Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
7Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Psikologi Pendidikan

Psikologi Pendidikan

Ratings: (0)|Views: 1,090|Likes:
Published by Muhamad Umar Chatab
Terjemahan penelitian psikologi pendidikan dari bab mengenai "Undergifted Achieved Students" atau Cara mendidik siswa/i pintar tapi kurang berprestasi.
Terjemahan penelitian psikologi pendidikan dari bab mengenai "Undergifted Achieved Students" atau Cara mendidik siswa/i pintar tapi kurang berprestasi.

More info:

categoriesTypes, Research, Science
Published by: Muhamad Umar Chatab on Oct 21, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, DOC, TXT or read online from Scribd
See More
See less

02/14/2014

pdf

text

original

 
1
BAB 3Cara Mendidik Siswa/i yang Kurang Berprestasi
(Diterjemahkan dari Bahasa Inggris ke Bahasa Indonesia oleh Muhamad Umar Chatab)
Frasa “Cara Mendidik Siswa/i yang Kurang Berprestasi” mungkin terdengar klise. Secaradefinisi siswa/i yang berprestasi adalah mereka yang mempunyai kecerdasan di atas rata-ratadan kemampuan belajar yang tinggi secara konsisten. Sedangkan mereka yang kurang berprestasi dikategorikan sebagai siswa/i yang gagal dalam menjalankan kemampuan belajarnya secara optimal. Lalu bagaimana dua frasa ini digunakan secara bersamaan untumendeskripsikan satu individu? Tapi bagaimanapun juga fenomena siswa/i yang kurang berprestasi itu ada dan jumlahnya lebih banyak dari perkiraan kita. Keadaan mereka cukupkompleks baik dari segi kemampuan akademis dan tingkah lakunya yang merosot, sertakeadaan ini bisa berjalan dengan cepat maupun lambat. Jika tak ditanggulangi maka potensikemampuan akademis mereka akan semakin merosot. oleh karena itu masalah ini harusditanggulangi bersama sebisa mungkin untuk mencari penyebab hambatan belajar sertasolusinya.
APAKAH YANG DIMAKSUD DENGAN KEKURANGAN PRESTASI ITU?
Mendefenisikan makna kurang berprestasi itu tidak gampang, khususnya diantara siswa/iyang berbakat. Salah satu problemanya terletak pada definisi berbakat. Setiap rayon sekolahmempunyai definisi tersendiri, walaupun kebanyakan penggunaan definisi ini tergantung darihasil tes IQ dan hasil rekomendasi dari pengamatan para guru terhadap siswa/i tersebut.Ukuran-ukuran ini tidak selalu dapat diandalkan dikarenakan secara mental beberapa siswa/i berbakat tersebut unggul di semua bidang pelajaran dan tugas-tugas sekolahnya. Berikut inimari kita lihat definisi dari makna
kurang 
 
berbakat 
. Rimm (1997) mendefinisikan kurang berbakat sebagai ketidaksesuaian antara kemampuan belajar siswa/i di sekolah dengan indekshasil prestasi kemampuan pembelajarannya. Kemampuan hasil prestasi belajar seorang siswadiukur dari tingkatan kelasnya dan evaluasi dari guru yang bersangkutan, sementara hasil darikemampuan siswa/i tersebut diukur dari penilaian kemampuan intelektualnya dan hasil tes prestasi skor yang baku. Sebagai bahan pertimbangan atas fenomena ini, bahwaketidaksesuaian antara hasil yang diharapkan dengan kemampuan penilaian hasilakademisnya tidak didiagnosa sebagai ketidakmampuan dalam pembelajaran. Siswa/i yang berprestasi namun memiliki ketidakmampuan dalam belajar yang optimal, bisa dianggap
 
2
sebagai murid-murid yang luar biasa, pembahasan ini akan didiskusikan secara penuh di Bab4.
BEBERAPA SEBAB KURANGNYA PRESTASI
Faktor-faktor ini bisa berasal dari rumah maupun di sekolah yang bisa menyebabkan prestasimerosot. faktor-faktor ini bahkan terlihat umum dan merata (McCoach & Siegle, 2003).
Citra Dirinya Dalam Bidang Akademis.
Siswa/i yang percaya diri terhadapkemampuannya akan lebih terampil dan terlatih untuk melibatkan dirinya dalam berbagai kegiatan. Citra/persepsi dirinya akan mempengaruhi dalam berbagaikegiatan di sekolah, seberapa banyak tantangan yang mereka hadapi dalam kegiatan-kegiatan tersebut, dan ketekunan yang mereka jalankan ketika mereka terlibat dalamkegiatan-kegiatan tersebut. Citra dirinya dalam bidang akademis dipengaruhi oleh perbandingan yang berasal dari faktor internal dan eksternal. Pada umumnya parasiswa/i akan membandingkan kemampuan yang mereka miliki dengan kemampuanteman-teman sekelasnya (perbandingan eksternal), sebagaimana mereka jugamembandingkan dirinya dengan orang lain yang mereka jadikan patokan(perbandingan internal).1/3 keberhasilan atas suatu prestasi seorang siswa, bisa dihitung/diukur olehcitra dan konsep dirinya sendiri dalam bidang akademis tersebut. Citra dirinya bisamemenuhi target yang ingin ia kejar. Jika siswa melihat dirinya sebagai seorang yanggagal, maka pada akhirnya kemungkinan sekali ia akan terbebani oleh konsepnegatifnya itu. Sehingga nilai yang bagus bisa dipersepsikan sebagai sebuah kebetulanatau keberuntungan, tetapi nilai yang jelek akan semakin memperkuat keyakinannegatifnya. Siswa/i yang bersikap seperti ini sering menyerah dengan keadaan karenamereka mengasumsikan bahwa kegagalan itu tidak bisa dihindarkan. Hasilnya adalah pola pikir dan konsep terhadap dirinya yang rendah, serta kurangnyadorongan/semangat untuk berubah.
Sikap Terhadap Sekolah.
Tidak mengejutkan bahwa banyak penelitian dalam bidang pendidikan menemukan bahwa sikap para siswa terhadap sekolah mempunyaidampak pada prestasi mereka. Semakin positif sikap tersebut, semakin tinggi prestasiyang mereka raih, khususnya pada murid-murid perempuan. Murid-murid yang
 
3
kurang berprestasi menunjukkan lebih banyak sikap serta perilaku yang negatiketimbang murid-murid yang rata-rata berprestasi atau pintar.
Sikap Terhadap Para Guru dan di Kelas.
Banyak murid yang kurang berprestasimempunyai kesulitan berinteraksi secara komunikatif dengan pihak otoritas sekolah,termasuk dengan para guru dan pegawai sekolah. Alhasil sikap mereka terhadap gurudan di kelas malahan berdampak negatif pada prestasi akademik mereka. Mengajar dengan cara memberikan instruksi secara merata kepada semua siswa tidak akancocok dengan gaya belajar siswa-siswi yang pintar. Gaya mengajar seperti instruksiakan menurunkan kapabilitas siswa/i dalam proses pembelajaran, bahkan peraturan dikelas yang ketat dan pembatasan ruang gerak mereka untuk tidak keluar kelas selama jam pelajaran, akan menurunkan semangat belajar mereka di kelas. Suasana kelasyang terlalu kompetitif (berdaya saing tinggi) maupun tidak kompetitif malahan akanmemunculkan berbagai masalah dalam prestasi siswa-siswinya.
Motivasi dan Kedisiplinan Diri.
Kedisiplinan diri adalah cara mengatur untuk mendisiplinkan pemikiran, emosi/perasaan dan tindakan dari siswa/i yang bersangkutan secara konsisten untuk mencapai tujuan. Kedisplinan diri adalah sebuahcara yang signifikan untuk memperoleh prestasi belajar, dan berguna untumenginternalisasi strategi yang dimiliki siswa/i tersebut demi memperoleh prestasi disekolahnya. Tapi bagaimanapun juga, siswa harus selalu termotivasi untumenjalankan strategi-strategi yang mereka miliki dengan usaha yang tekun. Biasanyasiswa/i yang kurang berprestasi mempunyai motivasi yang lemah, kemampuan dankedisplinan yang kurang, atau bahkan ketiga-tiganya.
Tujuan Penilaian.
Bagaimana cara para siswa menilai prestasinya jika sepasangkomponen yang sangat fundamental yang harus mereka lakukan adalah memotivasidirinya untuk berprestasi dan kedisiplinan dalam menjalankan itu semua. Apabilayang murid-murid pikirkan di benaknya adalah pencapaian nilai di sekolahnya, makamereka lebih mengusahakan dirinya untuk mengejar sebatas nilai akademik, danmenghabiskan masa waktunya demi berusaha keras menyelesaikan tugas-tugassekolah, serta lebih berusaha keras lagi secara akademis. Para siswa akan menarik diridari lingkungan sekolah jika mereka merasakan ada suatu konflik nilai antara sekolahdengan kebudayaan tempat mereka berasal. Sebagai contoh, beberapa siswa yang

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->