Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Look up keyword
Like this
7Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Tanya Jawab an Karyawan Tenaga Kerja

Tanya Jawab an Karyawan Tenaga Kerja

Ratings: (0)|Views: 1,631 |Likes:
Published by ilalangliar
Tanya jawab mengenai banyak tentang Buruh, Pekerja, Karyawan
Tanya jawab mengenai banyak tentang Buruh, Pekerja, Karyawan

More info:

Categories:Types, Business/Law
Published by: ilalangliar on Oct 07, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/16/2012

pdf

text

original

 
Tanya Jawab Perburuhan Karyawan Tenaga Kerja
Perburuhan & Tenaga Kerja
 
PHK dan pengunduran diri
 
(dienot)
 
Pertanyaan :
 
Admin hukum online saya seorang karyawan permanent yang bekerja baru sekitar 6 tahunditempat saya bekerja sekarang. tanggal 08 Juni kemarin seorang direktur tempatku bekerjamenawarkan saya untuk pindah ke cabang lain berlokasi di Soroako. Ketika saya bertanyamengenai benefit apa yang saya dapat, jawabannya adalah sama seperti disini (hanya gaji +transport + makan + overtime jika ada). lalu saya katakan bahwa di sana biaya hidup tinggi,selain itu saya terangkan bahwa saya punya keluarga dan tempat tinggal di lokasi saya bekerjasekarang. Jika saya pindah ke soroako saya juga katakan itu sama saja dengan saya bunuh diri(menghitung gaji saya sekarang) lalu ketika saya tanyakan bagaimana jika pilihan saya adalahamenolak, maka jawaban dari direktur saya bahwa posisi saya akan dihapus. lalu ketika sayamenanyakan bagaimana hitungannya, jawabannya adalah dianggap mengundurkan diri. Sayameminta waktu berfikir 2 hari. pertanyaan saya: 1. bisakah perusahaan menganggap sebagaipengunduran diri jika saya menolak tawaran itu dengan jawaban yang realistis tadi... 2. Caraapakah yang bisa dilakukan untuk mendapatkan hak saya? (dalam hal ini saya tidak ingindiberhentikan karena alasan perusahaan yang mengkategorikan saya mengundurkan diri).setelah saya baca UU no 13 th 2003 juga mengenai peraturan perusahaan tempat saya bekerja,maka saya tidak menemukan jika menolak dipindahkan akan dianggap mengundurkan diri.terima kasih..
 
Jawaban :
 
Terima kasih atas pertanyaan yang Saudara sampaikan.
 
Undang-Undang No. 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan (“UUK”) memangtidak mengatur bahwa salah satu alasan pengunduran diri adalah karena penolakankebijakan mutasi oleh perusahaan. Oleh karenanya, Saudara dapat merujuk padaketentuan pada peraturan perusahaan, perjanjian kerja, dan atau perjanjian kerjabersama.Biasanya, kebijakan memutasi karyawan adalah hak prerogratif perusahaan. Olehkarenanya tak jarang perusahaan mencantumkan ketentuan bahwa
 “pekerja harusbersedia ditempatkan di manapun” 
di dalam peraturan perusahaannya atau di dalamperjanjian kerja. Tak jarang juga ada perusahaan-perusahaan tertentu yangmencantumkan ketentuan sanksi bagi pekerja yang menolak dimutasi. Denganketentuan itu selintas terlihat bahwa pekerja harus mengikuti kebijakan perusahaandalam hal mutasi kerja.
 
Namun demikian, pasal 31 dan pasal 32 UUK memberikan hak dan kesempatankepada pekerja untuk ditempatkan pada jabatan yang tepat sesuai dengan keahlian,keterampilan, bakat, minat, dan kemampuan pekerja. Dengan demikian, seharusnyaperusahaan juga harus memperhatikan bakat, minat, dan kemampuan seorangpekerja sebelum yang bersangkutan dimutasi.Mengenai kasus Saudara yang akan dimutasi ke luar kota tetapi tidak mendapatkantunjangan, Saudara bisa merujuk pasal 88 ayat 1 UUK yang menyebutkan bahwasetiap pekerja atau buruh berhak memperoleh penghasilan yang memenuhipenghidupan yang layak bagi kemanusiaan. Ditambah lagi ketentuan pasal 15 ayat 1
 
PP No. 8 Tahun 1981 tentang Ketenagakerjaan yang menyatakan suatu ketentuandalam perjanjian pekerja-pengusaha yang merugikan kepentingan pekerja akanmenjadi batal menurut hukum.Dengan demikian, ketika saat ini Saudara mendapatkan penghasilkan yang layak,maka ketika dipindahkan pun Saudara seharusnya mendapatkan penghasilan yanglayak pula. Untuk masalah penghidupan yang lebih layak kita bisa merujuk kePeraturan Menteri Tenaga Kerja No. 17 Tahun 2005.
 
Jika perusahaan menyatakan Saudara dianggap mengundurkan diri karena tidakmau dipindahkan maka Saudara bisa mengajukan gugatan ke Pengadilan HubunganIndustrial di daerah tempat Saudara bekerja. Sebelum ke sana, Saudara harusberusaha menyelesaikan masalah ini secara bipartit (antara Saudara denganpengusaha) dan tripartit (antara Saudara, pengusaha, dan pihak ketiga antara lainmediator dari dinas tenaga kerja,konsiliator,atauarbiter).
Perburuhan & Tenaga Kerja
 
tenaga kontrak
 
(andhika_poetra)
 
Pertanyaan :
 
Selamat siang, saya ingin mengetahui, apabila ada tenaga kontrak yang telah bekerja lebih dari 7tahun 1 perusahaan & belum ada tanda-tanda untuk pengangkatan, bisakah tenaga kontrak tsbmelakukan tuntutan hukum thd persudahaan tsb, tuntutan hukum apakah yg dikenakan untukperusahaan tsb? sebelumnya saya haturkan terima kasih atas penjelasannya
 
Jawaban :
 
Pekerjaan kontrak dalam Undang-undang No. 13 Tahun 2003 tentangKetenagakerjaan (“
UU Ketenagakerjaan
”) dikategorikan sebagai Perjanjian KerjaWaktu Tertentu (PKWT) yaitu perjanjian yang hanya dibuat untuk pekerjaan tertentuyang menurut jenis dan sifat pekerjaannya akan selesai dalam waktu tertentu, yaitu;
 
a.
 
pekerjaan yang sekali selesai atau yang sementara sifatnya;
 
b.
 
pekerjaan yang diperkirakan penyelesaiannya dalam waktu yang tidak terlalulama dan paling lama 3 tahun;
 
c.
 
pekerjaan yang bersifat musiman; dan
 
d.
 
pekerjaan yang berhubungan dengan produk baru , kegiatan baru atau produktambahan yang masih dalam percobaan.
 
PKWT dapat diperpanjang atau diperbaharui. Tetapi untuk jenis pekerjaan yangbersifat musiman dan pekerjaan yang berhubungan dengan produk baru, kegiatanbaru dan produk tambahan tidak dapat dilakukan pembaharuan. Pembaharuan kerjaini hanya dapat diadakan setelah melebihi tenggang waktu 30 hari setelah PKWTyang lama berakhir dan hanya boleh dilakukan 1 kali untuk waktu paling lama 2tahun. Menurut pasal 59 ayat 4 UU Ketenagakerjaan, perjanjian waktu tertentuyang didasarkan atas waktu tertentu dapat diadakan untuk paling lama 2 (dua)tahun dan hanya boleh diperpanjang 1 (satu) kali untuk jangka waktu paling lama 1(satu) tahun.
 
 
Berdasarkan uraian di atas, Anda perlu memastikan dulu apakah jenis pekerjaanAnda termasuk dalam kategori yang disebutkan di atas. Jika tidak, maka jenispekerjaan Anda sudah termasuk dalam jenis pekerjaan tetap dan perjanjian kerjaAnda menjadi batal demi hukum. Karena itu pula, status Anda sudah menjadipegawai tetap sejak perpanjangan kontrak yang kedua kalinya atau ketika Andamenandatangani kontrak ketiga.Dalam UU Ketenagakerjaan ada ketentuan yang menyatakan bahwa jika PKWT tidakmemenuhi ketentuan pasal 59 ayat (1), ayat (2), ayat (4), dan ayat (5), maka demihukum perjanjiannya berubah menjadi perjanjian kerja waktu tidak tertentu danpekerja/buruhnya menjadi pegawai tetap.Agar hak-hak Anda lebih terjamin, maka Anda berhak meminta surat pengangkatansebagai pekerja tetap kepada perusahaan tempat Anda bekerja. Apabila perusahaanmenolaknya, Anda dapat melaporkan hal tersebut kepada Suku Dinas Tenaga Kerja(Sudinaker) di tingkat kabupaten/kota untuk minta dimediasi. Pihak Sudinaker akanmengeluarkan anjuran yang bisa jadi menerima atau menolak permohonan Anda.Kalau permohonan Anda diterima, tapi perusahaan tidak melaksanakan anjuranSudinaker untuk mengangkat Anda sebagai pekerja tetap, Anda bisa membawapersoalan ini ke Pengadilan Hubungan Industrial dengan jenis kasus perselisihan hak.
 
(Bung Pokrol)
 
Perburuhan & Tenaga Kerja cuti melahirkan (rembol)Pertanyaan :Menurut PP Nomor 24 Tahun 1976, cuti hanya diberikan kepada PNS/CPNS yangmasa kerjanya minimal 1 tahun. Bagai mana dengan cuti melahirkan bagi CPNSyang masa kerjanya belum 1 tahun? Apakah ada peraturan lain yangmengaturnya? Mengingat tidak ada larangan bagi CPNS untuk hamil, sedangkanmelahirkan bukan suatu hal yang bisa diatur waktunya.Jawaban :Ketentuan tentang cuti bagi PNS diatur dalam Pasal 8 UU No. 8 Tahun 1974 jo. UUNo. 43 Tahun 1999 tentang Pokok–Pokok Kepegawaian yang menyatakan bahwasetiap PNS berhak atas cuti.Ketentuan Cuti untuk PNS diatur lebih lanjut dalam PP No. 24 Tahun 1976 tentangCuti Pegawai Negeri Sipil. Dalam PP tersebut Cuti didefinisikan dalam Pasal 1sebagai keadaan tidak masuk kerja yang diizinkan dalam waktu tertentu.Cuti Bersalin diatur dalam Bagian Kelima terutama dalam Pasal 20 PP No. 24Tahun 1976 yang menyatakan bahwa (1) Untuk mendapatkan cuti bersalin,Pegawai Negeri Sipil wanita yang bersangkutan mengajukan permintaan secara

Activity (7)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Ivee de Hop added this note
bisa ga kalo suami laporan ke perusahaan dmana isrti bkerja. dan suami memohon untuk memecat istri dari perusahaan. dengan alasan menyelamatkan rumah tangga. suami punya hak ga? mohon jawabannya
panda_sb liked this
Biller Sihombing liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->