Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
11Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Asesmen Dalam Pembelajaran Matematika

Asesmen Dalam Pembelajaran Matematika

Ratings: (0)|Views: 2,351|Likes:
Published by yusi riza

More info:

Published by: yusi riza on Oct 10, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, DOC, TXT or read online from Scribd
See More
See less

04/07/2013

pdf

text

original

 
Asesmen dalam Pembelajaran MatematikaPengertian Asesmen
Asesmen (penilaian) merupakan suatu strategidalam pemecahan masalah pembelajaran melalui berbagai cara pengumpulan dan penganalisisaninformasi untuk pengambilan keputusan(tindakan) berkaitan dengan semua aspek  pembelajaran.
Tujuan Asesmen
Asesmen bukan sekedar tes di akhir pembelajaranuntuk mengecek bagaimana siswa bekerja dalamkondisi tertentu, namun harus terlaksana pada saat pembelajaran berlangsung untuk memberiinformasi kpd guru dan memandunya dalammenentukan tindakan mengajar danmembelajarkan siswa.Asesmen jangan dilakukan hanya kepada siswatetapi harus dilakukan untuk siswa, yaitumemandu dan mengarahkan mereka dalam belajar.Tujuan utama asesmen adalah untuk memodelkan pembelajaran yang efektif, memonito perkembangan kemampuan siswa, danmenginformasikan tindakan yang diperlukandalam pembelajaran. Melalui asesmen guruterbimbing menentukan metode atau pendekatanyang harus dilakukan agar pembelajaran efektif dan memiliki nilai tambah bagi siswa.
Tiga persoalan dalam asesmen
Bagaimana memperoleh situasi kontekstualorisinil sebagai bahan untuk melaksanakanasesmen?Bagaimana cara merancang alat asesmen yangmampu merefleksikan hasil belajar siswa?Bagaimana menilai hasil pekerjaan siswa?
Prinsip-prinsip Asesmen
Ditujukan untuk meningkatkan kualitas belajar dan pengajaran.Metode asesmen harus dirancangsedemikian rupa sehingga memungkinkan siswamengungkapkan apa yang mereka ketahui, bukan mengungkap apa yang tidak diketahui.Harus bersifat operasional untuk mencapaitujuan-tujuan pembelajaran matematika.Kualitas asesmen tidak ditentukan olehkemungkinan untuk dapat melakukan skoringsecara obyektif.Harus bersifat praktis (mudah diterapkan).
Asesmen Otentik 
Asesmen yang dilakukan menggunakan beragam sumber, pada saat kegiatan belajar  berlangsung, dan menjadi bagian taterpisahkan dari pembelajaran.Asesmen otentik biasanya mengece pengetahuan dan keterampilan siswa pada saatitu (aktual), dan penguasaan pengetahuan yangdiharapkan dari kegiatan pembelajaran.Beragam bentuk yang menunjukkan buktidari kegiatan belajar dihimpun dalam kurunwaktu tertentu dan dalam konteks yang beragam pula.
Asesmen Tingkat Rendah
Mencakup pengetahuan tentang obyek,definisi, keterampilan teknik serta algoritmastandar.Misal:Amir mengendarai sebuah mobil sejauh 170km dan menghabiskan bensin sebanyak 14 liter.Berapa km dapat ditempuh untuk setiap 1 liter  bensin yang digunakan?
`Asesmen Tingkat Menengah
Ditandai dengan adanya tuntutan bagi siswauntuk mampu menghubungkan dua atau lebihkonsep maupun prosedur.Soal-soal pada tingkat ini misalnya dapatmemuat hal-hal berikut: keterkaitan antakonsep, integrasi antar berbagai konsep, dan pemecahan masalah. Selain itu masalah padatingkatan ini seringkali memuat suatu tuntutanuntuk menggunakan berbagai strategi berbedadalam menyelesaikan soal yang diberikan.`
Assesmen Tingkat Tinggi
Memuat suatu tuntutan yang cukupkompleks seperti berpikir matematik dan penalaran, kemampuan komunikasi, sikap kritis,kreatif, kemampuan interpretasi, refleksi,generalisasi dan matematisasi.Komponen utama dari tingkat ini adalahkemampuan siswa untuk mengkonstruksisendiri tuntutan tugas yang diinginkan dalamsoal.
Teknik-teknik AsesmenObservasi
Pengamatan langsung mengenai tingkahlaku siswa dalam kegiatan pembelajaran.Guru dapat memperoleh gambaranmengenai sikap dan disposisi terhadapmatematika. Gambaran ini diperlukan untuk mendorong siswa bekerja atas kelebihan-kelebihannya, mencoba dan menyadarikelemahannya.
Bertanya
Bertanya merupakan pelengkap observasi bertujuan untuk membantu siswa memahamikesulitan yang dihadapinya dalam belajamatematika.
Wawancara
1
 
Wawancara adalah kombinasi bertanya danobservasi, biasanya dilakukan dengan seorangsiswa di suatu tempat yang tenang.Faktor kunci dalam melakukan wawancaraadalah melaporkan sesuatu yang diketahui gurumengenai siswa, menerima jawaban siswa tanpamenghakiminya, dan mendorongnya untu berbicara dan berargumentasi.
Tugas
Informasi tingkat pemahaman siswa tentangmatematika dapat dilihat dari tugas yangdiselesaikannya. Karena itu tugas tertentu dapatdirancang pentahapannya mulai dari yangsederhana sampai yang kompleks.
Asesmen Diri
Boleh jadi siswa merupakan penilai terbaiuntuk pekerjaan dan perasaannya sendiri. Bilasiswa belajar menilai sendiri pekerjaannya iaakan merasa bertanggung jawab atas kegiatan belajarnya. Bisa dimulai dengan memeriksaapakah pekerjaannya benar atau salah,menganalisis strategi yang dilakukan siswa lain,dan melihat cara mana yang paling sesuaidengan pemikirannya.
Hasil Pekerjaan Siswa
Yang termasuk hasil pekerjaan siswa adalahtugas tertulis, proyek, atau produk yang dibuatsiswa yang dapat dikumpulkan dan dievaluasi.Yang penting yang dapat dilihat dari pekerjaansiswa adalah apa dan sejauh mana siswamempelajari matematika.
Jurnal
Kemampuan komunikasi matematika secaralisan/tertulis merupakan kompetensi yang penting. Cara sederhana memulai melatih siswaterampil berkomunikasi adalah dengan memintasiswa menulis apa yang mereka pahami danyang tidak dipahami, perasaan merekamengenai kegiatan yang telah dilaksanakan, danyang telah dipelajari, apa yang mereka sukaidari matematika.
Tes
Melalui tes kita dapat memperolehinformasi dan petunjuk mengenai pembelajaranyang telah dan yang harus dilakukanselanjutnya, bukan sekedar menentukan skor.PortofolioPortofolio merupakan kumpulan pekerjaanyang telah dilakukan oleh siswa, di dalamnyatermasuk tugas, proyek, jurnal, hasil tes,laporan, catatan guru, dan sebagainya.Portofolio merupakan sumber informasiyang lengkap bagi guru mengenai prestasi yangtelah dicapai siswa.Selain itu portofolio memiliki nilai tambah bagi siswa dalam menilai diri. Oleh karena itusangat penting agar siswa menuliskan tanggaldalam setiap isian portofolio.
Penutup
Asesmen tidak bisa dipisahkan dari kegiatan pembelajaran. Informasi yg terkumpul sangatdiperlukan dalam mengambil keputusan padasaat pembelajaran dan memantau perkembangansiswa. Semua itu berguna untuk memperbaikidan meningkatkan kualitas pembelajaran.Juga penting adalah untuk memperolehinformasi mengenai sikap siswa terhadapmatematika.Guru dapat menggunakannya untumendorong siswa menjadi pembelajar yangmandiri, membuat inovasi dalam pembelajaran,dan bahan laporan kepada orang tua siswa.
Filsafat KonstruktivismePengertian Belajar
Belajar berasal dari kata ‘ajar’Ajar = petunjuk yg diberikan kpd orgsupaya diketahui (diturut)Belajar = upaya memperoleh kepandaianatau ilmu
Teori Belajar Behaviorisme
Behaviorisme = teori blj yg menekankan pd pembentukan perilaku keteraturan, ketertiban,ketaatan, dan kepastian.Teori behavioristik menggunakan modelstimulus – respon, menempatkan org yg blj sbgindividu yg pasif (spt teori tabularasa).Filsafat behavioristik cocok untuk pada erayg diwarnai keteraturan, tp kurang sesuai padaera yg diwarnai ketidakmenentuan danketidakpastian.
Mengapa Behaviorisme Ditinggalkan?
Dalam teori tabularasa siswa dianggap sbgkertas kosong atau otak kita spt botol kosong ygsiap ditulisi/dicoret-coret atau diisi apa saja olehguru. Berhasil tdknya siswa dlm blj sangatditentukan oleh kepiawaian guru dalam‘memasukkan’ ilmunya ke dlm otak siswa.Tetapi muncul pertanyaan, mengapa setelahsiswa selesai blj dari gurunya mrk tidak mendapatkan hasil yg sama. Bukankah pdwaktu blj mendapat ‘jatah ilmu’ yg sama darigurunya?
Apakah Filosofi Konstruktivisme?Aliran Realisme
Bagaimana anak (siswa) memperoleh pengetahuan?Aliran realisme: pengetahuan merupakansuatu tiruan atau replika dari suatu realita dalam2
 
 pemikiran manusia. Ini berarti pengetahuan itudpt dipindahkan seutuhnya dari pikiran pengajar ke pikiran pelajar.Konsekuensinya, pengajar memfokuskandiri pd upaya penuangan pengetahuan ke kepalasiswa.
Aliran Rasionalisme
Bagaimana anak (siswa) memperoleh pengetahuan?Aliran rasionalisme: pengetahuan pengetahuan ada secara apriori pada pikirananak (siswa); pengetahuan diperoleh melalui proses berpikir terlepas dari pengalamanmanusia itu sendiri.
Filosofi Konstruktivisme ttg PemerolehanPengetahuan
Pengetahuan dibangun oleh manusia sedikitdemi sedikit, yg hasilnya diperluas melaluikonsteks yg terbatas.Pengetahuan bukanlah seperangkat fakta-fakta, konsep atau kaidah yg siap diambil dandiingat.Pengetahuan tdk dpt ditransfe
Asal – usul Konstruktivisme
Vico “De Antiquissima Italorum Sapientia”(1710)“Tuhan adalah pencipta alam semesta danmanusia adalah tuan dari ciptaan”Mengetahui berarti mengetahui bgmmembuat sesuatu”Hanya Tuhan sajalah yg mengerti alamsemesta krn hanya Dia yg tahu bgmmembuatnya dan dari apa Dia membuatnya”
Kontruktivisme Abad 20
Mark BaldwinJean Piaget
Ciri – ciri Guru Konstruktivis
1.Menganjurkan dan menerima otonomi daninisiatif siswa2.Menggunakan data primer dan bahanmanipulatif dg penekanan pd keterampilan berpikir kritis3.Ketika penyusunan tugas-tugas, memakaiistilah kognitif spt klasifikasi, analisis,ramalkan, dan ciptakan4.Menyertakan respons siswa dlm rangka pengendalian pelajaran, mengubah strategi pembelajaran, dan mengubah isi5.Menggali pemahaman siswa ttg konsep2 ygakan dibelajarkan sebelum sharing pemahamannya ttg konsep2 tsb6.Menyediakan kondisi agar siswa dpt berdiskusi baik dg dirinya maupun dg siswayg lain7.Mendorong sikap inkuiri siswa dgmenanyakan sesuatu yg menuntut berpikir kritis, menggunakan pertanyaan2 terbuka,dan mendorong siswa agar berdiskusi dgteman8.Mengelaborasi respon awal siswa9.Mengikutsertakan siswa dalam pengalaman2 yg dpt menimbulkankontradiksi thd hipotesis awal mrk dankemudian mendorong diskusi10.Menyediakan waktu tunggu setelahmengajukan pertanyaan211.Menyediakan waktu untuk siswa dlmmengonstruksi hubungan2 dan meciptakananalogi atau kiasan2 (metaphors)12.Memelihara sikap keingintahuan alamiahsiswa melalui peningkatan frekuensi pemakaian model siklus blj.
PMRI memerlukan metode penilaian yangberbeda
Filosofi: Matematika sebagai aktifitasmanusia.Prinsip PMR: Menemukan kembali,fenomena didaktis, pengembangan modelsendiri.Karakteristik PMR:Penggunaan konteks,model, kontribusi siswa, interaktivitas, intertwin
Penilaian dalam PMRI: Penilaian Didaktis
Penilaian tersebut berkaitan erat dengan pengajaran dan merupakan bagian prakte pendidikan sehari-hari di kelas.Tujuannya bersifat didaktis, artinya berusaha mengumpulkan data yang meyakinkantentang siswa dan proses-proses pembelajarannya guna membuat keputusan-keputusan pendidikan yang khusus.Isi penilaian juga bersifat didaktismaksudnya isi penilaian tidak hanya khusus(terbatas) pada ketrampilan-ketrampilan yangmudah dinilai, tetapi beberapa tujuan(kompetensi, istilah Kurikulum 2004) yangterdapat dalam kurikulum dan secara mendalam.Prosedur penilaian juga bersifat didaktis,artinya prosedur yang diterapkan merupakanintegrasi pengajaran dan penilaian sertamerupakan fase dalam proses mengajar-belajar.Alat dalam menilai juga harus didaktis,artinya alat tersebut harus dapatmenggambarkan siswa secara lengkap dan utuh,sehingga alat yang digunakan bervariasi sesuaidengan informasi yang diperlukan.3

Activity (11)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Lianti091091 liked this
Lianti091091 liked this
adambitor1713 liked this
Susanti Cimuet liked this
Defhani Aja liked this
Kim Hye Rin liked this
Annist Hanifah liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->