknya tatananmasyarakat Indonesia dewasa ini. Sejalan dengan semangat reformasi, sudah tiba saatnya kitamenggali konsep yang inspirasinya bersumber dari wahyu, dalam hal ini yang akan kita kajiadalah konsep masyarakat menurut al Qur’an.2. Pengertian MasyarakatIstilah masyarakat berasal dari bahasa Arab musyarakah. Dalam bahasa Arab sendiri masyarakatdisebut dengan sebutan mujtama`, yang menurut Ibn Manzur dalam Lisan al `Arab mengandungarti (1) pokok dari segala sesuatu, yakni tempat tumbuhnya keturunan, (2) kumpulan dari orang banyak yang berbeda-beda . Sedangkan musyarakah mengandung arti berserikat, bersekutu dansaling bekerjasama. Jadi dari kata musyarakah dan mujtama` sudah dapat ditarik pengertian bahwa masyarakat adalah kumpulan dari orang banyak yang berbeda-beda tetapi menyatu dalamikatan kerjasama, dan mematuhi peraturan yang disepakati bersama. Dari pengertian itu makadapat kita bayangkan bagaimana anatomi dari masyarakat yang berbeda-beda. Dapat dijumpaimisalnya ada; masyarakat desa, masyarakat kota, masyarakat Indonesia, masyarakat dunia,masyarakat Jawa, masyarakat Islam, masyarakat pendidikan, masyarakat politik dan sebagainya.Semua jenis masyarakat tersebut pastilah terdiri dari unsur-unsur yang berbeda-beda tetapimereka menyatu dalam satu tatanan sebagai wujud dari kehendak bersama. Karena adanya duaatau beberapa kutub; yakni berasal dari unsur yang berbeda-beda tetapi bermaksud menyatudalam satu tatanan, maka dari kutub pertama ke kutub ke dua ada proses yang membutuhkanwaktu yang panjang. Masyarakat Indonesia misalnya, sudahkah mereka menyatu dalam kesatuan? ternyata setengah abad merdeka belum cukup waktu untuk menyatukan sebuah masyarakatIndonesia meski sudah diwadahi dengan istilah Bhineka Tunggal Ika. Abad pertamakemerdekaan Indonesia nampaknya masyarakat Indonesia sebagai satu kesatuan masihmerupakan nation in making, masih dalam proses menjadi. Hambatan dari proses itu adalahadanya rujukan dan kepentingan yang berbeda-beda. Demikian juga masyarakat Islam Indonesia,masyarakat OKI dan sebagainya.

Activity (58)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Ficry Ahmad liked this
Winda Yuliana liked this
Rifqi Walono liked this
hyahidayah liked this
Ace P. Portgas liked this
hyahidayah liked this
Amirul Salihin liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->