Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
2Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Karate

Karate

Ratings: (0)|Views: 266|Likes:
Published by Dina Fitri Fauziah

More info:

Published by: Dina Fitri Fauziah on Oct 16, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, DOCX, TXT or read online from Scribd
See More
See less

06/29/2013

pdf

text

original

 
 
KARATE
Oleh: Dina Fitri Fauziah1.
 
Definisi Karate
 
Karate
(
 
 
) adalah senibela diriyang berasal dariJepang.Karate terdiri dari atas dua kanji, yaitu
„Kara‟
(
) yang
 berarti „kosong‟,
dan
„te‟
(
)yang
 berarti „tangan'.
Kedua kanji tersebut (
空手
) bermakna
“tangan kosong”
kongshou
). Karate berarti sebuah seni bela diri yang memungkinkanseseorang mempertahankan diri tanpa senjata.Menurut Gichin Funakoshi, karate mempunyai banyak arti yang lebih
condong kepada hal yang bersifat filsafat. Istilah “kara” dalam karate bisa pula
disamakan seperti cermin bersih yang tanpa cela yang mampu menampilkanbayangan benda yang dipantulkannya sebagaimana aslinya. Ini berarti orang yangbelajar karate harus membersihkan dirinya dari keinginan dan pikiran jahat. Selainitu,
makna kata “kara” pada kar 
ate mengarah kepada sifat kejujuran, rendah hatidari seseorang. Walaupun demikian, sifat kesatria tetap tertanam dalamkerendahan hatinya, demi keadilan berani maju sekalipun berjuta lawan tengahmenunggu.
Akhiran kata “Do” pada karate
-do memiliki makna jalan atau arah. Suatufilosofi yang diadopsi tidak hanya oleh karate tapi juga oleh kebanyakan seni beladiri Jepang dewasa ini (Kendo, Judo, Kyudo, Aikido, dll).Demikianlah makna yang terkandung dalam karate. Karena itulah seseorangyang belajar karate sepantasnya tidak hanya memperhatikan sisi teknik dan fisik,melainkan juga memperhatikan sisi mental yang sama pentingnya. Seiring usiayang terus bertambah, kondisi fisik akan terus menurun. Namun kondisi mentalseorang karateka yang diperoleh lewat latihan yang lama akan membentuk kesempurnaan karakter.
 
2.
 
Sejarah Karate
 Seni bela diri karate dibawa masuk ke Jepang lewatOkinawa.Seni bela diri
ini pertama kali disebut "Tote” yang berarti seperti “Tangan China”.
Waktu karatemasuk ke Jepang, nasionalisme Jepang pada saat itu sedang tinggi-tingginya,sehingga Sensei Gichin Funakoshi mengubah kanji Okinawa (Tote: TanganChina) dalam
kanji Jepang menjadi „karate‟ (Tangan Kosong) agar lebih mudah
diterima oleh masyarakat Jepang. (Pada saat itu, Okinawa belum menjadi bagianJepang).Pada tahun 1923, Gichin Funakoshi untuk pertama kalinya memperagakan Teatau Okinawa-Te ini di Jepang. Berturut-turut kemudian pada tahun 1929 tokoh-tokoh seperti Kenwa Mabuni, Choyun Miyagi berdatangan dari Okinawa danmenyebarkan karate di Jepang. Kenwa Mabuni menamakan alirannya Shitoryu,Choyun Miyagi menamakan alirannya Gojuryu, dan Gichin Funakoshimenamakan alirannya Shotokan. Masutatsu Oyama kemudian secara resmi jugamendirikan aliran Karate baru yang dinamakan Kyokushin pada tahun 1956.Okinawa Te ini yang telah dipengaruhi oleh teknik-teknik seni bela diri dariCina, sekali lagi berbaur dengan seni bela diri yang sudah ada di Jepang, sehinggamengalami perubahan-perubahan dan berkembang menjadi Karate sepertisekarang ini. Berkat upaya keras dari para tokoh ahli seni bela diri ini selamaperiode setelah Perang Dunia II, Karate kini telah berkembang pesat ke seluruhdun ia dan menjadi olah raga seni bela diri paling populer di seluruh dunia.Di negara Jepang, organisasi yang mewadahi olahraga karate seluruh Jepangadalah JKF. Adapun organisasi yang mewadahi karate seluruh dunia adalah WKF(dulu dikenal dengan nama WUKO -
World Union of Karatedo Organizations
).Ada pula ITKF (
 International Traditional Karate Federation
) yang mewadahikarate tradisional. Adapun fungsi dari JKF dan WKF adalah terutama untuk meneguhkan karate yang bersifat "tanpa kontak langsung", berbeda dengan aliranKyokushin atau Daidojuku yang "kontak langsung".
3.
 
Sejarah Karate di Indonesia
 
Karate masuk di Indonesia bukan dibawa oleh tentara Jepang melainkan olehmahasiswa-mahasiswa Indonesia yang kembali ke tanah air setelah menyelesaikanpendidikan mereka di Jepang. Pada tahun 1963, beberapa mahasiswa Indonesia,antara lain: Baud AD Adikusumo (seorang karateka yang mendapatkan sabuk hitam dari M. Nakayama, JKA Shotokan), Karianto Djojonegoro, MochtarRuskan dan Ottoman Noh, mendirikan Dojo di Jakarta. Mereka inilah yang mula-mula memperkenalkan karate (aliran Shoto-kan) di Indonesia, dan selanjutnyamereka membentuk wadah yang mereka namakan Persatuan Olahraga KarateIndonesia (PORKI) yang diresmikan tanggal 10 Maret 1964 di Jakarta. Baud ADAdikusumo kemudian tercatat sebagai pelopor seni beladiri Karate di Indonesiadan juga pendiri Indonesia Karate-DO (INKADO).Setelah beliau, tercatat nama putra-putra bangsa Indonesia yang ikut berjasamengembangkan berbagai aliran Karate di Indonesia, antara lain: Sabeth Mukhsindari aliran Shotokan, pendiri Institut Karate-Do Indonesia (INKAI) dan FederasiKarate Tradisional Indonesia (FKTI), dan juga adalah Anton Lesiangi (sama-samadari aliran Shotokan), pendiri Lembaga Karate-Do Indonesia/LEMKARI.Aliran Shotokan adalah yang paling populer di Indonesia. Selain Shotokan,Indonesia juga memiliki perguruan-perguruan dari aliran lain yaituWadodibawahasuhanWado-ryuKarate-Do Indonesia (WADOKAI) yang didirikan oleh C.A.Taman dan Kushin-ryu Matsuzaki Karate-Do Indonesia (KKI) yang didirikan olehMatsuzaki Horyu. Selain itu juga dikenal Setyo Haryono dan beberapa tokohlainnya membawa aliran Goju-ryu, dan Nardi T. Nirwanto dengan beberapa tokohlainnya membawa aliran Kyokushin. Aliran Shito-ryu juga tumbuh di Indonesiadibawah perguruan GABDIKA Shitoryu (dengan tokohnya Dr. Markus Basuki)dan SHINDOKA (dengan tokohnya Bert Lengkong). Selain aliran-aliran yangbersumber dari Jepang di atas, ada juga beberapa aliran Karate di Indonesia yangdikembangkan oleh putra-putra bangsa Indonesia sendiri, sehingga menjadiindependen dan tidak terikat dengan aturan dari Hombu Dojo (Dojo Pusat) dinegeri Jepang.Disamping ex-mahasiswa-mahasiswa tersebut di atas, orang-orang Jepangyang datang ke Indonesia dalam rangka usaha telah pula ikut memberikan warna

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->