Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
6Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
ELIMINASI GAUSS

ELIMINASI GAUSS

Ratings: (0)|Views: 192 |Likes:
Published by ihwan n h

More info:

Published by: ihwan n h on Oct 14, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/16/2014

pdf

text

original

 
ELIMINASI GAUSS
Bab ini membahas persamaan aljabar linear simultan yang secara umum dapat dinyatakansebagai :
nnnnn2n1n 2nn222221 1nn1212111
cxa...xaa .... .... .... cxa...xaa cxa...xaxa
[7.1]di mana setiap harga
a
adalah koefisien konstanta dan
c
adalah konstanta.Teknik yang dijelaskan dalam bab ini dinamakan
eliminasi Gauss
, karena meliputi kombinasipersamaan agar mengeliminasikan (menghilangkan) yang tidak diketahui. Walaupun metode inimerupakan salah satu dari metode-metode tertua untuk menyelesaikan persamaan-persamaansimultan, ia tetap di antara algoritma yang sangat penting dipakai saat ini. Teristimewa, ia mudahdiprogram dan diterapkan dengan menggunakan komputer pribadi.
PENYELESAIAN PERSAMAAN BERJUMLAH SEDIKIT
Sebelum meneruskan ke metode komputer, akan dijelaskan beberapa metode yang sesuai untuk menyelesaikan kumpulan kecil (n
3) dari persamaan-persamaan simultan yang tidak memerlukan komputer. Ini adalah metode grafik, aturan Cramer, dan eliminasi yang tidak diketahui.
Metode Grafik
Suatu solusi grafik dapat diperoleh untuk dua persamaan dengan menggambarkannya pada koordinat
cartesian
dengan satu sumbu sesuai dengan
 x
1
dan yang lainnya sesuai dengan
 x
2
. Karena kita menanganisistem linear, setiap persamaan merupakan garis lurus. Hal ini dapat dengan mudah digambarkan untuk persamaan umum :
2222121 1212111
cxaxa cxaxa
 Persamaan dapat diselesaikan untuk x
2
:
121112112
acxaax
    
 
222122212
acxaax
    
 Jadi kini persamaan-persamaan dalam bentuk garis-garis lurus; artinya
 x
2
= kemiringan
 x
1
+ perpotongan.Garis-garis ini dapat digambarkan pada koordinat
cartesian
dengan
 x
2
sebagai ordinat dan
 x
1
sebagaiabsis. Harga-harga
 x
1
dan x
2
, pada perpotongan garis-garis menyatakan solusinya.
CONTOH 7.1Metode Grafik untuk Dua Persamaan
 
Pernyataan Masalah : Gunakan metode grafik untuk menyelesaikan :
18x2x3
21
[C7.1.1]
 
2x2x
21
[C7.1.2]Solusi : Misalkan
 x
1
menjadi absis. Selesaikan Persamaan (C7.1.1) untuk 
 x
2
:
9x)2 / 3(x
12
 yang kalau digambarkan pada Gambar 7.1 merupakan sebuah garis dengan perpotongan = 9, sertakemiringan = - 3/2.Persamaan (C7.1.2) dapat juga diselesaikan untuk 
 x
2
:
1x)2 / 3(x
12
 yang juga digambarkan pada Gambar 7.1. Solusi tersebut merupakan
GAMBAR 7.1
Solusi grafik dari kumpulan dua persamaan aljabar linear simultan. Perpotongan garis-garis menunjukkan solusi.perpotongan dua garis pada
 x
1
= 4 dan
 x
2
= 3. Hasil ini dapat juga dicek dengan memasukkan harga-hargaini ke
 
dalam persamaan semula agar memenuhi :
18)3(2)4(3
 
 
18)3(24
 Jadi, hasil-hasilnya adalah ekuivalen terhadap ruas kanan dari persamaan semula.Untuk tiga persamaan simultan, setiap persamaan akan dinyatakan oleh sebuah bidang dalam sistemkoordinat tiga dimensi. Titik di mana ketiga bidang tersebut berpotongan akan menyatakan solusi. Disamping ketiga persamaan itu, metode grafik gagal, dan akibatnya kurang praktis untuk menyelesaikanpersamaan-persamaan simultan, tetapi ia terkadang membuktikan kegunaannya dalam memvisualisasikanperilaku solusi. Misalnya, Gambar 7.2 menjelaskan tiga kasus yang dapat merupakan masalah sewaktumenyelesaikan kumpulan dari persamaan-persamaan linear. Gambar 7.2
a
memperlihatkan kasus dimanadua persamaan menyatakan garis sejajar. Untuk situasi demikian, tidak ada solusi, karena garis-garistersebut tidak pernah berpotongan. Gambar 7.2
b
menjelaskan kasus di mana, dua garis berimpitan. Untuk situasi demikian, terdapat sejumlah solusi tak terhingga. Kedua jenis sistem dikatakan
singular 
.Tambahan pula, sistem yang sangat dekat menjadi
singular 
(G 7.2
c
) bisa pula menjadikan masalah.Sistem-sistem grafik ini dikatakan
kondisi timpang (ill-conditioned).
Secara grafik, ini bersesuaianterhadap kenyataan bahwa memang sukar menvisualisasikan titik yang tepat dimana garis-garis ituberpotongan. Seperti akan digambarkan pada bab-bab mendatang, sistem kondisi timpang juga akanmerupakan masalah sewaktu ia ditemukan selama pemecahan linear secara numerik.GAMBAR 7.2. Penjelasan grafik dari sistem kondisi timpang : (a) tidak ada solusi, (b) solusi tak terhingga, dan (c) suatu sistem kondisi timpang dimana kemiringan demikian dekat, sehingga titik perpotongan sukar dideteksi secara visual.
Determinan dan Aturan
Aturan Cramer adalah teknik solusi lainnya yang sangat baik disesuaikan terhadap persamaan-persamaanberjumlah kecil. Sebelum menjelaskan metode ini, secara jelas akan diperkenalkan konsep determinanyang digunakan untuk melakukan aturan Cramer. Tambaban lagi, determinan mempunyai manfaat dalammengevaluasikan kondisi timpang sebuah matriks.Determinan. Determinan dapat dijelaskan untuk sekumpulan tiga persamaan.
3333232131 2323222121 1313212111
cxaxaxa cxaxaxa cxaxaxa
 atau dalam bentuk matriks :
    
CXA
 di maria [
 A
] adalah matriks koefisien :
333231232221131211
aaaaaaaaaA
 
 Determinan
D dari sistem ini dibentuk dari koefisien-koefisien persamaan, seperti :
333231232221131211
aaaaaaaaaD
(7.2)Walaupun determinan
 D
dan matriks koefisien [
 A
] terdiri dari elemen-elemen yang sama, mereka adalahkonsep matematika yang sepenuhnya berbeda. Itulah sebabnya mengapa mereka dibedakan secara visualoleh akolade yang menutupi matriks dan garis lurus yang menutupi determinan. Berlainan dengan sebuahmatriks, determinan adalah suatu bilangan tunggal. Misalnya, harga orde kedua determinan :

Activity (6)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 thousand reads
1 hundred reads
fpangestika liked this
Indra Diatmika liked this
Reta Ika liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->