Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
12Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
registrasi dan ijin kerja radiografer

registrasi dan ijin kerja radiografer

Ratings:

4.0

(1)
|Views: 4,339|Likes:
Published by api-3763109

More info:

Published by: api-3763109 on Oct 16, 2008
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, DOC, TXT or read online from Scribd
See More
See less

03/18/2014

pdf

text

original

MENTERI KESEHATAN
REPUBLIK INDONESIA
PERATURAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIANOM OR
357/MENKES/PER/V/2006
TENTANG REGISTRASI DAN IZIN KERJA RADIOGRAFER
MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA
Menimbang : bahwa dalam rangka meningkatkan mutu pelayanan tenaga radiografer dan sebagal
pelaksanaan Pasal 4 Peraturan Pemerintah Nomor 32 Tahun 1996 tentang Tenaga
Kesehatan perlu ditetapkan Peraturan Menteri Kesehatan tentang Registrasi dan Izin
KerjaRadiografer;
Mengingat : 1, Undang-undang Nomor 23 Tahun 1992 tentang Kesehatan (Lembaran Negara Tahun
1992 Nomor 100, Tambahan Lernbaran Negara Nomor 3495);
2. Undang-undtmg Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran
Negara Tahun 2004 Nomor 125, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4437);

3. Peraturan Pemerintah Nomor 32 Tahun 1996 tentang Tenaga Kesehatan (Lembaran Negara Tahun 1996 Nomor 49, Tambahan Lembaran Negara Nomor 3637);

4. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2003 tentang Organisasi Perangkat Daerah (Lembaran Negara Tahun 2003 Nomor 14, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4262);

5. Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor133/KEP/ M,PAN/12/2 002
tentang Jabatan Fungsional Radiograferdan Angka Kreditnya;
6. Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 700/MENKES/SK/V/ 2003 tentang Petunjuk
Teknis Jabatan Fungsional Radiografer;
*
7, Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 1575/Menkes/Per/XI/2005 tentang Orgnnisasi
dan Tata Kerja Departemen Kesehatan,
M E M U T U S K AN :
Menetapkan : PERATURAN MENTERI KESEHATAN TENTANG REGISTRASIDAN
IZIN KERJA RADIOORAFER,
BAB I
KETENTUAN UMUM
Pasal 1
Dalam Peraturan Menteri ini yang dimaksud dengan:

1. Radiografer adalah tenaga kesehatan lulusan Akademi Penata Rontgen, Diploma III Radiologi, Pendidikan Ahli Madya/Akademi/Diploma III Teknik Radiodiagnostik dan Radioterapi yang telah memiliki ijasah sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku,

2. Registrasi adalah pencatatan resmi terhadap tenaga radiografer yang telah mernpunyai kualifikasi
tertentu dan diakui secara hukum untuk melakukan pekerjaannya
3. Surat Izin Radiografer selanjutnya disebut SIR adalah bukti tertulis pemberian kewenangan
untuk menjalankan pekerjaan radiografer di seluruh wilayahIndonesia,
4. Surat Izin Kerja Radiografer selanjutnya disebut SIKR adalah bukti tertulis yang diberikan kepada
Radiografer untuk menjalankan pekerjaan radiografi di sarana pelayanan kesehatan,
5. Standar profesi adalah batasan kemampuan (knowledge, skill and professionalattitud e) minimal yang
harus dikuasai oleh seorang Individu untuk dapat melakukan kegiatan profesionalnya pada
masyarakat secara mandiri yang dibuat oleh organisasi profesi.
6. Organisasi profesi adalah Persatuan Ahli Radiografi Indonesia.
BAB II
REGISTRASI DAN PELAPORAN
Pasal 2
(1) Pimpinan penyelenggara pendidikan Radiografer wajib menyampaikan laporant e r t u l i s
peserta didik yang baru lulus kepada Kepala Dinas Kesehatan Propinsi setempat dan
tembusan kepada Radiografer yang bersangkutan, selambat-lambatnya 1 (satu) bulan
setelah dinyatakan lulus pendidikan.
(2) Bentuk dari isi laporan sebagairnana dimaksud pada ayat (1) tercantum dalam Formulir I terlampir.
Pasal 3

(1) Radiografer sebagaimana dimaksud Pasal 2 ayat (1) rnengajukan permohonan kepada Kepala Dinas Kesehatan Propinsi di mana penyelenggara pendidikan berada untuk diregistrasi dan penerbitan SIR selambat-lambatnya 1 (satu) bulan setelah menerima

Ijazah pendidikan Radiografer.
(2) Permohonon sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dliengkapl dengan :
a. Fotokopi iJazah radlografer yang disahkan oleh pimpinan penyelenggara pendldlkan radlografer;

b. Surat keterangan sehat dan tidak buta warna dari dokter yang memiliki SIP;
c. Pas foto ukuran 4 X 6 sebanyak 3 (tlga) lembar;
d, Rekomendasi dari organisasi profesi;

(3) Rekomendasi sebagaimana dimaksud pada ayat (2) huruf d diberikan organiasi profesi setelah terlebih dahulu dilakukan penilaian terhadap kemampuan keilmuan dan keterampilan serta kepatuhan kepada kode etik profesi.

( 4 ) Bentuk permohonan SIR sebagaimana dimaksud pada ayat (1) tercantum dalam Formulir II terlampir.
Pasal 4
(1) Berdasarkan kelengkapan permohonan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3
ayat
(2)
Kepala
Dinas
Kesehatan
Propinsi
melakukan
registrasi
dan
menerbitkan SIR.
,
(2) SIR sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diterbilkan oleh Kepala Dinas. Kesehatan Propinsi atas
nama Menteri Kesehatan, dalam waktu selambat-lambatnya 1 (satu) bulan sejak permohonan
diterima dan berlaku secaranasional.
(3) Bentuk dan isi SIR sebagaimana dimaksud pada ayat (1) tercantum dalam Formulir III terlampir.
Pasal 5
(1) Kepala Dinas Kesehatan Propinsi melaporkan catatan registrasi dan SIR yang telah diterbitkan
secara berkala kepada Menteri Kesehatan melalui SekretarisJenderal c.q Biro Kepegawaian
Departemen Kesehatan dengan tembusan kepada organisasi profesi.
(2)
Berdasarkan laporan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) Biro Kopegawaianmelakukan
pencatatan terhadap registrasi dan SIR secara Nasional.
Pasal 6
(1) Radiografer lulusan luar negeri wajib melakukan adaptasi untuk melongkapipers yarat an
(3)
Untuk melakukan adaptasi radiografer mengajukan permohonan kepada Kepala Dinas
Kesehatan Propinsi.
(4) Permohonan sebagaimana dimaksud pada ayat (3) dengan melampirkan :
a. Fotokopi ijazah yang telah dilegalisir oleh Direktur Jenderal PendidikanTinggi;
b. Fotokopi transkrip nllai akademik yang bersangkutan.
c. Rekomendasi dari organisasi profesi,
(5) Kepala Dinas Kesehatan Propinsi berdasarkan permohonan sebagaimana dimaksud pada
ayat (3) menerbitkan rekomendasi untuk melaksanakanadaptasi .
(6) Radiografer yang telah melaksanakan adaptasi diberikan surat keterangan selesai adaptasi oleh
pimpinan sarana kesehatan,
(7) Radiografer yang telah melaksanakan adaptasi, berlaku ketentuan sebagaimana dimaksud dalam
Pasal 3 dan Pasal 4,
(8)
Bentuk permohonan sebagaimana dimaksud pada ayat (3) tercantum dalam Formulir IV
terlampir.
Pasal 7
(1) SIR berlaku selama 5 (lima) tahun dan dapat diperbaharui kembali serta merupakan dasar untuk
memperoleh SIKR,
(2) Pembaharuan SIR sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan pada DinasKesehatan
Propinsi dimana tenaga radiografer melaksanakan tugasnya, dengan melampirkan:
a. SIR yang telah habis masa berlakunya;

b. Surat keterangan sehat dari dokter yang memiliki SIP;
c, Pas foto ukuran 4 X 6 cm sebanyak 2 (dua) lembar;
d. Rekomendasi dari organisasi profesi.

(3) Bentuk permohonan perpanjangan SIR sebagaimana dimaksud ayat (1) tercanturn dalam
Formulir V.
Adaptasi.sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan pada sarana kesehatan yang
terakreditasi yang ditunjuk Pemerintah.

Activity (12)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Sity Cibureg liked this
Arif Wibowo liked this
ausvin liked this
aksanur liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->