Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword or section
Like this
25Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
bab1-5

bab1-5

Ratings: (0)|Views: 2,369 |Likes:
Published by Shodiq Thefajars
the-fajars.blogspot.com
vilem-21.blogspot.com
the-fajars.blogspot.com
vilem-21.blogspot.com

More info:

Published by: Shodiq Thefajars on Oct 06, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/17/2013

pdf

text

original

 
Kampus Beasiswa STIE Kasih BangsaJl.Dr.Kasih No.1 Arteri Jalan Panjang Kebon Jeruk Jakarta Barat
1
BAB IPENDAHULUAN
1.1
 
Latar Belakang
Salah satu tujuan mendirikan perusahaan adalah mendapatkan laba. Laba yangdiperoleh tersebut berasal dari pendapatan pendapatan perusahaan danpendapatan dari aktivitas operasi perusahaan disebut penjualan. Berbagai strategiditerapkan oleh dunia usaha untuk meningkatkan penjualannya. Salah satu usahayang dilakukan untuk meningkatkan penjualan disamping penjualan tunai, kreditmaupun angsuran adalah melakukan penjualan secara konsinyasi. Penjualankonsinyasi ini terutama dilakukan oleh perusahaan dalam memperkenalkanproduk baru dan tidak banyak mengeluarkan biaya promosi sehingga perkenalanproduk tersebut lewat penitipan barang ke toko, agen atau tempat penjualan lainPengertian konsinyasi (consignment) menurut Hadori Yunus
 – 
Harnanto adalah
suatu perjanjian dimana salah satu pihak yang memiliki barang menyerahkansejumlah barangnya kepada pihak tertentu untuk dijualkan dengan memberikankomisi tertentu.
 Pemilik yang memiliki barang atau yang menitipkan barang disebut pengamanat(consignor), sedang pihak yang dititipi barang disebut disebut komisioner(consignee). Bagi pengamanat barang yang dititipkan kepada pihak lain untuk dijualkan dengan harga dan persyaratan tertentu biasa disebut sebagai barang-barang konsinyasi (consignment out), sedangkan bagi pihak penerima barang-barang ini disebut dengan barang-barang komisi (consignment in).Dalam transaksi konsinyasi penyerahan barang dari pengamanat kepadakomisioner tidak diikuti dengan penyerahan hak milik atas barang yangbersangkutan. Meskipun diakui bahwa dalam transaksi konsinyasi itu telahterjadi perpindahan pengelolaan dan penyimpanan barang kepada komisioner,namun demikian, hak milik atas bar ang yang bersangkutan tetap berada padapengamanat (consignor). Hak milik akan berpindah dari pengamanat apabilakomisioner telah berhasil menjual barang tersebut kepada pihak ketiga.
 
Kampus Beasiswa STIE Kasih BangsaJl.Dr.Kasih No.1 Arteri Jalan Panjang Kebon Jeruk Jakarta Barat
2
Beberapa alasan bagi pengamanat dan komisioner untuk mengadakan penjualankosinyasi. Drebin, Allan R (1992) menyebutkan alasan bagi pengamanatmelakukan penjualan konsinyasi sebagai berikut :1.Merupakan salah satu cara yang paling efektif untuk memperluas daerahpemasaran terutama untuk barang-barang yang :a. Merupakan produk baru yang permintaan akan barang tersebut masih belum dapatdiprediksi.b. Membuka devisi penjualan disuatu daerah investasinya sangat mahalinvestasinya.c. Penjualan melalui dealer tidak menguntungkan pada tahun-tahun yang lalu.d. Barang tersebut mahal harganya sehingga dealer memerlukan investasi yangbesar bila membelinya, dane.Fluktuasi harga barang tersebut sangat besar sehingga dealer tidak maumembelinya.2.Barang konsinyasi tidak ikut disita apabila terjadi kebangkrutan pada pihak komisioner sehingga risiko kerugian dapat ditekan.3. Harga barang yang bersangkutan tetap dapat dikontrol oleh pengamanat, hal inidisebabkan kepemilikan atas barang tersebut masih ditangan pengamanat, sehinggaharga masih dapat dijangkau oleh konsumen. Pengawasan harga ini akan sulit jikamenggunakan sistem penjualan melalui dealer yang kepemilikan barangnya sudahditangan dealer itu sendiri.4. Jumlah barang yang dijual dan persediaan barang yang ada digudang mudahdikontrol sehingga risiko kekurangan atau kelebihan barang dapat ditekan danmemudahkan untuk rencana produksi.
 
Kampus Beasiswa STIE Kasih BangsaJl.Dr.Kasih No.1 Arteri Jalan Panjang Kebon Jeruk Jakarta Barat
3
Sedangkan alasan bagi komisioner untuk bersedia menerima titipan barangkonsinyasi adalah sebagai berikut :1. Komisioner tidak dibebani risiko menanggung rugi bila gagal dalam penjualanbarang-barang konsinyasi.2. Komisioner tidak mengeluarkan biaya operasi penjualan konsinyasi karenasemua biaya akan diganti/ditanggung oleh pengamanat3. Apabila terdapat barang konsinyasi yang rusak dan terjadi fluktuasi harga,maka hal tersebut bukan tanggungan komisioner (hal ini sangat penting terutamabila barang konsinyasi tersebut berupa buah-buahan, atau produk pertanianlainnya.4. Kebutuhan modal kerja dapat dikurangi sebab komisioner hanya berfungsisebagai penerima dan penjual barang konsinyasi untuk pengamanat.5. Komisioner berhak mendapatkan komisi dari hasil penjualan barangkonsinyasi.PT Sinar Himalaya merupakan salah satu perusahaan yang bergerak di bidangimporter salah satunya mengimpor mesin bakery dan utensil. Sebagaiperusahaan yang sedang berkembang,PT Sinar Himalaya tentunya jugamelaksanakan penjualan konsinyasi untuk memperluas pasar dan memperbesarhasil penjualan. Untuk itu , PT Sinar Himalaya memerlukan suatu systemakuntansi penjualan konsinyasi dalam mendukung kegiatan usahanya.Berdasarkan uraian di atas, maka penulis tertarik untuk memilih penjualan kredit
 pada PT sinar Himalaya sebagai obyek yang akan diteliti, dengan judul
Analisis
 
Sistem Akuntansi Penjualan Konsinyasi Pada PT Sinar Himalaya
”.
 

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->