UTAMA
SABTU
22 OKTOBER
2011
2
SABTU 22SABTU 22
66 Juta Anak Terpapar Bencana
BNPPKucurkanRp 2,843 T
Padang, Padek
—Setiap ta-hun diperkirakan sekitar 66 juta anak di seluruh duniaterkena dampak bencana. Se-mentara, jutaan anak lainnya yang kehilangan rumah dankeluarga, menderita luka-luka,mengalami kekerasan, dantrauma psikologis.Hal ini menjadi pusat per-hatian Forum PenguranganRisiko Bencana (PRB) Suma-tera Barat dalam peringatanBulan Pengurangan RisikoBencana Internasional yang jatuh pada 22 Oktober hari ini.Pengurus Forum PRB Sumbardan Spesialis PenguranganRisiko Becana Field-Bumi Ce-ria, Lany Verayanti menga-takan, belum ada rencana sisti-matis untuk meminimalisirrisiko bencana yang menimpaanak-anak di Sumbar meskisebagai etalase bencana skalanasional.Lany Verayanti menjelas-kan, pada 2004 gempa dan tsu-nami di Aceh menghancurkan750 sekolah. Setahun kemu-dian, 2005, gempa di Pakistanmeluluhlantakkan lebih dari 10ribu sekolah dan 17 ribu orangpelajar tewas karena bangunansekolah mereka runtuh. Di Yogyakarta, 2.900 sekolahhancur akibat gempa pada2006. Gempa dan tsunami diBengkulu tahun 2007 telahmenghancurkan 383 seko-lah. Di China, 7 ribu ruang kelashancur dan sekitar 10 ribu or-ang siswa tewas akibat gempapada 2008. Sementara itu,gempa di Haiti menewaskan316 ribu anak.”Kalau di Sumbar, lebihdari 1.600 kelas hancur dari241 sekolah yang ambruk, dan60 orang siswa tewas,” tandasLany. Lany juga mendukungpencarian data pada kejadiangempa dan tsunami di Men-tawai, 20 Oktober 2010. Gem-pa dan tsunami di Mentawaimenghancurkan 7 sekolah.Bencana juga menimbul-kan banyak ancaman dan ke-kerasan terhadap anak, baik kekerasan fisik, psikologismaupun kekerasan seksual. Ini banyak terjadi pada tenda-tenda pengungsian maupuntempat penampungan semen-tara.Menurut data Forum PRBSumbar, 1.400 anak di Padangeksodus pascagempa tahun2007. Upaya penyadaran kepa-da anak-anak dan pemuda,maupun kepada pihak sekolahdan orangtua, perlu intensif dilakukan. Anak-anak diha-rapkan dapat memahami ka-rakter bencana, peta risiko bencana, jalur evakuasi danlainnya. Anak-anak juga perlumendapat jaminan bahwa ge-dung yang mereka kunjungiharus memenuhi standaraman.Menurut Kepala BPBDSumbar Harmensyah, pihak-nya telah menyiapkan berbagaiprogram pengurangan risiko bencana yang terintegrasi. ”Ki-ta sudah sampaikan ke banyak pihak termasuk DPRD, depar-temen, Wantimpres dan lain-nya,” kata dia.
(mg8)Jakarta, Padek
—SekretarisBadan Nasional Pengelola Per- batasan (BNPP) Sutrisno me-ngatakan, tahun 2012 men-datang akan mengucurkandana sebesar Rp 2,843 triliun.Dana itu akan mengalir kesejumlah provinsi, kabupaten/kota, dan kecamatan di wilayahperbatasan Indonesia.”Diharapkan, dengan ku-curan anggaran itu, wilayahperbatasan dapat dikelola lebih baik,” kata Sutrisno, saat dis-kusi bertema ”Merawat DaerahPerbatasan, Merawat Indone-sia”, di gedung DPD, kompleksParlemen, Senayan Jakarta,Jumat (21/10). Dia jelaskan,anggaran itu akan diperuntuk-kan bagi 12 provinsi, 24 kab/kota, dan 39 kecamatan. Me-liputi di antaranya, KalimantanBarat, Kalimantan Timur, NusaTenggara Timur, Papua, Nang-groe Aceh Darussalam, Suma-tera Utara, Riau, KepulaunRiau, Sulawesi Utara, dan Ma-luku.”Dari total Rp 2,843 triliun,sekitar Rp 1,78 triliun diper-untukkan bagi 39 kecamatan yang berbatasan langsung de-ngan negara tetangga (lapispertama). Sisanya, Rp 1,06triliun ditujukan bagi keca-matan yang menyangga lapispertama itu,” ungkapnya.Sutrisno menjelaskan, ang-garan itu berasal dari 18 ke-menterian yang terkait denganpembangunan wilayah per- batasan. Karena itu, anggaranharus digunakan untuk mem- bangun dan mengelola wilayahperbatasan, seperti sarana-prasarana jalan, kesejahteraan,kesehatan masyarakat.Dalam acara yang sama,Ketua Komisi I Mahfudz Siddiqmenyatakan, Indonesia seha-rusnya bisa mengelola wilayahperbatasan secara sistemik.Namun, kata dia, banyak dae-rah di perbatasan yang belumtersentuh pembangunan, se-hingga muncul sengketa wila- yah dengan negara lain. Karenaitu, Mahfudz menyarankan,tiga pendekatan terpadu dalampembangunan dan pengelolaandaerah perbatasan, yakni sabuk keamanan, sabuk informasidan sabuk pembangunan.Sementara pakar hukumlaut internasional, Hasjim Dja-lal menambahkan, daerah per- batasan memang tidak mudahdiawasi. Pasalnya, perbatasan yang ada itu berupa darat, laut,serta udara. ”Selama ini, Indo-nesia fokus mengawasi wilayahperbatasannya berupa darat.Itu pun dirasa sangat sulit,karena perbatasan di daratternyata tidak sederhana,karena ditentukan berdasargaris sungai, koordinat, hingga
water side
,” ujar Hasjim Djalal.Karena itu, menurut dia,dalam menyelesaikan wilayahperbatasan, Indonesia sebaik-nya menggunakan cara diplo-masi, selain mendasarkan padatitik koordinat tapal batas itusendiri. Cara itu bisa dilakukandengan meningkatkan polakomunikasi antara pemerintahpusat dan daerah.
(*)
Diperuntukkanke WilayahPerbatasan
ZULFZULFZULFZULFZULFASLIASLIASLIASLIASLI
redaksi@padangekspres.co.id
Humas Mesti DorongPartisipasi Masyarakat
Padang, Padek
—Pemerintah daerah di Sum- bar perlu memantapkan tugas-tugas kehu-masan yang terintegrasi dengan programsatuan kerja perangkat daerah (SKPD) danhumas Pemkab/Pemko se-Sumbar. Ini pentingagar semua program pemerintah diketahui ma-syarakat. Sebab, kunci suksesnya pemba-ngunan adalah meningkatnya peran serta, danpartisipasi masyarakat dalam menyukseskanpembangunan daerah.Ini disampaikan Gubernur Sumatera BaratIrwan Prayitno ketika memberikan pengarah-an umum kepada kepala humas-humas Pem-kab/Pemko dan humas-humas SKPD di ling-kungan Pemprov Sumbar dalam pertemuaanBakohumas di auditorium Gubernuran, Jumat( 21/10).”Kita berharap humas mampu menginfor-masikan semua program tersebut kepadamasyarakat, sehingga masyarakat peduli dantermotivasi menyukseskan program tersebut.Sebutlah di provinsi, ada program GerakanPensejahteraan Petani, Pengembangan UsahaMasyarakat Pesisir, Pendidikan Berkarakter,Program Pengembangan UKM, serta program-program lain yang dekat dengan masyarakat,”kata Irwan.Irwan mencontohkan kegiatan imunisasi.Hasil evaluasi di lapangan, capaian imunisasirelatif kecil dari target akibat sinergi humas danDinas Kesehatan kurang bagus. ”Selain pers,perlu juga relis dari humas, yang dapat jugamenjadi referensi dan kroscek informasitentang kegiatan yang sama,” lanjutnya.
(cp)
SIKAPI PUTUSAN MK
: (Ki-ka) Ketua PBNU Muhammad Mahsum, Ketua UmumPBNU Said Agil Sirad dan Sekjen PBNU Marsyudi Syuhud saat memberikanketerangan soal putusan MK.
PBNU: Wajib Biayai Sekolah Swasta
LINTAS UTAMA
Jakarta, Padek
—Ketua UmumPengurus Besar Nahdatul Ulama(PBNU) Said Aqil Siradj mendesak Kementerian Pendidikan dan Ke- budayaan (Kemendikbud) mema-tuhi putusan Mahkamah Konstitusitentang kesetaraan kewajiban ne-gara membiayai pendidikan dasar yang dikelola swasta dan negeri.Pernyataan tersebut menanggapiputusan uji materi nomor 58/PUU- VIII/2010 tentang
Judicial Review
pasal ayat (4) UU No 20/2003tentang Sisdiknas.Dalam putusannya, MK menya-takan pemerintah baik pusat mau-pun daerah wajib menyediakan bantuan teknis, subsidi dana, dansumber daya lain secara meratakepada lembaga pendidikan berbas-is masyarakat. Dengan amar pu-tusan MK tersebut, menurut Said,pemerintah tidak boleh lagi bersi-kap tidak adil kepada lembagapendidikan swasta.”Bukan rahasia lagi bahwa sela-ma ini masih berlangsung perla-kuan yang tidak adil dan diskrimi-natif dari pemerintah pusat dan pe-merintah daerah terhadap lembagapendidikan swasta,” ujar Said Aqil,di kantor PBNU kemarin (21/10).Menurut Said, lembaga pen-didikan swasta cukup signifikanperannya dalam menunjang pro-gram pemerintah memajukan pen-didikan nasional. Pasalnya, jumlahsekolah negeri mencapai kuranglebih 67 persen dan selebihnya 33persen dikelola swasta. ”Sedangkanmadrasah, hanya sekitar 13 persen yang negeri, sisanya 87 persendikelola oleh masyarakat atau swas-ta,” katanya.Diskriminasi perlakuan ter-hadap sekolah negeri dan swastadinilainya menyebabkan terjadikesenjangan mutu pendidikan danakses pendidikan bagi kalangan ma-syarakat tertentu. Said mengakui,lebih dari 12 ribu lembaga pendi-dikan dasar dan menengah yangdikelola NU akan memperolehmanfaat dari uji materi tersebut.Namun, manfaat yang sama besar-nya juga akan dinikmati sekolah berbasis agama dan lembaga pen-didikan swasta lainnya. Karena itu,Said berharap pemerintah danpemerintah daerah merealisasikanpelaksanaan amar putusan MK ter-sebut. ”Ini hak kita. Kami akansosialisasikan amar putusan ini kesemua cabang pengurus NU di berbagai daerah,” tegasnya.
(dyn/ jpnn)
DWI PAMBUDO/JPNN
Warga Blokir Proyek Jembatan Kuranji
Padang, Padek
—Pengerjaan jembatan Kuranji–Durian-taruang terbengkalai. Wargamemblokir akses ke lokasi jembatan dengan batang ke-dodong dan bambu karenatidak puas dengan ganti rugitanah. Akibatnya, materialpembangunan jembatan tidak bisa masuk ke areal proyek.Informasi diperoleh
Pos-metro Padang
(Grup
PadangEkspres
), Jumat (21/10), pe-nutupan sudah dilakukan duaminggu jelang Idul Fitri, Agus-tus lalu. Saat ini, pengerjaan jembatan baru sebatas pe-ngerjaan tapak jembatan. Itupun belum tuntas.Sampai saat ini, warga me-ngaku belum ada kejelasanganti rugi tanah. Sementara,setiap hari truk pengangkutmaterial hilir-mudik lewat disamping rumahnya. Begitu juga lahan di belakang rumah yang berdekatan langsung de-ngan tapak jembatan, juga belum dibebaskan. ”Para pe-kerja proyek telah menebangitanaman potensial tanpa adakejelasan ganti rugi,” kata Sep,salah seorang pemilik tanah.Sebelumnya, kata wanita ini,mamaknya Abdul Rahmanmengusulkan harga tanah Rp1,5 juta/meter. Namun, pihak pertanahan tidak mengabulkan.Kabag Pertanahan PemkoPadang, Elfian Putra Ifadimengakui, terkendalanya pem- bebasan lahan jembatan diDuriantaruang, karena sampaisaat ini Dinas Prasarana JalanTata Ruang dan PermukimanSumbar sebagai pemilik pro- yek, belum memberikan gam- baran teknis rencana jalan.Gambar tersebut, kata Elfian,menjadi landasan bagi Pemkomematok harga dasar nego-siasi. ”Sehingga, proses pem- bebasan belum bisa dimulai,”sebutnya.Untuk kawasan Kuranji,satu dari lima rumah telahdibebaskan. Empat titik lagi belum karena dana pembe- basan tidak disetujui warga.”Warga menawar terlalu tinggi.Tidak sesuai NJOP kami. Kamimenawarkan cuma Rp 475 ribuper meter,” sebut Elfian.Pada 2011 ini, biaya gantirugi belum dianggarkan di APBD Padang. ”Baru diusulkananggaran pembebasan lahanpada APBD 2012. Pembebasanlahan satu titik rumah itu saja,melalui dana provinsi,” ujarnya.Selain jembatan Kuranji-Duriantaruang, sejumlah pro- yek pembangunan juga terha-dang pembebasan lahan. Pada2011 ini, tutur Elfian, danapembebasan lahan murni di- bantu dana provinsi. Dari Rp 1miliar anggaran dari DisprajalTarkim Sumbar, saat ini baruRp 285 juta terserap untuk pembebasan satu titik. Jikadalam waktu dekat warga ma-sih tidak menerima, maka dana bantuan tersebut tidak bisa lagidiambil untuk pembebasan.Kepala Disprajal TarkimSumbar, Suprapto membe-narkan proses pembangunan jembatan itu terbengkalai. Pem-prov membantu dana pem- bebasan 2011 senilai Rp 1 miliar,tapi belum semuanya terserap. Anggaran pembangunan jem- batan 2011 senilai Rp 3 miliar juga telah habis. Karena proyek
multiyears
, Disprajal TarkimSumbar berencana mengang-garkan kembali pada APBDSumbar 2012, senilai Rp 5 mi-liar lagi.
(tin/rpg)
PPP Mantapkan Target 12 Juta Kader
Jakarta, Padek
—Ketua UmumDPP PPP Suryadharma Ali terusmenancapkan target meraih 12 jutakader. Rapat pleno DPP partai ber-lambang kakbah, kemarin, dijadikantitik awal menuju pencapaian lang-kah pemenangan pada Pemilu 2014tersebut nantinya. Pada agenda rapatpleno pertama yang dilaksanakanpasca Suryadharma Ali terpilih kem- bali sebagai ketua umum pada muk-tamar di Bandung, Juli 2011 lalu itu,dihadiri hampir seluruh pengurusharian DPP PPP, pimpinan majelis,dan pimpinan departemen. Tak terkecuali, mantan Menteri Pe-rumahan Rakyat (Menpera) Suhar-so Monoarfa yang menjabat wakilketua umum.Suryadharma berharap, rapatpleno mampu mengonsolidasikanmesin partai menghadapi pemilumendatang. ”Setelah ini, PPP harussiap hadapi pemilu (2014), target 12 juta kader bukan capaian yang mus-tahil,” tegas Suryadharma, di selarapat pleno, di Hotel Ancol, Jakarta,kemarin (21/10).Menurut dia, target itu sangatmungkin diraih karena partainyasudah banyak memiliki modal awal.Salah satunya, mengantongi sekitar5,3 juta pemilih dalam Pemilu 2009lalu. ”Kalau ini kemudian ditin-daklanjuti dengan penggalangan akanluar biasa,” tandas SDA—sapaanakrab Suryadharma Ali—tersebut.Dia yakin konstituen partai ber- basis Islam yang dipimpinnya masih banyak yang belum tersentuh. ”Partaiini memiliki keterikatan sejarah yangkuat dengan ormas, ulama, danpondok pesantren,” kata Menteri Agama tersebut.Dia menambahkan, PPP adalahsatu-satunya partai yang murni berbasis agama di parlemen saat ini.Karena itulah, tantangan selanjutnyaadalah mampu menghadirkan pem- beda dengan partai yang bukanmurni berbasis agama. SDA menilai,masyarakat sebenarnya sudah muak dengan partai politik yang hanya me-mentingkan citra dan mengabaikansubstansi politik. Kehadiran PPP yang murni berbasis agama diha-rapkan menjadi jawaban. ”Masya-rakat sesungguhnya rindu denganpartai ideologis,” tandasnya.Namun demikian, dia menyadaritantangan berat partainya yang harussegera dijawab dalam waktu ke depan. Yaitu, masih ditinggalkan oleh pemilihmuda dan pemula. ”Mereka ini tidak atau belum memiliki keterikatanhistoris dengan PPP, dan ini yang harusdigarap serius,” imbuh mantan ketuaumum PB PMII tersebut.
(dyn/jpnn)
RAPATKAN BARISAN
: Ketum DPP PPP Suryadharma Ali, membuka papat pleno I DPP PPP, di Jakarta, Jumat (21/10). Rapat Pleno I DPP PPP mengagendakankonsolidasi 12 juta kader untuk pemenangan pemilu 2014.
MUSTAFARAMLI/JPNN