Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Look up keyword or section
Like this
20Activity

Table Of Contents

0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
RDTR BAB 3 Draft (A3) Pusat (2)

RDTR BAB 3 Draft (A3) Pusat (2)

Ratings: (0)|Views: 1,715|Likes:
Published by Elisa Sutanudjaja

More info:

Published by: Elisa Sutanudjaja on Oct 15, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/21/2013

pdf

text

original

 
Laporan Akhir 
Penyusunan Naskah Akademis dan Raperda Rencana Detail Tata Ruang (RDTR
)
B.4 Materi Pengaturan Kotamadya Jakarta PusatB.4.1Tujuan, Kebijakan dan Strategi Kecamatan Tanah AbangB.4.1.1 Tujuan
Rencana rinci tata ruang Kecamatan Kecamatan Tanah Abang merupakan wujud pemanfaatanruang yang menggambarkan susunan lokasi pusat perdagangan jasa dan ikatan fungsi antar sub-sub pusat kegiatan dalam kurun waktu yang telah ditentukan. Sesuai dengan hasilidentifikasi serta kecenderungan struktur tata ruang masa depan yang akan terbentuk makatujuan rencana rinci tata ruang Kecamatan Tanah Abang yaitu :a.Terselenggaranya pengaturan pemanfaatan ruang kawasan lindung dan kawasan budidaya.b.Terwujudnya keterpaduan, keterikatan dan keseimbangan antar wilayah kecamatanserta keserasian antar sektor.
c.
Terwujudnya rencana tata ruang mempertimbangkan aspek optimalisasi pemanfaatanruang yang ada, serta memperhatikan kemungkinan-kemungkinan pemanfaatan ruangbawah tanah pada bagian-bagian tertentu di wilayah Kecamatan Tanah Abang.d.Tercapainya pemanfaatan ruang yang berkualitas untuk :
Mewujudkan kehidupan masyarakat Kecamatan Tanah Abang yang sejahteralahir dan batin
Mewujudkan keterpaduan dalam penggunaan sumberdaya alam
Meningkatkan pemanfaatan sumberdaya alam dan sumberdaya buatan secaraberdaya-guna, berhasil-guna dan tepat-guna untuk meningkatkan kualitas sumberdayamanusia
Mewujudkan perlindungan fungsi ruang dan mencegah serta menanggulangidampak negatif terhadap lingkungan
Mewujudkan keseimbangan kepentingan kesejahteraan dan keamanane.Tersusunnya arahan lokasi investasi yang akan dilaksanakan pemerintah danmasyarakat.f.Tersusunnya arahan pelaksanaan pemanfaatan ruang dan merupakan dasar dalammengeluarkan perijinan lokasi pembangunan.
B.4.1.2 KebijakanB.4.1.2.1Kawasan Budidaya
Kawasan budidaya merupakan kawasan yang dikembangkan secara intensif dengan pusatpengembangan yang ada di Kecamatan Tanah Abang, secara umum pengembangantersebut berorientasi pada optimalisasi sumber daya dan tetap mempertahankan kelestarianlingkungan guna mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan. Strategi rencana kawasanbudidaya berdasarkan ciri kegiatan perkotaan adalah Kawasan perkotaan merupakankawasan yang mempunyai arahan kegiatan utama bukan pertanian dengan susunan fungsikawasan sebagai tempat permukiman perkotaan, pemusatan dan distribusi pelayanan jasapemerintahan, pelayanan sosial dan kegiatan ekonomi. Karena keterbatasan daya dukunglahan maka pada kawasan perkotaan diupayakan adanya intensifikasi lahan pada lahandengan kepadatan penduduk atau kegiatan tinggi, dilakukan ekstensifikasi pada kawasancadangan pengembangan kawasan perkotaan. Pengembangan tersebut diupayakansemaksimal mungkin sesuai dengan potensi yang ada. Namun perlu dijaga agapengembangan kawasan perkotaan tidak meluas dan mengganggu kawasan dengan fungsilindung. Pengembangan di kawasan perkotaan terutama di pusat kota tetap memperthatikanagar kekompakan penggunaan lahan terjaga dan tidak menjadi homogen.Kebijakan kawasan budidaya dibagi menjadi beberapa sektor, diantaranya yaitu :
a.
Sektor PerumahanPenggunaan perumahan lebih diarahkan kepada resettlement daerah-daerah hunianyang akan tergusur akibat pengembangan kegiatan lain, seperti perluasan dan lainsebagainya. Sedangkan pembangunan perumahan untuk masa mendatang dibatasi.Program perbaikan lingkungan perlu dilanjutkan.b.Sektor Perdagangan dan JasaPengembangan sentra-sentra tetap diutamakan. Pengembangan
ribbon
dibatasi danditolerir hanya pada kelas jalan tertentu, yaitu kolektor keatas dan harus terjaminkelancaran lalu lintas dan penyediaan fasilitas parkir yang memadai. Peremajaan pasar harus memperhatikan kepentingan pedagang lama dan ekonomi lemah.c.Sektor Fasilitas UmumPencadangan lahan untuk pembangunan fasilitas umum harus dilakukan sedini mungkin.Mendorong pihak swasta untuk berperan serta dalam pembangunan fasilitas umum.Optimasi pada lokasi fasilitas umum yang telah ada dengan penambahan lokal.Pembangunan baru untuk memenuhi jumlah kebutuhan dan pencapaian target sesuaistandar kecamatan.d.Sektor Air MinumPenambahan jaringan pelayanan air bersih / air minum PAM melalui pengembangan jaringan induk baru dan jaringan distribusi serta hidran umum. Penggunaan air yangmelampaui batas harus dicegah.e.Sektor Banjir dan Drainase
III-47
 
Laporan Akhir 
Penyusunan Naskah Akademis dan Raperda Rencana Detail Tata Ruang (RDTR
)
Melaksanakan normalisasi kali dan penambahan saluran mikro dan meningkatkan sistemmakro drainase yang ada. Melaksanakan kegiatan vegetasi secara serentak.f.Sektor Utilitas UmumPenambahan gardu-gardu listrik dan penambahan/peningkatan jaringan pelayanan listrikserta lampu-lampu penerangan jalan. Penambahan telepon umum pada lokasi-lokasistrategis. Koordinasi terpadu antara PLN, Telkom dan Pemda DKI Jakarta dalamperencanaan dan pelaksanaan pengadaan instalasi listrik, telepon dan gas.g.Sektor Ruang Terbuka HijauMelaksanakan dan mencadangkan serta mengamankan ruang terbuka hijau sepanjangkali dan memanfaatkannya untuk taman dan hortikultura yang dapat dinikmatimasyarakat. Mengadakan penghijauan maksimum pada pekarangan-pekaranganindividu melalui program penyuluhan pembinaan. Mengadakan penghijauan maksimumpada ROW (lebar badan jalan) arteri dan kolektor.
B.4.1.2.2 Kawasan Strategis
Pengembangan kawasan diprioritaskan karena keberadaannya dapat mendukungpengembangan sekktor strategis di atasnya dengan berdasar atas pertimbangan-pertimbangan. Pengembangan kawasan tersebut mempunyai dampak regional maupunnasional karena memiliki kontribusi tinggi. Pengembangan sektor sosial ekonomi di atasnyamembutuhkan lahan dalam skala besar. Sektor yang akan dikembangkan mempunyaiprioritas tinggi dalam lingkup regional dan nasional. Kawasan memliki prospek ekonomi yangcerah untuk menarik investasi dan memacu pengembangan wilayah sekitar.Pengembangan secara intensif potensi sumberdaya alam yang dapat dimanfaatkan.Pengembangan prasarana perhubungan yang lebih dapat diandalkan. Peningkatanhubungan sosial ekonomi dengan pusat kegiatan terdekat
B.4.1.2.3 Penanganan Lingkungan
Strategi penanganan kawasan ini dititik beratkan pada pemeliharaan lingkungan gunamempertahankan ekosistem setempat dan kelestarian lingkungan alam. Hal ini termasuk juga pengendalian dan pengelolaan lingkungan hidup serta peraturan tentang adanyapenetapan AMDAL (Analisis Mengenai Dampak Lingkungan).
B.4.1.3 Strategi
Strategi rencana rinci tata ruang Kecamatan Tanah Abang:
Meningkatkan peran dan fungsi serta menata pusat-pusat kegiatan yang sudahberkembang.
Memperbaiki dan merencanakan kawasan-kawasan yang cenderung kumuhdengan membangun rumah susun beserta fasilitas-fasilitasnya.
Mempertahankan RTH yang sudah ada dan mengembalikan fungsi RTHkhususnya di bantaran sungai, pinggiran Jalan Rel kereta api yang dijadikan perumahankumuh.
Merealisasikan pembangunan sarana dan prasarana yang mampumeningkatkankapasitas perdagangan dan jasa.
B.4.2Rencana Pengelolaan Kependudukan Kecamatan Tanah Abang
Persebaran penduduk di Kecamatan Tanah Abang direncanakan mengarah ke wilayah utara,timur, dan selatan kecamatan. Pada ketiga wilayah tersebut akan direncanakan pembangunanwisma dengan klasifilasi wisma sedang, wisma besar, wisma taman, dan wisma susun.Diharapkan masyarakat dapat memanfaatkan penyediaan wisma tersebut beserta fasilitaspendukungnya sehingga kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi. Selain penyediaan wisma danfasilitasnya, kawasan yang dijadikan kawasan persebaran penduduk memerlukan perbaikanutilitas, sarana, dan prasarana yang baik. Kecamatan Tanah Abang diharapkan dapatmenampung penduduk sebanyak 475.770 jiwa pada tahun 2030.Wilayah utara Kecamatan Tanah Abang diarahkan sebagai kawasan perdagangan nperkantoran dengan skala pelayanan internasional. Sedangkan di wilayah selatan diarahkansebagai kawasan perumahan dengan kepadatan sedang. Wilayah
Tabel 4.1Daya Tampung Penduduk Per Kelurahan
NoKelurahanJumlah penduduk (jiwa)
1Gelora 55.1212Bendungan Hilir 79.5653Karet Tengsin 171.7524Kebon Melati 54.4955Petamburan45.3396Kebon Kacang 67.7187Kampung Bali 1.780
Jumlah475.770
Sumber : Hasil Perhitungan, 2009
B.4.3 Rencana Struktur Ruang Tanah Abang
Berdasarkan rencana tata ruang wilayah Propinsi DKI Jakarta tahun 2010-2030, pusat-pusatkegiatan pembentuk ruang kecamatan Tanah Abang hanya didasarkan kepada pusat kegiatanpremier, sekunder dan tersier. Untuk lebih jelasnya Rencana struktur ruang Kecamatan Mentengadalah sebagai berikut.
III-48
 
Laporan Akhir 
Penyusunan Naskah Akademis dan Raperda Rencana Detail Tata Ruang (RDTR
)
A.
Pusat Kegiatan Premier di Kecamatan Tanah Abang antara lain adalah :1)Pasar Tanah Abang Blok A dengan kegiatan perdagangan2)Pasar Metro Tanah Abang dengan kegiatan perdagangan3)Standar Chartered dengan kegiatan perkantoran dan jasa4)Menara Bativia dengan kegiatan perkantoran dan jasa5)Universitas Pasca Sarjana Sahid dengan kegiatan suka pendidikan6)Sinar Mas dengan kegiatan perkantoran dan jasa7)Sinar Harapan dengan kegiatan pernkantoran dan jasa8)Hotel Milennium dengan kegiatan perkantoran dan jasa9)Gedung Jaya dengan kegiatan perkantoran dan jasa10)Kedutaan UNO dengan kegiatan kantor pemerintah asing11)Kedutaan Timor Leste dengan kegiatan kantor pemerintahan asing12)Hotel Grand Indonesia dengan kegiatan perdagangan dan jasa13)Jakarta City Centre dengan kegiatan perdagangan dan jasa14)Kantor Pusat BNI dengan kegiatan perkantoran dan jasa15)Wisma BNI 46 dengan kegiatan perkantoran dan jasa16)Hotel Shangrila dengan kegiatan perkantoran dan jasa17)Universitas Multimedia Nusantara dengan kegiatan suka pendidikan18)Artha Loka dengan kegiatan perkantoran dan jasa19)Bank Muamalat dengan kegiatan perkantoran dan jasa20)Citi Bank dengan kegiatan perkantoran dan jasa21)Wisma Nugraha dengan kegiatan perkantoran dan jasa22)Menara Davinci dengan kegiatan perkantoran dan jasa23)Hotel Meridien Le dengan kegiatan perdagangan dan jasa24)Hotel Sultan dengan kegiatan perdagangan dan jasa25)Carefour dengan kegiatan perdagangan26)Ratu Plaza dengan kegiatan perdagangan27)Departemen Pendidikan Nasional dengan kegiatan kantor pemerintahan28)Kedutaan Papua New Guinea dengan kantor pemerintahan asing29)Senayan City dengan kegitan perkantoran dan jasa30)STC dengan kegiatan perdagangan31)Plaza Senayan dengan kegiatan perdagangan32)Gelora Bung Karno dengan kegiatan penyempurna hijau rekreasi dan olahraga33)Gedung MPR/DPR dengan kegiatan kantor pemerintahan34)Badan Pemeriksa Keuangan dengan kegiatan kantor pemerintahan35)Departemen Pemuda dan olah raga dengan kegiatan kantor pemerintahan36)TVRI dengan kegiatan kantor pemerintahan37)Taman Ria Senayan dengan kegiatan perdagangan dan jasa38)Departemen Kehutanan Manggala Wanabakti dengan kegiatan kantor pemerintahan39)Dinas TPU dengan kegiatan kantor pemerintahan40)Kampus Diklat LAN (STIA) dengan kegiatan suka pendidikan
B.
Pusat Kegiatan Sekunder di Kecamatan Tanah Abang antara lain adalah :1)PAM Jaya dengan kegiatan kantor pemerintahan
2)
Rumah Sakit TNI AL DR. Mintoharjo dengan kegiatan suka kesehatan3)Pasar Benhil dengan kegiatan perdagangan
C.
Pusat Kegiatan Tersier di Kecamatan Tanah Abang antara lain adalah :1)Pasar Kambing yang terletak di jalan H. Sabeni dengan kegiatan perdagangan2)Pasar Gandaria yang terletak di jalan kebon kacang 2 dengan kegiatanperdagangan
B. 4.4 Rencana Transportasi Kecamatan Tanah Abang
Perencanaan jejaring transportasi dan tata air tidak dapat ditinjau dari satu kecamatan, akantetapi harus ditinjau dari skala makro tingkat kota, atau bahkan tingkat propinsi dan antar propinsi.Daya dukung jaringan transportasi yang sesuai dengan sistem makro dapat mengurangi bebanpermasalahan transportasi, yang ditempuh dengan cara antara lain:
-
Pembangunan jalan baru yang berkaitan dengan system makro
-
Pembangunan prasarana dan sarana angkutan masal : seperti kereta api dan bus besar 
-
Pengembangan jalur bus khusus (
mass rapid transit)
-
Pembatasan route dan jumlah kendaraan umum tipe sedang dan kecil
-
Optimasi jaringan-jaringan jalan sesuai dengan fungsinya.
B.4.4.1 Jaringan Jalan
Rencana pengembangan jaringan jalan mencakup system jaringan jalan, simpang susun, jalan laying, jalan bawah tanah, fasilitas pejalan kaki, dan jembatan penyeberangan.
III-49

Activity (20)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Rey Achan liked this
Angga Putra liked this
Hendri YS liked this
Hadiwibowo Bowie liked this
Jangkar Jakarta liked this
Tri Hariyadi M liked this

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->