Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
1Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Teknik+Audit

Teknik+Audit

Ratings: (0)|Views: 245|Likes:
Published by kontesamaria

More info:

Published by: kontesamaria on Oct 08, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/22/2012

pdf

text

original

 
KEMENTERIAN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIABADAN PENDIDIKAN DAN PELATIHAN KEUANGANSEKOLAH TINGGI AKUNTANSI NEGARATANGERANG
 
TUGAS KOMPUTER AUDIT
TEKNIK AUDIT
Disusun Oleh:Kelompok 3
Frendi Tri Prasetia (08320006580/15)Gita Wiryawan Puja Negara (08320006597/16)Gurasa Omar Shareen Silalahi (08320006600/17)Heru Irpan Santoso (08320006622/18)I Gede Yudi Henrayana (08320006626/19)Imam Nur Cholish (08320006635/20)Imam Taufik (08320006636/21)Kukuh Novian Dwitama (08320006659/22)
Kelas 3-E Spesialisasi Administrasi PerpajakanSekolah Tinggi Akuntansi Negara2010
 
 
TUGAS
[
TEKNIK AUDIT
]
 
Kelompok 3 Kelas 3-E
2
TEKNIK AUDIT
Teknik audit adalah metode yang digunakan oleh auditor untuk
mengumpulkan bukti audit. Menurut Arens dalam bukunya “
Auditing andAssurance Services, 9th Edition
”,
teknik audit ada tujuh, yaitu pengujian fisik(
physical examination 
), konfirmasi (
confirmation 
), dokumentasi (
documentation 
),prosedur analitis (
analytical procedures 
), wawancara kepada klien (
inquiries of the client 
), hitung uji (
reperfomance 
), dan observasi (
observation 
).
1. Pengujian Fisik
Pengujian fisik
 
adalah pengujian substantif yang melibatkan perhitungan atasaktiva yang berwujud, seperti kas, persediaan, bangunan, dan peralatan. Teknik initidak dapat diterapkan pada aktiva yang keberadaannya dibuktikan terutama melaluidokumentasi, seperti piutang usaha, investasi, atau beban dibayar di muka. Selainitu, teknik ini juga tidak dapat diterapkan pada kewajiban, pendapatan, atau beban.Sasaran utama dari pengujian fisik adalah membuktikan keberadaan(
existence 
) hal-hal yang tersaji dalam laporan keuangan klien. Contoh pengujian fisikadalah auditor mendatangi klien dan melakukan
Cash Opname 
.
Cash Opname 
adalah perhitungan fisik kas (uang) yang dimiliki oleh klien, kemudian auditormenggolongkan kas yang dimiliki klien berdasarkan nilai nominalnya, dan terakhirauditor menghitung besarnya kas yang dimiliki klien.Selain itu, pengujian fisik juga dapat digunakan auditor untuk mengujipenilaian (
valuation 
) karena kuantitas terlibat secara langsung dalam penentuan nilaisebagian besar aktiva. Contoh dari hal ini adalah dengan melakukuan perhitunganfisik persediaan yang dimiliki oleh klien, auditor juga dapat menentukan nilai daripersediaan yang dimiliki klien. Melalui pengujian fisik, auditor juga kadang-kadangdapat memperoleh bukti mengenai mutu atau kondisi, dan dalam hal ini tentu jugaakan mempengaruhi penilaian.Pengujian fisik juga dapat digunakan auditor untuk menguji asersi mengenaikelengkapan (
completeness 
). Dengan pengujian fisik auditor bisa menemukan item-item yang seharusnya tersaji tetapi dihilangkan klien dari laporan keuangan. Melaluipengujian fisik, asersi mengenai hak dan kewajiban (
rights and obligations 
) jugadapat diuji oleh auditor, tetapi hanya untuk mendukung kepemilikan aktiva.Bukti audit yang diperoleh dari pengujian fisik untuk menguji asersikeberadaan sangat tinggi. Akan tetapi, bukti audit yang diperoleh auditor daripengujian fisik juga dapat menyesatkan jika auditor tidak memiliki keahlian ataukurang hati-hati dalam melakukan pengujian fisik. Dengan demikian, pengujian fisikharus dilakukan dengan hati-hati. Jika auditor merasa kurang memiliki keahlian dan
 
TUGAS
[
TEKNIK AUDIT
]
 
Kelompok 3 Kelas 3-E
3
pengalaman dalam menilai suatu aktiva, sebaiknya auditor meminta bantuan daripihak independen yang ahli dalam menilai aktiva tersebut. Contohnya, jika auditormerasa tidak memiliki kemampuan dan keahlian untuk menilai persediaan emasklien, auditor dapat meminta bantuan seseorang yang ahli dalam penilaian emas(misalnya penilai emas dari Pegadaian) untuk membantu auditor menentukan nilaipersediaan emas tersebut.
2. Konfirmasi
Konfirmasi adalah metode yang digunakan auditor untuk memperoleh buktiaudit dengan cara meminta tanggapan baik secara tertulis maupun lisan dari pihakketiga yang independen mengenai item-item tertentu yang mempengaruhi laporankeuangan klien. Pada konfirmasi tertulis, konfirmasi adalah surat yang ditandatangaiklien, ditujukan kepada pihak ketiga terkait (biasanya pelanggan atau kreditur) untukmeminta penegasan (konfirmasi) mengenai saldo utang/piutang klien pada pihakketiga tersebut per tanggal tertentu (biasanya tanggal neraca). Bukti audit yangdiperoleh dari konfirmasi memiliki keandalan yang sangat tinggi karena bukti auditdari teknik audit ini diperoleh dari pihak ketiga yang independen terhadap klien. Olehkarena bukti audit yang diperoleh dari konfirmasi sangat tinggi, teknik audit iniadalah teknik audit yang paling banyak digunakan, terutama untuk menguji asersimanajemen terhadap utang dan piutang usaha.Konfirmasi dapat dibagi menjadi dua, yaitu konfirmasi positif dan konfirmasinegatif. Pada konfirmasi positif auditor mengirimkan surat yang isinya memintatanggapan kepada pihak ketiga terkait, pihak yang dimintakan konfirmasi tersebutdiharuskan menjawab (membalas) apakah setuju atau tidak dengan jumlah yangtercantum dalam surat yang dikirimkan auditor. Konfirmasi positif biasanyadigunakan dalam keadaan:1) saldo utang/piutang klien per pelanggan/kreditur relatif besar2) jumlah pelanggan/kreditur sedikit3) pengendalian intern klien (agak) lemah4) waktu audit cukup panjang.Sedangkan pada konfirmasi negatif, surat yang dikirimkan auditor hanyadibalas pihak yang dimintakan konfirmasi apabila jumlah yang tercantum dalamsurat yang dikirimkan auditor tersebut tidak disetujui oleh pihak ketiga tersebut.Apabila pihak ketiga setuju dengan jumlah yang tercantum dalam surat yangdikirimkan auditor, maka pihak ketiga tersebut tidak perlu membalas surat yangdikirimkan tersebut. Biasanya dalam konfirmasi negatif, surat yang dikirimkan auditordiberi batas waktu. Jika pihak terkait yang dikirimi surat tidak memberikan jawabanatas konfirmasi tersebut sampai pada waktu yang ditetapkan maka pihak yangdimintakan konfirmasi tersebut dianggap setuju. Konfirmasi negatif umumnyadigunakan auditor apabila:

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->