Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
5Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Brimob Rangers War 2-Operasi Mandala

Brimob Rangers War 2-Operasi Mandala

Ratings: (0)|Views: 1,998 |Likes:
Published by Anton Agus Setyawan
Dokumen ini hasil wawancara dengan anggota Resimen Pelopor Brimob yang tergabung dalam RTP I dan riset kecil dari dokumen Dephan
Dokumen ini hasil wawancara dengan anggota Resimen Pelopor Brimob yang tergabung dalam RTP I dan riset kecil dari dokumen Dephan

More info:

Published by: Anton Agus Setyawan on Oct 16, 2008
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as RTF, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/09/2014

pdf

text

original

 
BRIMOB RANGERS WAR 2-MENYUSUP KE BELAKANG GARIS PERTAHANAN MUSUH DALAMOPERASI MANDALA/TRIKORADARI PEMBURU MENJADI YANG DIBURU
Anton A. Setyawan
Dosen Fak. Ekonomi Universitas Muhammadiyah Surakarta dan mahasiswaProgram Doktor Ilmu Manajemen UGMJl A Yani Tromol Pos 1 Pabelan Kartasura Surakarta 57102Hp 08156718444e-mail: anton_agus@ums.ac.id danrmb_anton@yahoo.comWawancara dengan mantan anggota RTP 1 Operasi Mandala merebut Papua-Juni2008.
Operasi Mandala yang dipimpin oleh Mayjend Soeharto adalah sebuah operasimiliter sebagai jalan terakhir menyelesaikan masalah Irian yang ditunda oleh Belandadalam Konferensi Meja Bundar tahun 1949. Dalam operasi gabungan ini, semua unsur dari Angkatan Bersenjata dikerahkan. Angkatan Darat yang dimotori oleh RPKAD,Banteng Raiders dan beberapa unsur Divisi Siliwangi beserta Pasukan Gerak Tjepat(sekarang Pasukan Khas) TNI AU disusupkan dengan penerjunan ke beberapa wilayah diIrian Jaya. Pasukan Marinir disiapkan di Ambon untuk melakukan pendaratan ampibi, jika pertempuran frontal terjadi.Pasukan Brimob dari beberapa Polda dan Resimen Pelopor menjadi bagian dariRTP 1 (Resimen Tempur) 1 yang akan disusupkan ke daerah Fak-Fak, Papua. AnggotaResimen Pelopor yang menjadi inti dari RTP 1 terdiri dari 60 orang, yang sebagian besar  berasal darii Kompi A. Mereka sudah menggunakan senjata AR 15 yang dibagikan padatahun 1961, pada saat operasi Gerakan Operasi Militer (GOM) IV di Aceh tahun 1961.Pasukan berangkat dari Tanjung Priok Jakarta pada bulan Februari 1962. Mereka berangkat menuju Ambon yang menjadi salah satu pusat komando operasi Mandala.Setelah sampai di Ambon, pasukan dibagi lagi menjadi detasemen-detasemenkecil. Pasukan Brimob dari beberapa Polda dipecah untuk disusupkan ke beberapawilayah dan sebagian menjadi petugas radio dan transportasi. Petugas transportasi yangdimaksud adalah menjadi pengendali perahu motot kecil yang digunakan untu
 
menyusup ke wilayah lawan. Pasukan dari Resimen Pelopor tidak dipecah karenamereka memiliki misi khusus yaitu melakukan serangan demolisi (penghancuran)instalansi milik Belanda.Sesampai di Ambon, 60 orang anggota Menpor dipindahkan ke kapal nelayanuntuk berangkat ke Pulau Gorom di kawasan Kepulauan Kei. Maluku. Pulau Goromadalah pulau tidak berpenghuni yang hanya berisi pohon pala. Mereka menunggu di pulaiitu menunggu perintah infiltrasi.Pada bulan April 1962, perintah untuk mendarat di Fak-Fak datang, dan segeradipersiapkan perahu kecil untuk melakukan pendaratan. Misi pendaratan ini bukan pendaratan ampibi, melainkan infiltrasi sehingga perahu pun disamarkan dengan perahunelayan. Jarak antara Pulau Gorom dengan daratan Fak-Fak hanya 4 jam pelayaran,sehingga tidak dibutuhkan waktu lama untuk sampai di daratan Fak-Fak.60 pasukan Menpor mendarat di Fak-Fak pada pukul 03.00 pagi. Pasukan inimendapatkan “sambutan hangat” dari Angkatan Laut Kerajaan Belanda, berupa tembakanmeriam dari arah lautan. Rupanya penyusupan tersebut diketahui oleh AL Belanda.Tembakan kanon dari kapal AL Belanda mengenai garis pantai sehingga pasukan kocar-kacir. Mereka juga tidak mampu membalas karena hanya membawa senjata ringan AR 15dan granat tangan. Pertempuran yang tidak seimbang itu hanya berlangsung beberapamenit, namun segera diketahui akibatnya. 20 anggota Menpor salah arah dan langsungmenuju markas musuh, mereka akhirnya ditawan. 40 sisanya terpencar tidak karuan.Pasukan Menpor yang terpecah itu kemudian kehilangan kontak karena semua peralatan komunikasi rusak akibat pemboman. Masing-masing kelompok terpecahmenjadi 4 sampai 8 orang dan berasal dari regu yang berbeda-beda. Mereka kehilangankontak dengan pasukan induk, tidak mempunyai dukungan logistic dan berada di daerahlawan. Hampir semua anggota Menpor yang berada dalam situasi itu, ketikadiwawancarai yakin bahwa mereka pasti mati. Perintah dari komandan operasi pasukanMenpor tidak boleh menembak kecuali dalam kondisi tidak bisa menghindari musuh.Pasukan yang tercerai berai itu masih “dihadiahi” Belanda dengan pemboman darilaut dan tembakan senapan mesin dari pesawat tempur/ Ajun Brigadir Wagiyo mengingatsaat itu, sebagai jam tanda bangun pagi yaitu suara meriam dan mereka harus segeramencari perlindungan. Pesawat tempur yang terbang rendah (waktu itu Belanda masih

Activity (5)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
GalihFajar liked this
Erna Aza liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->