Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
19Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Laporan Praktikum Kultur Jaringan

Laporan Praktikum Kultur Jaringan

Ratings: (0)|Views: 1,056 |Likes:
Published by Ikra Alma Khudra

More info:

Published by: Ikra Alma Khudra on Oct 15, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/09/2013

pdf

text

original

 
Laporan Praktikum Kultur JaringanHari / Jam : Senin, 13.00-16.00Asisten : Zainati FakhrinaG34054029
KULTUR JARINGAN
Disusun Oleh:1. Linda Sugiarti G340700532. Ikra Alma Khudra G34070065DEPARTEMEN BIOLOGIFAKULTAS ILMU PENGETAHUAN ALAM DAN MATEMATIKAINSTITUT PERTANIAN BOGOR 2010
 
Pendahuluan
Kultur jaringan adalah suatu metode untuk mengisolasi bagian daritanamanseperti sekelompok selatau jaringan yang ditumbuhkan dengan kondisi aseptik di dalam botol kultur dengan medium dan kondisi tertentu, sehingga bagian tanaman tersebut dapat memperbanyak diri tumbuh menjadi tanamanlengkap kembali. Yang menjadi dasar kultur jaringan ini adalah teori totipotensisel dimana setiap sel organ tanaman akan mampu tumbuh menjadi tanaman yangsempurna jika ditempatkan di lingkungan yang sesuai.Metode perbanyakan tanaman secara in vitro dapat dilakukan melalui tigacara, yaitu melalui perbanyakantunasdari matatunas apikal, melalui  pembentukan tunas adventif , dan embriogenesis somatik , baik secara langsung maupun melalui tahap pembentukankalus.  jaringanyang digunakan sebagai eksplandalam pengerjaan kultur jaringan adalah jaringan muda yang belummengalami diferensiasi dan masih aktif membelah (meristematik) sehinggamemiliki kemampuanregenerasiyang tinggi ditemukan padatunasapikal, tunas aksiler, bagian tepi daun, ujung akar, maupunkambiumbatang. Selain itu bisa juga jaringan parenkima,yaitu jaringan penyusun tanaman muda yang sudah mengalami diferensiasi dan menjalankan fungsinya. Contoh jaringan tersebutadalah jaringan daun yang sudah berfotosintesis dan jaringan batang atau akar yang berfungsi sebagai tempatcadanganmakanan.Meode kultur jaringan dikembangkan untuk membantu memperbanyak tanaman khusunya untuk tanaman yang sulit dikembangkan secara generatif. Bibityang dihasilkan dari kultur jaringan mempunyai beberapa keunggulan, antara lain:mempunyai sifat yang identik dengan induknya, dapat diperbanyak dalam jumlahyang besar sehingga tidak terlalu membutuhkan tempat yang luas, mampumenghasilkan bibit dengan jumlah besar dalam waktu yang relatif singkat,kesehatan dan mutu bibit lebih terjamin, kecepatan tumbuh bibit lebih cepatdibandingkan dengan perbanyakan konvesional.
 
Tujuan
Tujuan dari praktikum ini antara lain adalah mengetahui cara pembuatankultur (murashige - skoog), mempelajari metode kultur kalus embrio padi denganmedia MS + 2,4D (2ppm), mengetahui cara sterilisasi eksplan ruas batang jarak (
 Jatropa curcas
) dan daun tembakau (
 Nicotina tabacum
), mengetahui subkultur tanaman anggrek (Jika contoh tumbuhan anggrek atau nenas), dan mengetahuistek batang tanaman Krisan.
Alat dan Bahan
Alat yang digunakan adalah LAFC, peralatan kutur, bunsen, cawan petri,dan korek api. Bahan yang digunakan pada praktikum yang ada adalah mediaMS+2,4D, MS+BAP 0,5 mg / l, media MS+IAA/NAA 0,1 mg/l. Bahan eksplanyang dipakai adalah tanaman nenas, tiga bulir padi, daun tembakau dan batangtanaman krisan.
MetodePembuatan Medium Murashige dan Skoog (MS)
. Labu ukur 1 liter diisisepertiganya dengan aquades, lalu satu per satu larutan baku ditambahkansebanyak yang tercantum dalam tabel. Campuran diaduk setiap kali penambahanlarutan baku. Sukrosa dan bahan lainnya ditimbang sesuai keperluan danditambahkan ke dalam labu ukur kemudian diaduk sampai larut seluruhnya.Aquades ditambahkan sampai volume total mencapai 1 liter. Campurandipindahkan ke dalam Erlenmeyer besar kemudian sambil diaduk ditetesi denganlarutan NaOH hingga tercapai kisaran pH 5,6-5,8. Setelah campuran mediumdiukur pH-nya ditambahkan agar 6-8 gr/l medium dan diaduk sampai meratakemudian dipanaskan sampai mendidih sambil diaduk. Medium dituangkan kedalam botol kultur sebanyak yang diperlukan. Botol ditutup dengan plastik dandiikat dengan karet. Setelah itu, botol dimasukkan ke dalam autoklaf untuk disterilisasi selama 30 menit pada suhu 121
o
C, tekana 15 psi. Kemudian, media

Activity (19)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Ayu liked this
8500444 liked this
Catur Wahyu liked this
rani gultom liked this
rani gultom liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->