Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
24Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Upaya Reklamasi Bekas Hutan Batu Bara

Upaya Reklamasi Bekas Hutan Batu Bara

Ratings: (0)|Views: 1,216 |Likes:
Published by wanabaktimanunggal
Upaya Pelestarian Lingkungan
Upaya Pelestarian Lingkungan

More info:

Published by: wanabaktimanunggal on Oct 12, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/27/2013

pdf

text

original

 
 46
UPAYA REKLAMASI LAHAN BEKAS TAMBANG BATUBARADI KALIMANTAN SELATAN
Dony Rachmanadi
*
 Abstract
Penambangan batubara di Kalimantan Selatan pada umumnya menyebabkan kerusakan dan perubahan lansekap lahan karena menggunakan sistem pertambangan terbuka. Untuk mengatasi dampak tersebut dilakukan kegiatan reklamasi yang diharapkan dapat memulihkan kondisi ekosistem mendekati seperti kondisi semula atau rona awalnya sehingga lahan bekas tambang dapat kembali produktif. Salah satu bagian dari kegiatan reklamasi adalah kegiatan penanaman kembali atau revegetasi dimana pada umumnya revegetasi ini menggunakan jenis-jenis tanaman cepat tumbuh yang adaptif pada kondisi yang sangat marjinal. Revegetasi areal tambang harus dilihat secara menyeluruh (holistik) karena yang diharapkan dari kegiatan ini adalah kelestarian fungsi dari lahan sesuai peruntukkannya. Wacana yang dikemukakan dalam kerangka holistik ini adalah pembentukan kantong-kantong pelestarian vegetasi yang dilakukan sebelum kegiatan pertambangan berlangsung; pemantapan fase revegetasi yang meliputi penanaman prakondisi menggunakan jenis cepat tumbuh/pioner yang dilanjutkan dengan fase introduksi jenis-jenis klimaks; dan pengelolaan areal revegetasi untuk menjaga keberlangsungan proses suksesi dari ancaman seperti kebakaran hutan dan lahan.Keywords: batubara, revegetasi, holistik, kantong pelestarian, suksesi 
I. PENDAHULUAN
Indonesia merupakan salah satu negara yang kaya akan sumber dayaenergi dan mineral, baik berupa minyak dan gas bumi, tembaga, nikel, dan lain-lain. Salah satu jenis bahan tambang andalan, diluar minyak dan gas, adalahbatubara (
coal 
). Direktorat Investasi Sumbedaya Mineral (2003) menyebutkanbahwa potensi batubara nasional mencapai 57,85 milyar ton. Kalimantan Selatanmemiliki potensi sebesar 15% dari potensi nasional tersebut. Mulyanto,
et.al.,
 (2006) menyebutkan bahwa sektor pertambangan dan energi, sampai saat inimerupakan sektor penting dalam menopang ekonomi negara oleh karena sektor ini pada triwulan III tahun 2005 menyumbang 10.45 % Pendapatan DomestikBruto (PDB) Nasional atau setara 74 trilyun rupiah (BPS, 2005
 ).
KemudianDepartemen Energi dan Sumber Daya Mineral menjelaskan lebih jauh, produksibatubara telah mencapai 2.313 ribu BOEPD (
barel 
 
oil equivalen per day 
) padatahun 2007, dan tahun 2008 produksi batu bara diproyeksikan akan mencapai2.359 ribu BOEPD.Selain memberikan manfaat positif seperti disebutkan diatas, tidak dapatdipungkiri kegiatan pertambangan juga memiliki dampak negatif yang tidak sedikit,
*
Balai Penelitian Kehutanan Banjarbaru
 
 47
misalnya kerusakan lingkungan seperti hilangnya fungsi proteksi terhadap tanah,hilangnya keanekaragaman hayati (
gene pool 
), terjadinya degradasi pada daerahaliran sungai, perubahan bentuk lahan, terjadinya peningkatan erosi, danterlepasnya logam-logam berat yang dapat masuk ke lingkungan perairan. Jika halini dibiarkan, maka akan mengancam kehidupan manusia (Rahmawaty, 2002).Dalam rangka mengembalikan kondisi lingkungan sedemikian rupa sehinggadapat berfungsi dan berdaya guna sesuai peruntukannya, maka terhadap lahanbekas pertambangan, selain dilakukan penutupan tambang, juga harus dilakukanpemulihan kawasan bekas pertambangan.Pemulihan kawasan tambang batubara dilakukan melalui kegiatanreklamasi. Reklamasi adalah kegiatan yang bertujuan untuk memperbaiki ataumenata kegunaan lahan yang terganggu sebagai akibat kegiatan usahapertambangan agar dapat berfungsi dan berdayaguna sesuai denganperuntukkannya. Lingkup kegiatan reklamasi: penatagunaan lahan, revegetasi,pencegahan dan penanggulangan air asam tambang, dan pekerjaan sipil (PermenESDM No. 18 tahun 2008).Dari keseluruhan lingkup kegiatan reklamasi tersebut, makalah ini akanmencoba untuk menitikberatkan pembahasan pada kegiatan revegetasi. Dalamkerangka penyelamatan hutan sebagaimana tema workshop ini, maka revegetasiharus dipandang pada perspektif yang menyeluruh (holistik) dimana kelestarianfungsi dari hutan lah yang akan dicapai dalam kegiatan revegetasi yang dimaksud.
II. UPAYA REKLAMASI DAN REVEGETASI TAMBANG BATUBARA
Anonim (2006) menyebutkan, pada prinsipnya kawasan atau sumberdayaalam yang dipengaruhi oleh kegiatan pertambangan harus dikembalikan kekondisi yang aman dan produktif melalui reklamasi/rehabilitasi. Kondisi akhir reklamasi diarahkan untuk mencapai kondisi seperti sebelum ditambang ataukondisi lain yang telah disepakati. Kegiatan ini dilakukan secara terusmenerus/berlanjut sepanjang umur pertambangan sampai pasca tambang.Tujuan jangka pendek reklamasi adalah membentuk bentang alam
(landscape)
yang stabil terhadap erosi. Selain itu juga bertujuan untukmengembalikan lokasi tambang ke kondisi yang memungkinkan untuk digunakansebagai lahan produktif. Bentuk lahan produktif yang akan dicapaimenyesuaiakan dengan tataguna lahan pasca tambang. Penentuan tatagunalahan pasca tambang sangat tergantung pada berbagai faktor antara lain potensiekologis lokasi tambang dan keinginan masyarakat serta pemerintah. Bekas lokasitambang yang telah direklamasi harus dipertahankan agar tetap terintegrasidengan ekosistem bentang alam sekitarnya.Lebih lanjut dijelaskan, untuk mencapai tujuan tersebut maka perludilakukan beberapa upaya seperti : rekonstruksi lahan dan manajenem
top soil 
.Pada kegiatan ini, lahan yang masih belum rata harus terlebih dahulu ditatadengan penimbunan kembali (
back filling 
) dengan memperhatikan jenis dan asalbahan urugan, ketebalan, dan ada tidaknya sistem aliran air (drainase) yangkemungkinan terganggu. Sebaiknya bahan-bahan galian dikembalikan keasalnyamendekati keadaan aslinya. Ketebalan penutupan tanah (
sub-soil 
) disarankanberkisar 70-120 cm yang dilanjutkan dengan re-distribusi
top-soil 
. Untukmemperoleh kwalitas top-soil yang baik, maka pada saat pengerukan,
 
 48
penyimpanan dan re-distribusinya harus dilakukan pengawasan yang ketat. Re-alokasi
top-soil 
pada lahan tanam bisa dilakukan secara lokal (per-lubang) ataudisebarkan merata dengan kedalaman yang memadai. selain itu juga dilakukanrevegetasi lahan kritis.Fakultas Teknik Pertambangan dan Perminyakan ITB, Departemen Energidan Sumber Daya Mineral (ESDM) dan Kementerian Negara Lingkungan Hidup(2008), menguraikan beberapa kegiatan reklamasi yang dilakukan olehperusahaan tambang, sebagai berikut: PT.Freeport Indonesia melakukanreklamasi dan suksesi alami pada area pengendapan pasir sisa tambang (sirsat).Sirsat mengapung bersama aliran sungai dan mengendap di daerah dataranrendah, dibantu dengan pembuatan tanggul. Di daerah dataran rendah inilahdilakukan suksesi dan reklamasi. Sirsat secara natural akan mencapai komunitasklimaks yang memberikan nilai ekologi dan nilai ekonomi. Saat ini sekitar 126spesies berhasil ditanam dan dibudidayakan pada lahan sirsat baik denganmaupun tanpa penambahan bahan organik.PT.Koba Tin menggunakan metode ‘Pot System’ untuk mengatasiminimnya top soil pada rehabilitasi lahan bekas tambang. Metode ‘Pot System’dinilai efektif untuk mengatasi lahan bekas tambang yang miskin unsur hara.Prinsip-prinsip yang digunakan diantaranya pembuatan lubang-lubang tanam;lubang-lubang tanam dikeringkan; penambahan top soil yang telah dicampur pupuk, kompos, dan mikroryza; dan penanaman.PT.Nusa Halmahera Minerals (PT.NHM) menggunakan metodeenkapsulasi batuan ‘potentially acid forming’ (PAF) di timbunan batuan pentutuptambang PT.NHM.PT. Newmont memilih metode suksesi progresif dimana ekosistem buatanmanusia nantinya akan berkembang menjadi ekosistem alami. Secara umum,integrasi kegiatan penambangan dan reklamasi bertujuan mempercepatpemulihan lahan yang terganggu akibat kegiatan penambangan dan mengurangiluas lahan yang harus direklamasi pasca penambangan.Akbar,
et.al.
(2001) juga menerangkan beberapa kegiatan reklamasi olehperusahaan tambang batubara di Kalimantan Selatan; PT. Bahari CakrawalaSebuku menggunakan pola suksesi alam dengan menanam
land cover crop 
 (LCC) dan beberapa tanaman berkayu. PT. Adaro Indonesia melakukan kegiatanrevegetasi dengan melakukan ujicoba penanaman beberapa jenis tanaman cepattumbuh seperti
Acacia 
spp. dll.Mulyanto,
et.al.
(2006) menyebutkan upaya revegetasi menghadapibeberapa persoalan antara lain: lapisan tanahnya tipis, sehingga ruang perakaransempit, kandungan unsur hara rendah, daya menahan air rendah, masam, dankandungan logam-logam berat tinggi. Persoalan-persoalan tersebut daapt dilihatdari pertumbuhan tanaman revegetasi maupun kegagalan dalam usahapenanaman yang coba dilakukan. Rahmawaty (2002) lebih lanjut menjelaskan,untuk mengevaluasi tingkat keberhasilan pertumbuhan tanaman pada lahan bekastambang, dapat ditentukan dari persentasi daya tumbuhnya, persentasi penutupantajuknya, pertumbuhannya, perkembangan akarnya, penambahan spesies padalahan tersebut, peningkatan humus, pengurangan erosi, dan fungsi sebagai filter alam.Widajatno,
et.al.,
(2008) menyebutkan evaluasi terhadap tanamanrevegetasi di Sepapah, Kalimantan Selatan menunjukkan 48-61% tanaman terjadipercabangan rendah. Hal tersebut menunjukkan kondisi tanah yang marjinal.

Activity (24)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Kurniawan Akbar liked this
Kurniawan Akbar liked this
Umi Faozah liked this
Pury Anastasia liked this
neothejackal liked this
kigunungmenyan liked this
RNH liked this
waymaulana liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->