Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
75Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Pengertian Hukum Islam

Pengertian Hukum Islam

Ratings:

1.0

(1)
|Views: 5,972 |Likes:
Published by Rizal 'Martadinata'

More info:

Published by: Rizal 'Martadinata' on Oct 06, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/02/2013

pdf

text

original

 
 
ِﻢْﺴِﺑِﻪﻠﻟﺍٰـَﻤْﺣﺮﻟﺍِﻦِﻢﻴِﺣﺮﻟﺍ
 
AGAMA II
|
Hukum Islam dalam Dinamika Kehidupan Sosial 
 1
BAB IPENDAHULUAN
1.1
 
Latar Belakang
Pemberlakuan hukum Islam di Indonesia agak tersendat dengan berkuasanyapemerintahan kolonial Belanda di Indonesia. Pemerintah Belanda berusaha menekan umatIslam dengan menghambat pemberlakuan hukum Islam secara resmi dengan dibuatnyaaturan-aturan yang sangat merugikan umat Islam. Dinamika pemberlakuan hukum Islam diIndonesia digambarkan dengan munculnya berbagai teori yang dikemukakan oleh para ahli(sejarawan), seperti teori penerimaan autoritas hukum dari H.A.R. Gibb (Ichtijanto, 1991:114), teori
receptio in complexu
dari L.W.C. van den Berg (Ichtijanto, 1991: 120), teori
receptie
dari C. Snouck Hurgronje yang kemudian dikembangkan oleh C. van Vollenhovendan Ter Haar (Ichtijanto, 1991:Pemberlakuan hukum Islam di Indonesia agak tersendat dengan berkuasanyapemerintahan kolonial Belanda di Indonesia. Pemerintah Belanda berusaha menekan umatIslam dengan menghambat pemberlakuan hukum Islam secara resmi dengan dibuatnyaaturan-aturan yang sangat merugikan umat Islam. Dinamika pemberlakuan hukum Islam diIndonesia digambarkan dengan munculnya berbagai teori yang dikemukakan oleh para ahli(sejarawan), seperti teori penerimaan autoritas hukum dari H.A.R. Gibb (Ichtijanto, 1991:114), teori
receptio in complexu
dari L.W.C. van den Berg (Ichtijanto, 1991: 120), teori
receptie
dari C. Snouck Hurgronje yang kemudian dikembangkan oleh C. van Vollenhovendan Ter Haar (Ichtijanto, 1991:seperti dalam pembuatan UU Perkawinan (UU No. 1 tahun 1974, UU Pokok KekuasaanKehakiman (UU No. 14 tahun 1970) yang dilanjutkan dengan pemberlakuan UU PeradilanAgama (UU No. 7 tahun 1989), UU Pokok Agraria (UU No. 5 tahun 1960), UU Pokok Kejaksaan (UU No. 15 tahun 1961), dan UU Pokok Kepolisian (UU No. 13 tahun 1961).Pada tahun 1991 pemerintah Indonesia memberlakukan Kompilasi Hukum Islam (KHI)melalui Instruksi Presiden (Inpres) No. 1 tahun 1991. KHI ini terdiri dari tiga buku yangsemuanya merupakan bagian dari hukum perdata Islam, yakni buku I tentang HukumPerkawinan, buku II tentang Hukum Kewarisan, dan buku III tentang Hukum Perwakafan.KHI ini merupakan pegangan para hakim agama dalam memeriksa dan mengadili perkara-perkara yang menjadi wewenangnya di Pengadilan Agama. KHI ini hanya berlaku bagi umatIslam yang berperkara dalam hal perkawinan, kewarisan, dan perwakafan. Dengan demikian, jelaslah bahwa KHI yang merupakan kumpulan aturanaturan mengenai hukum Islam diIndonesia belum menjangkau semua bidang yang ada dalam bagian hukum Islam. Salah satu
 
 
ِﻢْﺴِﺑِﻪﻠﻟﺍٰـَﻤْﺣﺮﻟﺍِﻦِﻢﻴِﺣﺮﻟﺍ
 
AGAMA II
|
Hukum Islam dalam Dinamika Kehidupan Sosial 
 2bidang yang sama sekali tidak disinggung dalam hal ini adalah hukum pidana Islam. Olehkarena itu, jika umat Islam berperkara dalam hal pidana atau kriminal, tidak bisa ditemukanaturannya dalam KHI tersebut, bahkan Pengadilan Agama – tempat diterapkannya KHI –tidak mempunyai wewenang mengadili masalah-masalah yang menyangkut pidana yangdilakukan oleh umat Islam. Pertanyaan yang muncul adalah mengapa hukum pidana Islamtidak bisa atau belum bisa diberlakukan di Indonesia? Atau, mengapa hukum pidana Islambelum memberikan kontribusi bagi pembuatan hukum pidana nasional? Tentu saja, jawabannya bisa bervariasi, tergantung siapa yang memberikan jawaban atas masalah ini.Tulisan ini mencoba mengungkap prospek hukum pidana Islam di Indonesia dengan melihatkondisi Indonesia sekarang ini. Dari hari ke hari di tengahtengah masyarakat selalu diwarnaioleh tindak kriminal. Hukum pidana yang diberlakukan sekarang nampaknya belum dapatmembuat para pelaku tindak kriminal jera dan takut, tetapi sebaliknya malah memberipeluang untuk melakukannya dengan cara dan taktik yang lebih canggih untuk dapatterhindar dari jeratan hukum pidana yang ada. Kalaupun sampai dipidana, para pelakukejahatan tidak mendapatkan sanksi hukum yang berat.
1.2
 
Rumusan Masalah
 
Perumusan masalah yang penulis coba angkat dalam penulisan makalah ini ialah :1.
 
Apa pengertian poligami dalam islam dan bagaimanakah pandangan islam terhadappoligami ?2.
 
Apa hukum poligami dalam islam ?3.
 
Apa syarat-syarat yang memperbolehkan poligami dalam islam ?
1.3
 
Tujuan Penulisan
Tujuan penulis dalam mengangkat masalah tentang poligami dalam makalah ini ialah :
 
Memberikan penjelasan tentang pengertian poligami kepada masyarakat umum.
 
Menjelaskan hukum dan pandangan islam terhadap permasalahan poligami yang telahterjadi dalam masyarkat.
 
Sebagai salah satu tugas akademik yang diberikan dosen pengampu dalam mengambilmata kuliah Agama II.
 
Sebagai sarana pembelajaran dan diskusi dalm forum akademik maupun nonakademik.
1.4
 
Sistematika Pembahasan.
BAB I PENDAHULUAN
 
 
ِﻢْﺴِﺑِﻪﻠﻟﺍٰـَﻤْﺣﺮﻟﺍِﻦِﻢﻴِﺣﺮﻟﺍ
 
AGAMA II
|
Hukum Islam dalam Dinamika Kehidupan Sosial 
 3
1.1 Latar Belakang1.2 Rumusan Masalah
 
1.3 Tujuan Penulisan1.4 sistematika Pembahasan.BAB II PEMBAHASANBAB III PENUTUP3.1.
 
Kesimpulan3.2.
 
Saran
DAFTAR PUSTAKA

Activity (75)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 thousand reads
1 hundred reads
Teis Jeumpa liked this
Syakir Roti liked this
Iain Gorontalo liked this
'Adinda Mulyani liked this
Humairah Bikriel liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->