Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
29Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
pengertian mikroba

pengertian mikroba

Ratings: (0)|Views: 1,585 |Likes:
Published by 'Teguh Jawai'

More info:

Published by: 'Teguh Jawai' on Oct 08, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/27/2013

pdf

text

original

 
 
BAB IITINJAUAN PUSTAKA2.1. Antibiotik
Mikroba merupakan kelompok yang paling tinggi keragamannya di bumi ini. Namunsering kali diabaikan karena pengalaman yang buruk tentang mikroba selama ini.Padahal tanpa disadari mikroba melakukan banyak hal berguna bagi hidup, sepertiketerlibatannya dalam siklus biogeokimia, penyedia senyawa tertentu di atmosferdan tanah. Salah satu nilai penting dari mikroba adalah kemampuannyamenghasilkan metabolit sekunder seperti antimikroba. Banyak teknik yang dapatdilakukan untuk mendeteksi anggota mikroba yang memproduksi metabolit yangbernilai ini. Dewasa ini pencarian mikroba dengan kemampuan menghasilkan asamamino, antimikroba (antibiotik), dan metabolit-metabolit lainnya gencar dilakukan(Meyers
et al
. 1968).Antibiotik merupakan substansi yang dihasilkan oleh suatu organisme dandapat menghambat pertumbuhan organisme lain. Antibiotik juga dimanfaatkan untuk bertahan hidup dan menghadapi organisme lain yang mengancam keberadaannya.Antibiotik ini menunjukkan aktivitas toksisitas selektif dan mungkin berbeda padatiap organisme. Sebagian besar antibiotik yang digunakan dalam beberapa dekadeterakhir murni berasal dari mikroba (Pathania & Brown 2008).Ada bermacam-macam antibiotik yang berpotensi untuk terapi penyakitinfeksi. Mereka berbeda satu sama lain dalam beberapa hal, seperti sifat fisika,kimia, farmakologis, spektrum antibakteri atau mekanisme kegiatannya. Berdasarkantoksisitasnya, antibiotik dibagi dalam 2 kelompok, yaitu antibiotik dengan aktivitasbakteriostatik bersifat menghambat pertumbuhan mikroba dan aktivitas bakterisida
Universitas Sumatera Utara
 
 bersifat membinasakan mikroba lain. Antibiotik tertentu aktivitasnya dapatditingkatkan dari bakteriostatik menjadi bakterisida bila konsentrasinya ditingkatkan(Suwandi 1992).Akhir-akhir ini banyak metode dan peralatan yang tersedia dapat digunakanuntuk mencari novel antibakteri. Aspek sumber penghasil gen dan tingkat genmerupakan bagian upaya yang secara terus menerus untuk memperoleh informasibaru terhadap pemahaman tentang patogen. Perangkat gen dapat membantu memilihtarget dan memahami tentang resistensi bakteri. Di samping itu, ketersediaan produk alami yang mencukupi menyediakan kesempatan yang luas untuk menjadikannyasebagai bahan baru, yaitu sebagai bahan kemoterapi (Michel-Briand 2007). Banyak pendekatan-pendekatan yang telah dilakukan dalam penemuan bahan antibakteribaru, salah satunya berdasarkan pendekatan genetik atau non-genetik. Kedua metodeini memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Bagaimanapun caranyakedua metode ini dilakukan yang terpenting adalah keberhasilannya dalammenemukan antibakteri baru yang efektif untuk jangka waktu yang lama (Singh2009).
2.2. Mekanisme Kerja Antibiotik
Mekanisme antibiotik menghambat mikroba melalui beberapa cara yangberbeda yaitu, antibiotik bekerja menghambat sintesis dinding sel mikroba,mengganggu membran sel mikroba, menghambat sintesis protein dan asam nukleatmikroba, dan mengganggu metabolisme sel mikroba (Suwandi 1992). Antibiotik menghambat pertumbuhan mikroba dengan cara bakteriostatik atau bakterisida.Hambatan ini terjadi sebagai akibat gangguan reaksi yang penting untuk pertumbuhan. Reaksi penting ini mungkin merupakan satu-satunya jalan untuk mensintesis makromolekul seperti protein atau asam nukleat, sintesis struktur selseperti dinding sel atau membran sel dan sebagainya.
Universitas Sumatera Utara
 
 Penghambatan pada beberapa reaksi dapat terjadi secara langsung yaituantibiotik langsung memblokir beberapa reaksi tersebut, namun masing-masingreaksi memerlukan konsentrasi antibiotik yang berbeda. Ketergantungan padakonsentrasi ini menggambarkan perbedaan kepekaan reaksi tersebut terhadapantibiotik. Selain itu, pengaruh antibiotik juga dapat terjadi secara tidak langsungyaitu berupa pengaruh sekunder akibat gangguan pada reaksi lain sebagai pengaruhprimer (Suwandi 1992).Antibiotik tertentu dapat menghambat beberapa reaksi. Reaksi tersebut adayang penting untuk pertumbuhan dan ada yang kurang penting. Toksisitas selektif rendah kurang dapat diterima, karena dapat mengganggu proses penting sel inang.Banyak proses penting pada bakteri yang dipengaruhi antibiotik mempunyaikemiripan dengan proses penting pada sel manusia seperti sintesis protein, sehinggaantibiotik tersebut juga dapat mengganggu proses pada sel manusia (Snow 1977).Antibiotik yang baik harus memiliki aktivitas antimikroba yang efektif danselektif serta memiliki aktivitas bakterisida. Sifat toksisitas selektif diperlukan agaraktivitas gangguan pada mikroba penginfeksi lebih besar daripada gangguan pada selinang. Derajat toksisitas selektif tergantung pada struktur yang dimiliki sel bakteridan sel manusia, misalnya dinding sel bakteri yang tidak dimiliki oleh sel manusia.Antibiotik dengan mekanisme kegiatan pada dinding sel bakteri mempunyaitoksisitas selektif relatif tinggi (Dancer 2004).Dalam banyak hal ada kesulitan untuk membedakan gangguan tersebutbersifat primer atau sekunder. Contoh streptomisin yang mengganggu beberapareaksi antara lain mempengaruhi sintesis protein, sintesis RNA dan DNA, integritasmembran sel dan respirasi, tetapi tidak diketahui apakah semuanya merupakan
Universitas Sumatera Utara

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->