Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
1Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
ABC

ABC

Ratings: (0)|Views: 308|Likes:
Published by Prima Nova

More info:

Published by: Prima Nova on Oct 14, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, DOCX, TXT or read online from Scribd
See More
See less

04/23/2012

pdf

text

original

 
Proses Pembuatan Kompos
Dari AcehPedia
Pembuatan Pupuk Kompos
 
Pernahkah anda mendengar tentang pupuk kompos..? apa itu pupuk kompos..? Pupuk Kompos sering didefinisikan sebagai suatu proses penguraian yang terjadi secara biologisdari senyawa-senyawa organik yang terjadi karena adanya kegiatan mikroorganisme yangbekerja pada suhu tertentu didalam atau wadah tempat pengomposan berlangsung.Peningkatan produksi pertanian, tidak terlepas dari penggunaan bahan kimia, seperti pupuk buatan/anorganik dan pestisida. Penggunaan pupuk buatan/kimia dan pestisida saat ini olehpetani kadang kala sudah berlebihan melebihi takaran dan dosis yang dianjurkan, sehinggamenggangu keseimbangan ekosistem, disamping itu tanah cendrung menjadi tandus,organisme-organisme pengurai seperti zat-zat renik, cacing-cacing tanah menjadi habis,demikian juga binatang seperti ular pemangsa tikus, populasi menurun drastis.Pemakian pupuk pada waktu yang bersamaan (awal musim hujan) oleh petani,mengakibatkan sering terjadi kelangkaan pupuk di pasaran, walaupun ada harganya sangattinggi, sehingga sebagian petani tidak sanggup membeli, akibatnya tanaman tidak dipupuk,produksi tidak optimal. Perlu ada trobosan untuk mengatasi hal tersebut, salah satudiantaranya adalah pembuatan pupuk organik (kompos).
Bahan Pembuatan Pupuk Organik/Kompos
Memanfatkan limbah pertanian, seperti jerami, daun-daunan, rumput, kulit kopi, serbuk gergaji, bahan tersebut mudah didapat dan tersedia dilahan pertanian.
Kelebihan Pupuk Organik/Kompos
Kelebihan pupuk organik dari pupuk anorganik cukup banyak diantaranya : Bahan mudahdiperoleh (murah) ,pembuatan sangat mudah, pupuk organik adalah pupuk lengkap, pupuk organik berfungsi juga memperbaiki kesuburan tanah, dapat tersimpan dalam tanah denganwaktu yang lama, sedangkan pupuk anorganik bahkan cendrung sebaliknya.
Teknik Pembuatan Pupuk Organik/Kompos
1.
Bahan
 Hijauan/daun-daunan, rumput atau jerami 1 ton, pupuk kandang 200-300 kg, sekam padi 100-200 kg, dedak/bekatul 50-100 kg, stater/bahan pengurai 0,2-0,5 liter, tetes tebu/gula 1-2 kgdan air 300 - 500 liter (secukupnya)2.
Persiapan tempat
 
 
Sebaiknya dibuatkan lobang dengan ukuran 2 x 2,5 dengan kedalaman 40-60 cm, usahakantempatnya tidak terbuka atau kena sinar matahari langsung, seperti di bawah pohon sebaiknyadibuatkan naungan/gubuk untuk mengindari sinar matahari langsung dan hujan.3.
Cara Pebuatan
 Supaya proses pengomposan lebih cepat hijaun/daun-daunan, jerami dipotong-potong kuranglebih 5-10 cm. tetes tebu/gula dan stater pengurai dilarutkan dengan air dalam ember/bak plastik diaduk sampai merata, potongan-potongan hijauan/jerami dicampur dengan pupuk kandang, dedak, sekam, serbuk gergaji dan limbah pertanian lainnya secara merata, siramkanlarutan secara perlahan-lahan kedalam adonan secara merata sampai kandungan air adonanmencapai 50%, bila adonan dikepal dengan tangan air tidak keluar dari adonan, bila kepalandibuka maka adonan akan megar, sewaktu pengadukan dan penyiraman langsung dimasukankedalam lobang yang sudah disiapkan, usahakan tumpukan bahan yang sudah diaduk tingginya tidak melebihi 60 cm dari permukaan tanah, tutup dengan terpal/plastik agar tidak terjadi penguapan, bisa juga ditutup dengan lumpur seluruh permukaan, tancapkan bilahbambu sekitar 10-15 cm agar udara luar masuk, sehingga proses pengomposan/fermentasiberjalan lebih cepat4.
Pemeriksaan/Pengamatan
 Setelah 2-3 hari tumpukan diperiksa, dengan cara membuat lubang, kemudian dimasukantangan, apabila didalam tumpukan dirasa suhunya cukup tinggi maka dapat dipastikan prosespengomposan sedang terjadi, kalau didalam tumpukan sehunya rendah, berarti tidak terjadiproses pengomposan, untuk itu perlu diulangi penyiraman dengan larutan tetes tebu/gula danstater/pengurai, 2 atau 3 hari sekali tumpukan disiram, sesuai dengan keadaan/kelembaban,untuk tumpukan yang memakai tutup terpal/plastik, setelah 6-7 hari perlu dilakukanpengadukan dan disiram seperlunya agar terjadi sirkulasi udara, dengan demikian diharapkanmikroba akan berkembang dan proses pengomposan lebih cepat, setelah 20-30 hari dilakukanpemeriksaan kembali dengan cara memasukan tangan kedalam tumpukan, apabiliatemperatur didalam tumpukan suhunya menjadi turun, maka pengomposan sudah jadi dansiap panen, Apabila tercium bau yang kurang enak dari dalam tumpukan menandakan prosespengomposan tidak sempurna dan perlu diulangi kembali. Cara memeriksa lain yaitu denganmenusuk-nusuk tumpukan dengan kayu/bambu, apabila tusukan lancar/tidak menyakut, makapengomposan berhasil dan siap dipakai.
 
Kompos
adalah hasil penguraian parsial/tidak lengkap dari campuran bahan-bahan organik yang dapat dipercepat secara artifisial oleh populasi berbagai macam mikroba dalam kondisilingkungan yang hangat, lembab, dan aerobik atau anaerobik (Modifikasi dari J.H. Crawford,2003). Sedangkan
pengomposan
adalah proses dimana bahan organik mengalami penguraiansecara biologis, khususnya oleh mikroba-mikroba yang memanfaatkan bahan organik sebagaisumber energi. Membuat kompos adalah mengatur dan mengontrol proses alami tersebut agarkompos dapat terbentuk lebih cepat. Proses ini meliputi membuat campuran bahan yangseimbang, pemberian air yang cukup, mengaturan aerasi, dan penambahan aktivatorpengomposan.Sampah terdiri dari dua bagian, yaitu bagian organik dan anorganik. Rata-rata persentasebahan organik sampahmencapai ±80%, sehingga pengomposan merupakan alternatif penanganan yang sesuai. Kompos sangat berpotensi untuk dikembangkan mengingat semakintingginya jumlah sampah organik yang dibuang ke tempat pembuangan akhir danmenyebabkan terjadinya polusi bau dan lepasnya gas metana ke udara.DKI Jakartamenghasilkan 6000 ton sampah setiap harinya, di mana sekitar 65%-nya adalah sampahorganik. Dan dari jumlah tersebut, 1400 ton dihasilkan oleh seluruhpasaryang ada di Jakarta,di mana 95%-nya adalah sampah organik. Melihat besarnya sampah organik yang dihasilkanoleh masyarakat, terlihat potensi untuk mengolah sampah organik menjadi pupuk organik demi kelestarian lingkungan dan kesejahteraan masyarakat (Rohendi, 2005).
 
Asal Bahan
1. Pertanian
 Limbah dan residutanamanJerami dan sekam padi, gulma, batang dan tongkol jagung, semua bagianvegetatif tanaman, batang pisang dan sabut kelapaLimbah & residuternak Kotoran padat, limbah ternak cair, limbah pakan ternak, cairan biogasTanaman air Azola, ganggang biru, enceng gondok, gulma air
2. Industri
 Limbah padatSerbuk gergaji kayu, blotong, kertas, ampas tebu, limbah kelapa sawit,limbah pengalengan makanan dan pemotongan hewanLimbah cairAlkohol, limbah pengolahan kertas, ajinomoto, limbah pengolahanminyak kelapa sawit

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->