Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
4Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
karikatur

karikatur

Ratings:

5.0

(1)
|Views: 3,716|Likes:
Published by api-3755144

More info:

Published by: api-3755144 on Oct 15, 2008
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, DOC, TXT or read online from Scribd
See More
See less

03/18/2014

pdf

text

original

Daftarkan pengguna baruatau Log in jika sudah terdaftar sebelumnya
Karikatur Nabi Muhammad Jyllands-
Posten
Dari Wikipedia Indonesia, ensiklopedia bebas berbahasa
Indonesia.
Langsung ke: panduan arah,car i
Artikel atau sebagian dari artikel ini tentang sebuah peristiwa aktual.
Informasi di halaman ini bisa berubah setiap saat.
Kontroversi mengenai karikatur Nabi Muhammad(lihat gambar yang dimaksud)

pertama dimulai setelah dua belaskarik atur NabiMuha mmad, pendiri agamaIsl am,
diterbitkan di surat kabarJy llands-Posten; 30 September 2005. Jyllands Posten adalah
surat kabar terbesar diDen mark.

Daftar Isi
[
Sembunyikan]
\u2022
1 Penerbitan
\u2022
2 Kontroversi
\u2022
3 Tanggapan internasional
o
3.1 Pemimpin dunia
o
3.2 Reaksi di Indonesia
\u2022
4 Referensi
\u2022
5 Pranala luar
[sunting]
Penerbitan
Enam dari kedua belas karikatur tersebut diterbitkan ulang di surat kabar Mesir, El Faqr,
pada 30 Oktober 2005 untuk mendampingi sebuah artikel yang mengkritik keras tindakan
Posten, namun saat itu karikatur-karikatur ini belum mendapat perhatian yang besar di
luar Denmark.
[1] Hanya pada Desember 2005, saat Organisasi Konferensi Islam mulai
menyatakan penentangannya, barulah kontroversi ini menghangat di dunia. Sebagian dari

karikatur tersebut diterbitkan di surat kabarNorwegia,Magazinet, pada tanggal 10
Januari 2006. KoranJerman, Die Welt, surat kabarPeranc is France Soir dan banyak surat
kabar lain di Eropa dan juga surat kabar di Selandia Baru danYordan ia.

DiIndonesia, tercatat ada dua media massa menerbitkan karikatur-karikatur ini, masing-
masing Tabloid Gloria (5 karikatur)
[2]dan Tabloid PETA.
[3] Pemimpin redaksi (pemred)
Gloria kemudian meminta maaf dan menarik penerbitannya,
[4] sedangkan pemimpin
umum dan pemredPETA dijadikantersangka.
[5]
[sunting]
Kontroversi
Karikatur-karikatur tersebut, pada mulanya dimaksudkan untuk mengilustrasikan secara
satir artikel yang membahas penyensoran diri (self-censorship) dan kebebasan
berpendapat (freedom of speech). Jyllands-Posten memesan dan menerbitkan karikatur

Muhammad setelah mendengar dari pengarang Denmark, Kare Bluitgen, bahwa ia tidak
dapat menemukan orang yang bersedia menggambar Muhammad untuk digunakan di
buku yang dikarang olehnya. Mereka tidak berani menggambar Muhammad karena takut
akan terancam oleh serangan dari ekstremis Muslim. Ajaran Islam melarang
penggambaran Nabi Muhammad untuk mencegah pemujaanberhala. Walaupun begitu,
ada kaum Muslim yang tidak setuju oleh pandangan ini dan mempublikasikan gambar
Muhammad, akan tetapi tidak dalam bentuk satir.

MeskipunJy llands-Posten mengatakan penerbitan gambar-gambar ini ditujukan untuk menunjukkan bahwa kebebasan berbicara berlaku bagi siapapun, sebagian orang (baik Muslim dan non-Muslim) menganggap gambar-gambar tersebut adalah penghinaan terhadap Islam dan menunjukan Islam-fobia di Denmark.

Sebagai reaksi atas artikel itu, dua kartunis telah menerima ancaman pembunuhan
sehingga mereka terpaksa bersembunyi. Menteri luar negeri dari sebelas negara Islam
mendesak pemerintah Denmark untuk menindak surat kabar yang menerbitkan karikatur
di atas dan juga meminta maaf. Perdana Menteri Denmark, Anders Fogh Rasmussen
berkata, "Pemerintah Denmark tidak akan meminta maaf karena pemerintah tidak
mengontrol media atau surat kabar; itu adalah pelanggaran dari kebebasan berbicara,"
namun Rasmussen juga berkata bahwa ia "sangat menghormati penganut agama. Tentu
saja saya tak akan pernah memilih untuk menggambarkan simbol keagamaan dengan cara
tersebut."

[6]
Jyllands-Posten sendiri telah meminta maaf karena telah menghina umat Muslim, namun

tetap berpendapat bahwa mereka berhak menerbitkan karikatur tersebut, dengan alasan
bahwa fundamentalisme Islam tidak dapat mengontrol hal-hal yang dapat diterbitkan
media di Denmark.

[7]
[sunting]
Tanggapan internasional

Dalam menanggapi kemarahan komunitas Muslim, editor utama France Soir
diberhentikan oleh pemilik surat kabar koran ini; Raymond Lakah. Lakah sendiri adalah
seorang Perancis keturunan Mesir dan beragama Katolik Roma. Kemudian editor surat
kabar Yordaniaal-Shihan, yang juga memuat karikatur ini, dipecat dan kemudian
ditangkap pihak kepolisian.

[sunting]
Pemimpin dunia

Karikatur ini diambil dari surat kabar Yordania Al Ghad yang berpendapat bahwa Dunia Barat memakai standar ganda dalam kontroversi Jyllands-Posten ini. Teks dalam gambar ini menyatakan menurut arah jarum jam: "Yang ini rasis", "Yang ini anti-semitik", dan "Yang ini termasuk kebebasan berpendapat."

Organisasi Konferensi Islamdan Liga Arab meminta agarPBB menjatuhkan sanksi
internasional terhadap Denmark.
[8] Sementara itu, produk dari Denmarkdiboikot oleh

konsumen di Arab Saudi, Kuwait dan negara Arab lain. Selain itu ada protes besar-
besaran oleh kaum Muslim di Indonesia, Malaysia, Pakistan, negara Arab dan negara lain
yang mempunyai populasi Muslim, hampir semuanya menggunakan kekerasan. Pada
tanggal 4 Februari, Kedubes Denmark dan Norwegia diSuriah dibakar, akan tetapi tidak
ada korban jiwa. Sehari kemudian pada tanggal 5 Februari Kedubes Denmark diBeiru t,
Lebanon juga dibakar oleh amukan massa. Akibat kejadian ini, Menteri Dalam Negeri
Lebanon, Hassan al-Sabaa mengundurkan diri.

[9] Dua hari kemudian, pada 7 Februari,
Iran resmi memutuskan hubungan dagang dengan Denmark.
[10]

Sekjen PBB, Kofi Annan, menyatakan keprihatinannya akan peristiwa ini dan berkata
bahwa "kebebasan pers" harus selalu diterapkan melalui penghormatan terhadap
keyakinan agama dan ajaran seluruh agama".

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->