Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
10Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Solusi RMS

Solusi RMS

Ratings: (0)|Views: 1,452 |Likes:
Published by api-3746949

More info:

Published by: api-3746949 on Oct 15, 2008
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/18/2014

pdf

text

original

GERAKAN NASIONAL ANTI SEPARATIS
(GANAS)
MAKASSAR - INDONESIA
Sifat
: Istimewa
Lampiran
: -
Perihal
: SOLUSI KONKRIT PENYELESAIAN KONFLIK MALUKU
Ke p ad a
Yth. Rakyat Republik Indonesia
Di \u2013
Indonesia
Assalamu Alaikum
Wr.
Wb.

Konflik kemanusiaan yang terjadi di Maluku atau Kota Ambon sejak tahun 1999, yang lebih dikenal dengan peristiwa Idul Fitri Berdarah sampai saat ini belum ada penyelesaian yang kongkrit dan tidak menyentuh akar persoalan. Kesalahan terbesar dari Pemerintah Republik Indonesia (RI) adalah menyatakan bahwa konflik Maluku sebagai konflik SARA, Ironisnya lagi sejak pecah konflik hingga saat ini pemerintah belum mampu mendeteksi dan mendiagnosa konflik Maluku secara holistik.

Analisis yang salah oleh pemerintah RI ini, berakibat fatal pada kondisi masyarakat Maluku yang hingga kini hidup dalam bayang-bayang konflik dan diliputi rasa traumatik. Betapa tidak konsepsi atau formula yang ditawarkan dalam rangka penyelesaian konflik lebih banyak difokuskan pada retorika dialogis, berupa dialog budaya dan dialog agama bernama\u201cForum

Baku Bae\u201dyang kemudian dikerucutkan dengan lahirnya Perjanjian Malino II atas prakarsa
Presiden RI Bapak Susilo Bambang Yudhoyono dan Wakil Presiden RI Yusuf Kalla (saat itu
masing-masing menjabat sebagai Menkopolkam dan Menkokesra).

Idealnya, dari sekian agenda yang telah dilakukan, mestinya telah mampu menguak misteri dibalik konflik Maluku yang berkepanjangan, atau menjawab pertanyaan yang mungkin sampai saat ini masih menghiasi memori rakyat Maluku yakni, \u201cKonflik SARA ataukah

Separatis yang didalangi oleh RMS yang terjadi di bumi Maluku???\u201d. Setidaknya itu

merupakan amanah dari hasil Perjanjian Malino II, yang sudah seharusnya segera ditindak lanjuti oleh Pemerintah RI, akan tetapi pada faktanya sampai dengan saat ini, tidak ada pernyataan sikap dari Pemerintah RI untuk menyatakan bahwa konflik Maluku adalah murni Separatis RMS ?

Sungguh tidaklah sulit sebenarnya, untuk menyimpulkan inti persoalan, karena telah cukup bukti bahwa otak dibalik konflik Maluku adalah Separatis Republik Maluku Sarani (RMS), yang secara historis sejak pendeklarasiannya pada tanggal 25 April 1950 oleh Mr. Dr. Christian Roberth Steven Soumokil yang menyatakan memerdekakan dirinya dan terpisah dari Republik Indonesia. Pergerakan ini, dibiarkan beregenerasi dan selalu membayangi setiap desah

Sekretariat : Jln. S. Celendu, Lrg. 87/21 Kel. Pisang Utara Kec. Ujung Pandang
Telp. (0411) 310 890 Makassar

nafas dan aliran darah mereka, yang hinggak i n i Bumi Maluku sebagai bagian yang tak terpisahkan dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dinyatakan sebagai Republik Yang Hilang atau Tanah Yang dijanjikan. Akan tetapi yang menjadi tujuan akhir dari Separatis RMS ini, sebenarnya bukanlah hanya upaya memisahkan diri dari NKRI saja, tetapi kehendak untuk mengkristenkan Rakyat Maluku.

Tegasnya, kehendak DISINTEGRASI, oleh Separatis RMS digunakan hanya sebagai kedok untuk melegitimasi bahwa totalitas Rakyat Maluku menginginkan merdeka dan terpisah dari NKRI. Dengan kata lain perjuangan Separatis RMS adalahd e m i melindungi hak-hak rakyat Maluku?. kehendak tersebut, sangatlah kontras dengan kenyataan yang terjadi. Sungguh, jika benar obyek perjuangan Separatis RMS adalah disintegrasi bangsa, kenapa pula sejak tahun 1950 hingga kini, perjuangannya tidak didukung oleh Rakyat Maluku secara kolektif. Padahal jika dimaknai secara mendalam kaitannya dengan semangat otonomi daerah, sebenarnya konsepsi itu bertujuan baik sebagai koreksi terhadap pemerintah pusat akibat kesenjangan pembangunan antara pusat dan daerah, yang sudah barang tentu mestinya didukung oleh totalitas rakyat Maluku karena merasa dianak tirikan oleh Pemerintah RI, akan tetapi konsep itu tidak dapat dijadikan dasar pijakan karena pada faktanya tidak demikian.

Apa Sebabnya?

Sekali lagidi t e g a s k a n bahwa disintegrasi bangsa yang dilakukan oleh Separatis RMS adalah bukan tujuan akhirnya, tetapi lebih dari pada itu adalah konsistensi dalam memperjuangkan konsep awal yakni, mendirikan Republik Maluku Sarani (dialek agama,

Sarani adalah sama dengan Kristen). Olehnya itu pengistilahan RMS, sesungguhnyab u k a n

REPUBLIK MALUKU SELATANm e l a i n k a n REPUBLIK MALUKU SARANI sebagai cita-cita luhur Separatis RMS!. Inilah alasan yang sesungguhnya, mengapa totalitas Rakyat Maluku terutama Umat Islam tidak sepenuhnya mendukung perjuangan Republik Maluku Sarani (RMS) yang didalangi oleh Umat Kristen. Karena selain dari adanya upaya untuk memisahkan diri dari NKRI juga yang lebih berbahaya adalah gerakan Kristenisasi terhadap Rakyat Maluku pada khususnya dan Rakyat Indonesia pada umumnya. Perlu diketahui, hal ini telah menjadi rahasia umum dikalangan Rakyat Maluku, terutama umat Islam yang tidak menginginkan Maluku terpisah dari NKRI apalagi menjadikan Maluku sebagai Negara Republik Sarani.

Pemberontakan fisik yang dilakukan oleh Separatis RMS, sejak pendeklarasiannya pada
tanggal 25 April 1950, yang berkelanjutan sampai dengan terjadinya\u201dTragedi Idul Fitri
Berdarah\u201d pada tanggal 19 Januari 1999, adalah bentuk konsistensinya dalam memperjuangkan
tujuannya. Namun pada kenyataannya pergolakan fisik belum mampu mewujudkan kehendak
Separatis RMS karena mendapat perlawanan dari umat Islam dan Rakyat Pro NKRI.

Belajar dari tidak efektifnya pergolakan fisik yang terjadi sejak tahun 1950 hingga kini, maka oleh Separatis RMS, pola pergerakan diubah kearah non fisik (perang dingin). Konsep ini diawali dengan tindakan-tindakan diskriminatif yang dilakukan oleh pejabat pemerintahan daerah Maluku yang didominasi oleh umat Kristen, contohnya, Sistem Perekrutan Aparatur Negara

Sekretariat : Jln. S. Celendu, Lrg. 87/21 Kel. Pisang Utara Kec. Ujung Pandang
Telp. (0411) 310 890 Makassar
2

seperti penerimaan PNS, POLISI, dan TNI yang telah diformat sedemikian rupa, sehingga memberikan keuntungan kepada pihak Separatis RMS, dalam rangka mewujudkan konsep negara saraninya.

Selain tindakan diatas, pembangunan sarana dan prasarana fisik dalam wilayah Maluku, lebih banyak di arahkan pada daerah-daerah yang di dominasi oleh umat Kristen, tentunya hal ini dengan sendirinya telah menimbulkan kerugian terhadap totalitas Rakyat Maluku, khususnya umat Islam.

Tidak cukup dengan metode itu saja, untuk memblow up gerakannya, Separatis RMS dengan kekuatannya dalam pemerintahan daerah Maluku, dalam hal penyelesaian terkait dengan konflik Maluku, hanya diarahkan pada proses perdamaian (islah), pendekatan adat istiadat Pella- Gandong, atau kalimat-kalimat manis seperti \u201dDamai itu Indah\u201d, \u201dKatong Samua Basudara\u201d dan \u201dAle Rasa Beta Rasa\u201d. Namun demikian, perlu dipahami bahwa konflik Maluku, bukanlah konflik SARA atau yang sering disimbolkan dengan pertentangan antara golongan merah dan golongan putih, melainkan pertentangan antara masyarakat yang pro NKRI (merah putih) dan masyarakat yang kontra NKRI (anti merah putih), yang mengarah pada disintegrasi bangsa dan ancaman bagi stabilitas negara yang dikategorikan sebagai Tindakan Makar, sehingga penanganannya harus segera dituntaskan.

Dari analisis tersebut diatas, muncul pertanyaan kemudian dengan tidak mengurangi rasa
hormat pada Badan Intelijen Negara (BIN), apakah fungsi dan perangkat intelijennya tidak

mampu mengungkapkan hal tersebut? Ataukah Pemerintah RI yang tidak cukup punya keberanian untuk bersuara terhadap konflik Maluku? Jika demikian, dapat disimpulkan bahwa sungguh berdosa bangsa Indonesia terhadap rakyat Maluku karena membiarkan rakyatnya hidup dalam suasana teror?

Perlu diketahui bahwa konflik Maluku merupakan tragedi kemanusiaan terbesar di Indonesia yang bukan saja menelan ribuan jiwa dan menghancurkan harta kekayaan, melaikan menimbulkan rasa traumatik yang berkepanjangan akibat gerakan Separatis RMS., namun empati seluruh rakyat Indonesia terhadap gerakan Separatis RMS tidak tampak, terbukti hingga kini konflik Maluku tidak pernah dianggap sebagai kasus pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM).Situasi ini semakin diperparah dengan pembentukan public opinion, yang beranggapan

bahwa konflik Maluku sebagai konflik lokalan sehingga penyelesaiannya diserahkan kepada rakyat Maluku itu sendiri untuk menyelesaikannya. Tragis memang, walau pada kenyataannya konflik ini adalah ancaman serius terhadap eksistensik e d a u l a t a n negara dan bangsa.

Mungkinkah sebagai bangsa yang beradab rasa nasionalisme dan semangat kebangsaan kita
sudah sedemikin terjerembab?

Telah jelas bahwa tindak brutal yang dilakukan oleh Separatis RMS merupakan pelanggaran HAM dan Makar terhadap NKRI, yang penanganannya harus dilakukan secara cepat dan simultan dengan tujuan membasmi Separatis RMS beserta simpatisannya. Karena logikanya dalam penyelesaian konflik atau delict, yang berakibat pada pelanggaran hukum dan HAM,

Sekretariat : Jln. S. Celendu, Lrg. 87/21 Kel. Pisang Utara Kec. Ujung Pandang
Telp. (0411) 310 890 Makassar
3

Activity (10)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Luvi NMasfufa liked this
Neni Fitri liked this
Tugiran liked this
Tugiran liked this
mhddhanil liked this
parnoto liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->