Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
3Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Modul Matematika Teori Belajar Bruner

Modul Matematika Teori Belajar Bruner

Ratings: (0)|Views: 235 |Likes:
Published by irwandi_man6349

More info:

Published by: irwandi_man6349 on Oct 21, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/23/2012

pdf

text

original

 
PENDAHULUAN
Psikologi kognitif menyatakan bahwa perilaku manusia tidak ditentukan olehstimulus yang berada dari luar dirinya, melainkan oleh faktor yang ada pada dirinyasendiri. Faktor-faktor internal itu berupa kemampuan atau potensi yang berfungsiuntuk mengenal dunia luar, dan dengan pengalaman itu manusia mampu memberikanrespon terhadap stimulus. Berdasarkan pandangan itu, teori psikologi kognitif memandang belajar sebagai proses pemfungsian unsur-unsur kognisi, terutama unsurpikiran, untuk dapat mengenal dan memahami stimulus yang datang dari luar.Dengan kata lain, aktivitas belajar pada diri manusia ditekankan pada proses internaldalam berfikir, yakni proses pengelolaan informasi.Kegiatan pengelolaan informasi yang berlangsung di dalam kognisi itu akanmenentukan perubahan perilaku seseorang. Bukan sebaliknya jumlah informasi ataustimulus yang mengubah perilaku. Demikian pula kinerja seseorang yang diperolehdari hasil belajar tidak tergantung pada jenis dan cara pemberian stimulus, melainkanlebih ditentukan oleh sejauh mana sesaeorang mampu mengelola informasi sehinggadapat disimpan dan digunakan untuk merespon stimulus yang berada disekelilingnya. Oleh karena itu teori belajar kognitif menekankan pada cara-caraseseorang menggunakan pikirannya untuk belajar, mengingat dan menggunakanpengetahuan yang telah diperoleh dan disimpan di dalam pikirannya secara efektif.Teori belajar kognitif menekankan pada kemampuan siswa dan menganggapbahwa siswa sebagai subjek didik. Jadi siswa harus aktif dalam proses belajarmengajar, Fungsi guru adalah menyediakan tangga pemahaman yang puncaknyaadalah tangga pemahaman paling tinggi, dan siswa harus mencari cara sendiri agardapat menaiki tangga tersebut. Jadi peran guru adalah: a) memperlancar prosespangkonstruksian pengetahuan dengan cara membuat informasi secara bermakna dan
 
relevan dengan siswa, b) memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengungkapkan atau menerapkan gagasannya sendiri, dan c) membimbing siswauntuk menyadari dan secara sadar menggunakan strategi belajar sendiri.Salah satu pelopor aliran psikologi kognitif adalah Jeremi S. Bruner. Brunerbanyak memberikan pandangan kognitif mengenai perkembangan kognitif manusia,bagaimana manusia belajar, hakikat pendidikan selain teori belajar dan teoripengajaran yang dikemukakannya.
 
PEMBAHASANA.
 
Bruner Dan Teorinya
 Jerome S. Bruner 
(1915) adalah seorang ahli psikologi perkembangan danahli psikologi belajar kognitif. Pendekatannya tentang psikologi adalah eklektik.Penelitiannya yang demikian banyak itu meliputi persepsi manusia, motivasi, belajar,dan berpikir. Dalam mempelajari manusia, Ia menganggap manusia sebagaipemproses, pemikir, dan pencipta informasi (dalam Wilis Dahar, 1988;118).
 Jerome S. Bruner 
dalam teorinya (dalam Suherman E., 2003;43) menyatakanbahwa belajar matematika akan lebih berhasil jika proses pengajaran diarahkankepada konsep-konsep dan struktur-struktur yang terbuat dalam pokok bahasan yangdiajarkan, di samping hubungan yang terkait antara konsep-konsep dan struktur-struktur. Dengan mengenal konsep dan struktur yang tercakup dalam bahan yangsedang dibicarakan, anak akan memahami materi yang harus dikuasainya itu. Inimenunjukkan bahwa materi yang mempunyai suatu pola atau struktur tertentu akanlebih mudah dipahami dan diingat anak.
 Bruner 
, melalui teorinya itu (dalam Suherman E., 2003), mengungkapkanbahwa dalam proses belajar anak sebaiknya diberi kesempatan untuk memanipulasibenda-benda (alat peraga). Melalui alat peraga yang ditelitinya itu, anak akan melihatlangsung bagaimana keteraturan dan pola struktur yang terdapat dalam benda yangsedang diperhatikannya itu. Keteraturan tersebut kemudian oleh anak dihubungkandengan keterangan intuitif yang telah melekat pada dirinya.Dengan memanipulasi alat-alat peraga, siswa dapat belajar melaluikeaktifannya. Sebagaimana yang dikemukakan oleh Bruner (dalam Suwarsono,2002;25), belajar merupakan suatu proses aktif yang memungkinkan manusia untuk menemukan hal-hal baru di luar (melebihi) informasi yang diberikan pada dirinya.

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->