Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Look up keyword
Like this
1Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
UU 46 Tahun 2009 Pengadilan Tipikor

UU 46 Tahun 2009 Pengadilan Tipikor

Ratings: (0)|Views: 15 |Likes:
Published by henrydpsinaga

More info:

Published by: henrydpsinaga on Oct 12, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/12/2011

pdf

text

original

 
UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIANOMOR 46 TAHUN 20092009  TENTANGPENGADILAN TINDAK PIDANA KORUPSIDENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESAPRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,Menimbang : a.
 
bahwa negara Republik Indonesia adalah negara hukum yang bertujuan mewujudkan kehidupan masyarakat,bangsa, dan negara yang tertib, sejahtera, dan berkeadilandalam rangka mencapai tujuan negara sebagaimanadiamanatkan dalam Pembukaan Undang-Undang DasarNegara Republik Indonesia Tahun 1945;b.
 
bahwa tindak pidana korupsi telah menimbulkankerusakan dalam berbagai sendi kehidupan masyarakat,bangsa, dan negara sehingga upaya pencegahan danpemberantasan tindak pidana korupsi perlu dilakukansecara terus-menerus dan berkesinambungan yangmenuntut peningkatan kapasitas sumber daya, baikkelembagaan, sumber daya manusia, maupun sumber dayalain, serta mengembangkan kesadaran, sikap, danperilaku masyarakat antikorupsi agar terlembaga dalamsistem hukum nasional;c.
 
bahwa Pengadilan Tindak Pidana Korupsi yang dasarpembentukannya ditentukan dalam Pasal 53 Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2002 tentang KomisiPemberantasan Tindak Pidana Korupsi, berdasarkanputusan Mahkamah Konstitusi dinyatakan bertentangandengan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, sehingga perlu diatur kembali Pengadilan Tindak Pidana Korupsi dengan undang-undang yang baru;d.
 
bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksuddalam huruf a, huruf b, dan huruf c, perlu membentukUndang-Undang tentang Pengadilan Tindak Pidana Korupsi;Mengingat : 1.
 
Pasal 5 ayat (1), Pasal 20, Pasal 24A ayat (1) dan ayat (2),Pasal 25, dan Pasal 28D ayat (1) Undang-Undang DasarNegara Republik Indonesia Tahun 1945;2. Undang-Undang . . .
 
 
- 2 -2.
 
Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1981 tentang HukumAcara Pidana (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1981 Nomor 76, Tambahan Lembaran NegaraRepublik Indonesia Nomor 3209);3.
 
Undang-Undang Nomor 14 Tahun 1985 tentangMahkamah Agung (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1985 Nomor 73, Tambahan Lembaran NegaraRepublik Indonesia Nomor 3316) sebagaimana telahbeberapa kali diubah, terakhir dengan Undang-UndangNomor 3 Tahun 2009 tentang Perubahan Kedua AtasUndang-Undang Nomor 14 Tahun 1985 tentangMahkamah Agung (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor 3, Tambahan Lembaran NegaraRepublik Indonesia Nomor 4958);4.
 
Undang-Undang Nomor 2 Tahun 1986 tentang PeradilanUmum (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1986Nomor 20, Tambahan Lembaran Negara Republik IndonesiaNomor 3327) sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2004 tentang Perubahan AtasUndang-Undang Nomor 2 Tahun 1986 tentang PeradilanUmum (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004Nomor 34, Tambahan Lembaran Negara Republik IndonesiaNomor 4379);5.
 
Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentangPemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Lembaran NegaraRepublik Indonesia Tahun 1999 Nomor 140, TambahanLembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3874)sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-UndangNomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan TindakPidana Korupsi (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2001 Nomor 134, Tambahan Lembaran NegaraRepublik Indonesia Nomor 4150);6.
 
Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2002 tentang KomisiPemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Lembaran NegaraRepublik Indonesia Tahun 2002 Nomor 137, TambahanLembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4250);7.
 
Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2004 tentang KekuasaanKehakiman (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun2004 Nomor 8, Tambahan Lembaran Negara RepublikIndonesia Nomor 4358);8.
 
Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2004 tentang KejaksaanRepublik Indonesia (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 67, Tambahan Lembaran NegaraRepublik Indonesia Nomor 4401);Dengan . . .
 
 
- 3 -Dengan Persetujuan BersamaDEWAN PERWAKILAN RAKYAT REPUBLIK INDONESIAdanPRESIDEN REPUBLIK INDONESIAMEMUTUSKAN:Menetapkan : UNDANG-UNDANG TENTANG PENGADILAN TINDAK PIDANAKORUPSI.BAB IKETENTUAN UMUMPasal 1Dalam Undang-Undang ini yang dimaksud dengan:1.
 
Hakim adalah Hakim Karier dan Hakim
ad hoc 
.2.
 
Hakim Karier adalah hakim pada pengadilan negeri,pengadilan tinggi, dan Mahkamah Agung yang ditetapkansebagai hakim tindak pidana korupsi.3.
 
Hakim
ad hoc 
adalah seseorang yang diangkatberdasarkan persyaratan yang ditentukan dalam Undang-Undang ini sebagai hakim tindak pidana korupsi.4.
 
Penuntut Umum adalah penuntut umum sebagaimanadiatur dalam peraturan perundang-undangan.BAB IIKEDUDUKAN DAN TEMPAT KEDUDUKANBagian KesatuKedudukanPasal 2Pengadilan Tindak Pidana Korupsi merupakan pengadilankhusus yang berada di lingkungan Peradilan Umum.Bagian Kedua . . .

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->