Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
8Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
bre-x-karya-bondan-winarno

bre-x-karya-bondan-winarno

Ratings: (0)|Views: 3,509|Likes:
Published by Yeksha Buana Alam
Another Bondan Winarno's book
Another Bondan Winarno's book

More info:

Published by: Yeksha Buana Alam on Oct 14, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/09/2012

pdf

text

original

 
Pendahuluan
KALIMANTAN
A mine isa hole in the groundowned by a liar (
Samuel Langhorn Clemensa.k.a. Mark Twain)
Sumatera punya nama, Kalimantan punya emas. Selain disebut sebagai Nusa Perca(Pulau Karet) karena hasil karetnya, Sumatera juga disebut sebagai Swarnadwipa (PulauEmas). Sekalipun secara geologis disimpulkan bahwa Sumatera merupakan salah satu jalur emas (
 gold belt 
) Indonesia, tetapi hingga kini belum terbukti adanya cebakan emasdalam jumlah sangat besar di kawasan Sumatera. Julukan Swarnadwipa bagi Sumateraadalah karena di Sumatera-lah sejarah mencatat adanya penambangan emas pertama diIndonesia.Kemahsyuran Sumatera sebagai Pulau Emas telah berlangsung selama dua ributahun. Sayangnya, tak cukup banyak catatan tentang kegiatan penambangan emas diSwarnadwipa ini. Peta kuno pra-kolonial Sumatera menunjukkan adanya dua tempat penambangan emas, yaitu: Rejanglebong di bagian utara Bengkulu, dan Batanggadisdibagian selatan Sumatera Barat. Tempat-tempat lain di Sumatera yang diketahuimempunyai deposit emas pada masa itu adalah di sekitar: Meulaboh di Aceh; Kotacina diSumatera Utara; Muarasipongi, Buo, Batangasai, dan Salida di Sumatera Barat. Kotacina,misalnya, merupakan pelabuhan dagang yang ramai pada abad 11-13. Tak ada catatansejarah tentang penambangan emas di Kotacina, tetapi penggalian arkeologis di sekitar Kotacina menemukan berbagai perhiasan emas purba.Tentang Kalimantan – pulau ketiga terbesar di dunia, setelah Greenland dan Irian – sangat sedikit kehadiran catatan-catatan etnografi masa lampau yang menunjukkanadanya kandungan emas. T.M. van Leeuwen, penemu cebakan emas Kelian, dalam
 Journal of Geochemical Exploration
hanya menulis secara sepintas tentang penambanganemas oleh orang-orang Cina di Kalimantan pada abad ke-4. Sebuah catatan lainmenunjukkan adanya temuan benda purbakala terbuat dari emas di Sambas dan Limbang,1
 
Kalimantan Barat. Mineral emas juga tercatat ditemukan di sekitar Monterado diKalimantan Tengah, sekitar Martapura di Kalimantan Selatan, dan sekitar Barito diKalimantan Selatan (John N. Miksic, 1989). Kegiatan penambangan di Kalimantan yangtercatat di masa lalu – berdasarkan catatan geologi Belanda pada 1930 adalah sebuahtambang batubara enam kilometer dari muara Sungai Kelian, Kecamatan Longiram,Kabupaten Kutai, Di masa modern, sumberdaya tambang yang terkenal di Kalimantanadalah minyak. Pada masa Perang Dunia II, Jepang berusaha keras mendudukiKalimantan karena minyak bumi yang akan dipakai untuk menggerakkan mesin-mesin perang.Sebagian orang juga berteori bahwa nama Kaliamantan sebetulnya berasal dari kata“kali”,”emas”, dan “intan”, yang menunjukkan danya keterkaitan pulau ini dengan hasiltambang emas dan intan. Intan yang merupakan alotropi karbon – dan merupakan zatalami terkeras yang dikenal orang – sudah ditemukan di berbagai tempat di KalimantanTengah, Selatan, dan Barat selama beberapa abad. Tambang intan tradisional yangterkenal di Kalimantan adalah Martapura . Di Campaka, dekat Martapura, KalimantanSelatan, pada 1965 ditemukan intan sebesar 166 karat yang terkenal dan diberi nama“Trisakti”.Sebenarnyalah terdapat cukup banyak bukti yang menunjukkan adanya kegiatan penambangan emas dan intan di Kalimantan. Pada pertengahan abad 18, SultanMempawah (Kalimantan Barat) mendatangkan sekitar 20 orang Cina dari ProvinsiKwantung untuk dipekerjakan di tambang-tambang emas di Kalimantan Barat.Keberhasilan pekerja-pekerja tambang dari Cina itu membuat Sultan Sambas dan parasultan lainnya pun mulai mendatangkan pekerja-pekerja tambang dari Cina. (
Catatan Penulis
: satu abad kemudian para penjajah Belanda meniru cara yang sama denganmendatangkan pekerja-pekerja tambang dari Cina untuk menggarap pertambangan timahdi pulau-pulau Bangka, Belitung, dan Singkep).Kalau kita pelajari perjanjian kerja antara para sultan dan pekerja tambang di masaitu, sebenarnyalah mereka sudah menggunakan konsep
 profit sharing 
atau
 production sharing 
. Kedua belah pihak mempunyai kedudukan yang setara (
equal partners
) dalam perjanjian bagi hasil itu.Kabar pun segera terdengar di kalangan orang-orang Hakka dan Hoklo di ProvinsiKwantung tentang adanya cebakan emas di Kalimantan Barat. Semacam
 gold rush
punterjadi ketika orang-orang dari Kwantung ini berduyun-duyun datang ke KalimantanBarat. Mengikuti pola
village republic
dan mekanisme otonomi yang mereka bawa dari2

Activity (8)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Yeksha Buana Alam added this note
sipppp :)
Great! Makasih udah diupload!
Jimmy Ariesta liked this
Jimmy Ariesta liked this
maniadx liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->