Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
4Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
BAB VI Skripsi Au

BAB VI Skripsi Au

Ratings: (0)|Views: 1,013|Likes:
Published by pamulang

More info:

Published by: pamulang on Oct 16, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, DOC, TXT or read online from Scribd
See More
See less

04/14/2014

pdf

text

original

 
BAB VIPEMBAHASAN
A.Analisa Univariat1.Pengetahuan Responden
Dari hasil penelitian yang dilakukan untuk tingkat pengetahuan respondensecara keseluruhan sebagian besar berada pada kategori rendah sebanyak 61 %hanya sebagian kecil yang berpengetahuan tinggi sebanyak 39 %.Pengetahuan adalah merupakan hasil dari tahu dan ini terjadi setelah orangmelakukan pengindraan suatu objek tertentu, pengindraan ini terjadi melaluipancaindra manusia, indra penglihatan, pendengaran, penciuman dan raba. Sebahagian pengetahuan diperoleh melalui mata dan telinga, pengetahuan dan kognitif merupakan domain yang sangat penting untuk terbentuknya tindakan seseorang.( Notoadmodjo, 2003)Menurut Syafruddin (2008) pengetahuan yang baik adalah respondenmemahami dan mengerti tentang seks.Penelitian ini juga dilakukan oleh Darmasih (2009) pada remaja SMASurakarta tahun 2009 yang menyatakan bahwa remaja yang memiliki pengetahuanrendah lebih banyak melakukan perilaku seks pranikah.Hasil dari penelitian peneliti menunjukkan bahwa sebagian besaresponden tidak mengetahui apa yang dimaksud dengan seks pranikah serta apadampak dari perilaku seks pranikah pada remaja. Cara untuk meningkatkan pengetahuan tersebut adalah dengan meningkatkan pendidikan , karena kita lihat
 
 bahwa pendidikan seks masih tabu di institusi pendidikan, sehingga para remajamencari tahu di luar sekolah hingga cara pandang dan cara adopsinya tidak pada jalan yang tepat.
2.Sosial Ekonomi
Dari hasil penelitian dari 100 responden didapat 49 (49 %) respondenmemiliki sosial ekonomi rendah dan 51 (51%) responden memiliki sosialekonomi tinggi.Ada banyak faktor mempengaruhi remaja melakukan atau bahkan tidak melakukan hal tersebut, dalam suatu penelitian yang dilakukan oleh Endiyani(2006) menyebutkan bahwa pelajar yang berumur 13-18 tahun yang tidamelakukan hal tersebut berasal dari keluarga yang utuh dan sosial ekonomi yangtinggi, tinggal didaerah yang utuh.Hasil yang didapat oleh peneliti dilapangan adalah sebagian responden berasal dari status ekonomi tinggi. Tinggi atau rendahnya sosial ekonomi orangtua harus tetap memberikan perhatian yang penuh pada anak-anak, karena dengan perhatian orang tua adalah satu cara yang dapat mencegah anak-anak dari perilakuyang tidak baik.
3.Komunikasi Dengan Orang Tua
Dari penelitian dapat dilihat bahwa sebagian besar atau 70 responden (70%) memiliki komunikasi kurang baik dengan orang tua dan yang memilikikomunikasi baik dengan orang tua 30 responden (30%).64
 
Menurut Syafrudin, (2008), dalam hal komunikasi orang tua denganremaja, remaja seringkali merasa tidak nyaman atau tabu untuk membicarakanmasalah seksualitas dan kesehatan reproduksinya. Remaja lebih senangmenyimpan dan memilih jalannya sendiri tanpa berani mengungkapkan kepadaorang tua. Hal ini disebabkan karena ketertutupan orang tua terhadap anaterutama masalah seks yang dianggap tabu untuk dibicarakan serta kurangterbukanya anak terhadap orang tua karena anak merasa takut untuk bertanya.Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Amrillah (2007) pada remajaSMK SAHID Surakarta menyatakan bahwa lebih banyak responden yangmemiliki komunikasi kurang baik dengan orang tuanya.Pola komunikasi negatif antara orang tua dan anak bisa terjadi banyak  penyebabnya, diantaranya ketidaktahuan orang tua bagaimana berkomunikasiyang positif dengan anaknya dan ketidaktahuan orang tua tentang kesehatanreproduksi, atau tidak mengerti konsep pendidikan seks, remaja dapat mencariinformasi di luar rumah yang justru sering mengarahkan mereka pada solusi yangmenjerumuskan. Peran orang tua sangat diperlukan dalam memberikan informasidan bimbingan tentang seksualitas kepada anak remajanya.Dari hasil penelitian yang peneliti lakukan dari 100 responden didapat 70% responden memiliki komunikasi kurang baik dengan orang tuanya. Inidikarenakan ketidaktahuan orang tua konsep pendidikan seks tersebut dan remajamerasa tidak nyaman untuk membicarakannya dan remaja malu membicarakanmesalah seksualitas kepada orang tuanya.65

Activity (4)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 thousand reads
1 hundred reads
Tiara Wahyuni liked this
Sisca Muchtar liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->