Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
29Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Studi Islam di Dunia Islam

Studi Islam di Dunia Islam

Ratings:

4.71

(7)
|Views: 11,853|Likes:
Published by api-3785166
its about my job study
its about my job study

More info:

Published by: api-3785166 on Oct 16, 2008
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, DOC, TXT or read online from Scribd
See More
See less

03/18/2014

pdf

text

original

Studi Islam di Dunia Islam

Studi Islam di Dunia Islam, pada dasarnya berbicara tentang studi Islam di kalangan
Muslimin sendiri. Dalam hal ini paling tidak menangkut dua hal pokok, 1. metode studi
dan 2. para pemikir [orang yang melakukan studi Islam itu sendiri]

Untuk lebih sistematis berikut uraian studi tentang Islam, dengan aspek-aspeknya. Uraian
ini di pisahkan dalam beberapa bagian
Permulaan Islam
Daulah Muawiyah

Daulah Abbasiyah

Daulah Mugholiyah
Daulah Usmaniyah
Jaman Islam Modern

A. Permulaan Islam [awal Islam \u2013 Akhir Kekhalifahan]

Pada Permulaan Islam pendidikan Islam dilakukan di Masjid-masjid atau di rumah-
rumah. Metode yang dipakai dalam fase ini adalah hafalan. Pada permulaan islam
perkembangan Ilmu Pengetahuan dibagi menjadi 3. Pertama Gerakan Agama,
menyangkut pembahasan tentang tafsir Quran, hadis, fiqh, akhlaq. Kedua Gerakan tarikh,
merupakan Gerakan untuk mengumpulkan data-data sejarah, kisah dan riwayat hidup.
Ketiga Gerakan Filsafat, merupakan gerakan dalam bidang mantiq, kimia, kedokteran
dan ilmu lain yang berhubungan. Gerakan filsafat ini pada permulaan Islam tidak begitu
meluas perkembangannya. Ilmu-ilmu dalam bidang ini berasal dari bangsa-bangsa lain
[Romawi, Persia, Qaldan dan lain-lain]. Pada akhirnya ketiga gerakan ini saling
berhubungan dan saling membutuhkan, ahli tafsir akan membutuhkan ahli sejarah untuk
mengetahui kehidupan nabi dalan menafsirkan hadis serta untuk mengetahui sebab
turunnya ayat begitu juga dengan ilmu lainnya. Pada awal perkembangan Islam ini ilmu
pengetahuan berpusat di Makkah, Madinah, Basrah dan Kaufah [Irak], Damaskus
[Syam], dan Fusthat [Mesir].
Satu hal yang penting pada masa ini untuk mengawali studi tentang Islam yang intensif
adalah dengan dibukukannya Al Quran pada masa Khalifah Abu Bakar. Atas desakan
Umar ibn Khattab maka Abu Bakar memerintahkan Zaid bin Tsabit untuk untuk
membukukan Al Quran. Upaya ini berlanjut sampai dengan kekhalifahan Usman bin
Affan., yang kemudian terbentuk musyaf Al Imam sejumlah 6 naskah yang ada di
Kuffah. Basrah, Makkah, Syam, Madinah dan 1 naskah ada pada Khalifah Usman sendiri.
Dalam ilmu tafsir, beberapa sahabat seperti Ali bin Abu Thalib, Abdullah ibn Abbas,
Abdullah ibn Masud dan Ubay bin Kaab menafsirkan Quran menurut apa yang mereka
dengar dari Rosullullah saw. Para sahabat inilah yang dianggab sebagai pembina tafsir
pertama dalam Islam, kemudian diikuti oleh tabiin seperti Said bin Jubair.

B. Masa Daulah Amawiyah [41-132 H/656-750 M]
Pada Zaman ini Mesjid tetap merupakan Pusat Kehidupan Ilmu. Ilmu-ilmu, terutama
Ilmu agama diajarkan di masjid-masjid. Tokoh-tokoh dalam masa ini antara lain;

Abdullah bin Abbas, mengajarkan ilmu tafsir di pekarangan ka\u2019bah.
Rabiah mengajar di dalam masjid madinah
Hasan Basri, mengajar dalam masjid Basrah
Ja\u2019far Shadiq, mengajar di masjid Madinah, mengajarkan ilmu Kimia.

Dalam masa ini ilmu Islam, filsafat dan Terapan di kategorikan dalam ilmu baru [Al
Adaabul Hadisah]. Pembidangan ilmu dalam periode ini di bagi menjadi 2 sebagai
berikut:
Al Adaabul hadisah [ilmu-ilmu baru], terbagi:
a. Al-ulumul Islamiyah, diantaranya ilmu \u2013ilmu Al Quran, hadis, Fiqh, Ulumul Lisaniyah,
tarikh, dan Jughrafi.
b. Al Ulumud Dakhiliyah, merupakan ilmu perlkuasan oleh kemajuan ilsam. Diantaranya
thib [kedokteran], filsafat, ilmu pasti dan ilmu eksakta lainnya
Al Adaabul Qadimah [ilmu-ilmu lama], merupakan ilmu-ilmu yang telah ada sejak masa
Jahiliyah. Diantaranya syair, lughah, khithabah dan amsal.

Masa daulah Abbasiyah (Abbasiyah 1 132-232 H/750-847M, Abbasiyah 2 232-334
H/847-946 M, Abbasiyah 3 334-467 H/946-1075 M, Abbasiyah 4 467-656 H/1075-1261
M)

Jarji Zaidan menyatakan bahwa pada masa daulah Abbasiyah studi tentang islam
mengalami kemajuan pesat. Ilmu fiqh dan hadis mengalami kematangan pada masa ini.
Serta cabang ilmu Islam yang lain yang mengiringi filsafat. (Hasjimy, 1995)

Pusat-pusat pendidikan yang ada pada jaman ini adalah ma\u2019had [tempat belajar], seperti
Kuttab [tempat belajar tingkat pendidikan rendah dan menengah], mesjid untuk
pendidikan tinggi dan takhassus, majlis Munadharah tempat pertemuah ahli pikir,
pujangga untuk membahas hal-hal ilmiah. Darul Hikmah yang didirikan Harun Al-Rasyid
dan disempurnakan oleh Al Makmun, merupakan perpustakaan terbesar dilengkapi
dengan ruang-ruang untuk belajar. Kemudian pada masa pemerintahannya [456-485 H]
Perdana Menteri Nidhamul Mulk mendirikan sekolah dalam bentuknya seperti sekarang
ini dengan nama Madrasah [1064 M menurut Azra dalam Nasution, 2004]. Madrasah ini
meliputi pendidikan untuk tingkat rendah, menengah dan tinggi dalam segala bidang.
Tokoh-tokon ilmuwan dalam studi Islam pada masa ini antara lain: Ibnu Jarir ath Tabary,

Ibnu Athiyah al Andalusy, Abu Bakar Asam , Ibnu Jaru Al Asady [mufassir]. Imam
Bukhary, Imam Muslim Ibnu Majah, Baihaqi, At-Tirmizi [Hadis], Al Asyari, Imam
Ghazali, Washil ibn Atha [kalam], Shabuddin Sahrawardi, Al Qusyairi dan al Ghazali
[tasawuf].
Pada jaman Abbasiyah ini pula di bukukan Ushul Fiqh dan lahirnya istilah-istilah Fiqh
[sunnat, wajib]. Para Fuqaha [ahli hukum ]ternama yang masih dijadikan rujukan sampai
sekarang juga lahir/mengembangkan ilmunya pada jaman ini. Antra lain Imam Abu
Hanifah, Imam Malik, Imam Syafi\u2019I, Imam Ahmad. Pada jaman ini pula lahir mahzab
Syiah Zaidiyah dan Imamiyah.
Perkembangan Al Ulumud Dhakhiliyah [ilmu perluasan oleh perkembangan ilmu Islam]
juga mencatatkan sejarahnya pada masa ini. Sebuah buku kumpulan karangan dari
anggota Ikhwanus Safa berjudul Rosail Ikhwanus Safa berhasil disusun. Isi dari buku ini

adalah filsafat Islam meliputi susunan, alam, rahasia langir bumi, bintang, ilmu hayat,
ilmujiwa , ilmu pasti, musik, mantik, akhlaq dan lain-lain. Pengarang dari buku ini
kebanyakan merupakan orang Mu\u2019tazilah dan Ayiah ekstrim.
Selain itu para ahli kedokteran bermunculan pada masa ini diantaranya Ibnu Sina
[Avicenna], Ibnu Masiwaihi, Ibnu Sahal, dan Ali bin Abbas. Dalam ilmu yang lain ada
Ibnu baitar [farmasi dan kimia], jabir Batany [falak dan nujum], Tsabit bin Qurrah al-
Hirany [ilmu pasti/riyadhiyaat], Ibnu Sa\u2019ad [sejarah], Syarif Idrisy [jughrafi/geografi],
Pada masa akhir Daulah Abbasiyah disusunlah buku Al-Mausu\u2019at. Buku ini berisi
bermacam-macam ilmu sehingga mirip ensiklopedi.

C. Masa Daulah Mugoliyah 659-925 H/1261-1520 M,

Dalam amsa ini studi Islam tidak begitu berkembang. Pada ilmuwan kebanyakan hanya
memberikan syarah [penjelas] atas ilmu-ilmu atau kitab-kitab fiqh yang telah ada
sebelumnya. Namun demikian tak sedikit pula ilmuwan-ilmuwan yang menmpelajari
berbagai disiplin ilmu (studi Quran, hadis, Tasawuf, Thib, ilmu Pasti bahkan ilmu teknik)
yang muncul.

Bahkan pada masa ini merupakan matangnya ilmu sosiologi, ditandai dengan munculnya
Muqaddimah-nya Ibnu Khaldun (1332-1406 M)
D. Masa Daulah Usmaniyah 925-1213 H/1520-1801 M

Setelah sekian lama tidak ada pemikir Islam yang mumpuni akhirnya pada masa ini lahir
Muhammad bi Abdul Wahhab (1116-1206 H), yang dianggap membawa perubahan besar
dalam dunia Islam.
Pada masa ini juga lahir para ahli-ahli hadis (Abdurrauf al Manawy), tasawuf (Abdul
Wahab Sya\u2019rany), filsafat (Ash Shadar bin Abdurrahman al Akhdary), sejarah
(Syamsuddin Syamy)

Daftar Pustaka
Encarta Encyclopedia 2005. Microsoft, 2004
Hasjimy, A. Sejarah Kebudayaan Islam. Jakarta: Bulan Bintang, 1995
Nasution, Khoiruddin. Pengantar Studi Islam. Yogyakarta: Academia+Tazakka, 2004

http://purwoko.staff.ugm.ac.id/blog/?p=26
Taj Mahal, di Agra, India Sumbangan Peradaban Islam
17 Maret 2004

TAJ MAHAL yang di dalamnya berdiri bangunan masjid, satu dari
tujuh keajaibah dunia. Bangunan indah dan megah itu
sumbangan peradaban masyarakat muslim, sebuah karya
arsitektur yang sangat tinggi. Hal itu merepresentasikan

Activity (29)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Desy Mayang Sari liked this
Tyas Wirani liked this
Nur Fai liked this
Nana Mahendra liked this
Abu Nu'man liked this
Aulia Lutfii liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->