Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Look up keyword
Like this
3Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
UTS Filsafat Ilmu

UTS Filsafat Ilmu

Ratings: (0)|Views: 211|Likes:
Published by Iwan Sukma Nuricht

More info:

Published by: Iwan Sukma Nuricht on Oct 19, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/23/2014

pdf

text

original

 
Iwan Sukma
SUMBER- SUMBER PENGETAHUANA.Rasionalisme:
Mendasarkan diri dengan Rasio
Paham ini mengembangkan metode deduktif dalam menyusun sebuah pengetahuan. Premisyang dipakai dari ide yang jelas.
Deduktif:
Pengambilan kesimpulan secara logis dari premis-premis yang telah ditetapkan/telahteruji kebenarannya, atau Suatu Kebenaran diakui dari premis-premis yang telah diujikebenarannya.
Bersifat
 Prapengalaman
 
yang didapatkan manusia lewat penalaran rasional
Cenderung subyektif dan solipsistic
(hanya benar dalam krangka pemikiran tertentu yang berada dalam benak orang yang berfikir tersebut).
Rasio adalah
sumber kebenaran mengembangkan paham rasionalisme. Sedangkan fakta yangtertangkap lewat pengalaman manusia merupakan sumber kebenaran mengembangkan pahamempirisme.
Kelemahan:
masalah utama yang dihadapi kaum rasionalis adalah evaluasi dari kebenaran premis-premis yang dipakainya dalam penalaran deduktif. Karena premis-premis ini semuanya bersumber pada penalaran rasional yang bersifat abstrak dan terbebas dari pengalaman makaevaluasi semacam ini tak dapat dilakukan.
B.
Empirisme:
Mendasarkan diri dengan pengalaman yang konkrit yang dapat ditangkap oleh Panca Indramanusia.
Paham ini mengembangkan
metode induktif.
Dalam menyusun sebuah kesimpulan umum(generalisasi), maka dilakukan pengujian terhadap beberapa variabel yang hasil pengujiannya memiliki karakteristik yang sama dengan dilakukan secara berulang-ulang.
 
Iwan Sukma
C.Intuisi
Pengetahuan
 
didapatkan tanpa melalui
proses penalaran, bersifat personal
dan
tidak bisadi ramalkan.
Dapat
 
dipergunakan sebagai
hipotesis bagi analisis selanjutnya dalam menentukanbenar tidaknya pernyataan yang dikemukakannnya.
Maslow
 berpendapat bahwa
Intuisi adalah
 pengalaman puncak 
.
Sedangkan
FreddicNietzche
merupakan
intelegensi yang tinggi.
 D.Wahyu
Pengetahuan
 
 bersumber bukan sebagai hasil usaha manusia untuk menemukan kebenaran, baik melalui penalaran maupun lewat kegiatan lain seperti perasaan dan intuisi, tapi
bersumber dari Tuhan melalui nabi-nabi untuk disampaikan kepada manusia yangditawarkan kepada manusia dalam menemukan kebenaran.
Wahyu merupakan pengetahuan yang bukan saja mengenai kehidupan sekarang yangterjangkau pengalaman
akan
 
tetapi juga mencakup masalah-masalah yang bersifat
transendental
seperti latar belakang penciptaan manusia dan hari kemudian di akhirannanti.
Pegetahuan ini didasarkan pada kepercayaan akan
hal-hal yang gaib
atau
(supra natural).
Pernyataan wahyu harus dipercaya dulu untuk dapat diterima;
Pernyataan inikemudian dikaji dengan penggunaan metode lain. Secara rasional bisa dikaji umpamanyaapakah pernyataan yang dikandung dalam wahyu bersifat konsisten atau tidak. Dipihak lain,secara empiris bisa dikumpulkan fakta-fakta untuk mendukung pernyataan tersebut atautidak.
 Analisis
 
Iwan Sukma
1.
Menurut
kaum empiris
 bahwa kaum rasionalis tidak akan pernah menemukan kebenaransecara obyektif karena rasioanalsme berdasarkan pada ide-ide yang bersifat subyektif.Dikatakan subyektif karena masing-masing orang memiliki penilaian yang berbeda-beda sesuaisudut pandangnya dalam menemukan kebenaran pada obyek tertentu, sehingga tidak ada hasilconsensus (kesepakatan bersama) yang dapat diterima oleh semua pihak.
 
2.
Menurut
kaum rasionalis
 bahwa tidak semuanya kebenaran didapatkan lewat penemuan pancaindra sebagaimana pernyataan kebenaran kaum empiris. Sebab, panca indra manusia sangatterbatas kemampuannya dan bisa melakukan suatu kesalahan. Contohnya: hakekat metafisika.
 
INTI MATERI FILSAFAT ILMU
Metode Ilmiah
mencoba menggabungkan
cara berpikir deduktif dan cara berpikir induktif 
dalam membangun tubuh pengetahuan.
Berpikir dedukti
memberikan sifat yang rasional kepada pengetahuan ilmiah dan bersifatkonsisten dengan pengetahuan yang telah dikumpulkan sebelumnya.
Francis Bacon :
ke -2 Pengetahuan (Ilmu dan Agama) ini justru akan bersifat saling melengkapi.Pada satu pihak Agama akan member landasan moral bagi aksiologi keilmuan sedangkan dipihak lain ilmu akan memperdalam keyakinan beragama.
Disinilah
pendekatan rasional digabungkan dengan pendekatan empiris
dalam langkah-langkah yang
disebut metode ilmiah.
Secara
rasional
maka
ilmu menyusun pengetahuannyasecara konsisten
dan
kumulatif,
sedangkan
secara empiris ilmu memisahkan antarapengetahuan yang sesuai dengan fakta dengan yang tidak.
Secara sederhana maka hal ini berarti bahwa
semua teori ilmiah
harus memenuhi
dua syarat utama yakni (a) harus konsisten

Activity (3)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 thousand reads
1 hundred reads
Luthfi Assyamsi liked this

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->