Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
1Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Makalah Agama Islam Tentang i Urgensi i'Jaz

Makalah Agama Islam Tentang i Urgensi i'Jaz

Ratings: (0)|Views: 222 |Likes:
Published by Ibnu So'im

More info:

Categories:Types, Recipes/Menus
Published by: Ibnu So'im on Oct 22, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/22/2011

pdf

text

original

 
02 Mei 2008 Tinggalkan sebuah Komentar  byeidelweis inMAKALAH PENDIDIKAN AGAMA ISLAM  Created : Abd. RohimSchool : Pasca STAIN CirebonEditor : anakciremai.blogspot.comMUQODIMAHPada kesempatan ini penulis akan mengemukakan bahasan tentang salah satu cabang pokok  bahasan Ulumul Qur’an di antara cabang pokok bahasan Ulumul Qur’an adalah sebagai berikut:Ilmu Adab Tilawat Al-Qur’an, Ilmu tajwid, Ilmu Muwathim An Nuzul, Ilmu Towarih An Nuzul, Ilmu Ashab An Nuzul, Ilmu Qiroat, Ilmu Ghaib Al-Qur’an, Ilmu I’rab Al-Qur’an,Ilmu Wiyahwa An Nazhair, Ilmu Ma’rifat Al Muhkam Wa Al-Mutasyabih, Ilmu Nasik wa AlMansuk, ilmu Badai’u Al-Qur’an, ilmu Ijaz Al-Qur’an, Ilmu Tawasub Ayat Al-Qur’an, IlmuAqsam Al-Qur’an, Amtsal Al-Qur’an, Ilmu Jadal Al-Qur’an.Dari kesekian ilmu-ilmu Al-Qur’an penulis akan mencoba mengemukakan bahasan tentangI’jaz Al-Qur’anA.Pengertian I’jaz Al-Qur’anKata i’jaz diambil dari kata kerja a’jaza-i’jaza yang berarti melemahkan atau menjadikantidak mampu. Ini sejalan dengan firman Allah SWT yang berbunyi.
:ةدئامل) ي ْ خِأَةَءَو ْ سََ رِَ ُ فَبِ َ غ ُ لْذ َ هَ َ ث ْ ِنَ و ْ كُأَنْأَتُ ز َ ج َ عْأَ31
)Artinya:“…Mengapa aku tidak mampu berbuat seperti burung gagak ini, lalu aku dapat menguburkanmayat saudaraku ini” (QS. Al Maidah (5): 31)Lebih jauh Al-Qaththan mendefinisikan I’jaz dengan:
 ِ ِ ز َ ج ِ  َ ُ ْ عَبِ  َ  َ لْ ز ِ ج ْ عَرِا َ ظاِ ِ لَاسَ  ّ ل ىو َ عْد َ فِ َ   سَ َ ِ  ْ  َ عَ ُ ل  َ صَي ّِ  ِ   ل قِد ْ صِرُا َ ظْإِ  ْ هُد َ  ْ َِا َ ْ َْ ِ ج ْ عَ َنُ ْ  ُلْي َ هِ َةِد َ لِا َ لْ
.Artinya:“Memperlihatkan kebenaran Nabi SAW. atas pengakuan kerasulannya, dengan caramembuktikan kelemahan orang Arab dan generasi sesudahnya untuk menandingikemukjizatan Al-Qur’an.”Pelakunya (yang melemahkan) dinamaimu’jiz. Bila kemampuannya melemahkan pihak lain amat menonjol sehingga mampumembungkam lawan, ia dinamai mujizat. Tambahan ta’ marbhuthah pada akhir kata itumengandung makna mubalighah (superlatif).Mukjizat didefinisikan oleh pakar agama Islam, antara lain sebagai suatu hal atau peristiwaluar biasa yang terjadi melalui seorang yang mengaku Nabi, sebagai bukti kenabiannyasebagai tantangan bagi orang ragu, untuk melakukan atau mendatangkan hal serupa, tetapitidak melayani tantangan itu. Dengan redaksi yang berbeda, mukjizat didefinisikan pula
 
sebagai suatu yang luar biasa yang diperlihatkan Allah SWT. Melalui para Nabi dan Rasul- Nya, sebagai bukti atas kebenaran pengakuan kenabian dan kerasulannya. Atau Manna’ Al-Qhathan mendefinisikannya demikian:
 ِ ضَ رَا َ م ُ لْ ِ عَ ٌ لِاسَْد ّ ح َ   لاِنٌ ْ  ُ  ْَةِَا َ  ْ لِقٌ رِاخَ ُ ْأَ
.Artinya:“Suatu kejadian yang keluar dari kebiasaan, disertai dengan unsur tantangan, dan tidak akandapat ditandingi.”Unsur-unsur mukjizat, sebagaimana dijelaskan oleh Quraish Shihab, adalah:1.Hal atau peristiwa yang luar biasaPeristiwa-peristiwa alam, yang terlihat sehari-hari, walaupun menakjubkan, tidak dinamaimukjizat. Hal ini karena peristiwa tersebut merupakan suatu yang biasa. Yang dimaksuddengan “luar biasa” adalah sesuatu yang berbeda di luar jangkauan sebab akibat yang hukum-hukumnya diketahui secara umum. Demikian pula dengan hipnotis dan sihir, misalnya sekilastampak ajaib atau luar biasa, karena dapat dipelajari, tidak termasuk dalam pengertian “luar  biasa” dalam definisi di atas.2.Terjadi atau dipaparkan oleh seseorang yang mengaku Nabi.Hal-hal di luar kebiasaan tidak mustahil terjadi pada diri siapapun. Apabila keluarbiasaantersebut bukan dari seorang yang mengaku Nabi, hal itu tidak dinamai mukjizat. Demikian pula sesuatu yang luar biasa pada diri seseorang yang kelak bakal menjadi Nabi ini pun tidak dinamai mukjizat, melainkan irhash. Keluarbiasaan itu terjadi pada diri seseorang yang taatdan dicintai Allah, tetapi inipun tidak disebut mukjizat, melainkan karamah ataukerahmatannya. Bahkan, karamah ini bisa dimiliki oleh seseorang yang durhaka kepada-Nya,yang terakhir dinamai ihanah (penghinaan) atau Istidraj (rangsangan untuk lebih durhakalagi).Bertitik tolak dari kayakinan umat Islam bahwa Nabi Muhammad SAW. adalah Nabiterakhir, maka jelaslah bahwa tidak mungkin lagi terjadi suatu mukjizat sepeninggalannya. Namun, ini bukan berarti bahwa keluarbiasaan tidak dapat terjadi dewasa ini.3.Mendukung tantangan terhadap mereka yang meragukan kenabianTentu saja ini harus bersamaan dengan pengakuannya sebagai Nabi, bukan sebelum dansesudahnya. Di saat ini, tantangan tersebut harus pula merupakan sesuatu yang berjalandengan ucapan sang Nabi. Kalau misalnya ia berkata, “batu ini dapat bicara”, tetapi ketika batu itu berbicara, dikatakannya bahwa “Sang penantang berbohong”, maka keluarbiasaan ini bukan mukjizat, tetapi ihanah atau istidraj4.Tantangan tersebut tidak mampu atau gagal dilayaniBila yang ditantang berhasil melakukan hal serupa, ini berarti bahwa pengakuan sang penantang tidak terbukti. Perlu digarisbawahi di sini bahwa kandungan tantangan harus benar-benar dipahami oleh yang ditantang. Untuk membuktikan kegagalan mereka, aspek kemukjizatan tiap-tiap Nabi sesuai dengan bidang keahlian umatnya.B.Dasar Dan Urgensi Pembahasan I’jaz Al-Qur’an1.Dasar Pembahasan I’jaz Al-Qur’anDi antara faktor yang mendasari urgensi pembahasan I’jaz Al-Qur’an adalah kenyataan bahwa persoalan ini merupakan salah satu di antara cabang-cabang pokok bahasan ulumulAl-Qur’an (ilmu tafsir).2.Urgensi pembahasan I’jaz Al-Qur’anUrgensi pembahasan I’jaz Al-Qur’an dapat dilihat dari dua tataran:1.Tataran TeologisMempelajari I’jaz Al-Qur’an akan semakin menambah keimanan seseorang muslim. Bahkan,tidak jarang pula orang masuk Islam tatkala sudah mengetahui I’jaz Al-Qur’an. Terutama
 
ketika isyarat-isyarat ilmiah, yang merupakan salah satu aspek I’jaz Al-Qur’an, sudah dapatdibuktikan.2.Tataran AkademisMempelajari I’jaz Al-Qur’an akan semakin memperkaya khazanah keilmuan keislaman,khususnya berkaitan dengan ulum Al-Qur’an (ilmu tafsir)C.Bukti Historis Kegagalan Menandingi Al-Qur’anAl-Qur’an digunakan oleh Nabi Muhammad SAW untuk menantang orang-orang padamasanya dan generasi sesudahnya yang tidak mempercayai kebenaran Al-Qur’an sebagaifirman Allah (bukan ciptaan Muhammad) dan risalah serta ajaran yang dibawanya. Terhadapmereka, sungguhpun memiliki tingkat fashahah dan balaghah yang tinggi di bidang bahasaArab, Nabi memintanya untuk menandingi Al-Qur’an dalam tiga tahapan:1.Mendatangkan semisal Al-Qur’an secara keseluruhan, sebagaimana dijelaskan pada suratAl-Isra (17) ayat 88:
:ءس)  ً  ْ  ِ ظَ ٍ  ْ  َ لِ ْ  ُ  ُ  ْ َنَاكَو ْ لَ َ ِ ث ْ م ِ ِنَ و ْ َ ْ ََْ ِ  َ م َ  َ ْ  ِ  ِ لَ ْ ُ88
)Artinya:“Katakanlah, “Sesungguhnya jika manusia dan jin berkumpul untuk membuat yang serupaAl-Qur’an ini, niscaya mereka tidak akan dapat membuat yang serupa dengan dia, sekalipunsebagian mereka menjadi pembantu bagi sebagian lain.” (Al-Isra (17): 88)2.Mendatangkan satu surat yang menyamai surat-surat yang ada dalam Al-Qur’an,sebagaimana dijelaskan oleh surat Al-Baqarah (2) ayat 23:
 ِ ل نِ ْُ ْ ِ ْ كُءَد َ  َ شُو ْ عُْَ ِ ث ْ ِ ْ ّةٍ رَ و ْ  ُ ِو ْ ُ ْ فَاَد ِ  ْ عَ َ عَا َ لْ ز َ َام  ِ ٍ ْ رَفِ ْ  ُ  ْ كُنْإِ َ :ةل) . َ  ْ ِد ِ ص  ْ  ُ  ْ كُنْإِ23
)Artinya:“Dan jika kamu (tetap) dalam keraguan tentang Al-Qur’an yang Kami wahyukan kepadahamba Kami (Muhammad), buatlah satu surat (saja) yang semisal Al-Qur’an itu dan ajaklah penolong-penolongmu selain Allah, jika kami orang-orang yang benar” (QS. Al Baqarah (2):23)Sejarah telah membuktikan bahwa orang-orang Arab ternyata gagal menandingi Al-Qur’an.Inilah beberapa catatan sejarah yang memperlihatkan kegagalan itu:1.Pemimpin Quraisy pernah mengutus Abu Al-Walid, seorang sastrawan ulung yang tiada bandingannya untuk membuat sesuatu yang mirip dengan Al-Qur’an ketika Abu Al-Walid berhadapan dengan Rasulullah SAW. Yang membaca surat Fushilat, ia tercengangmendengar kehalusan dan keindahan gaya bahasa Al-Qur’an dan ia pun kembali padakaumnya dengan tangan hampa.2.Musailamah bin Habib Al Kadzdzab yang mengaku sebagai Nabi juga pernah berusahamengubah sesuatu yang mirip dengan ayat-ayat Al-Qur’an. Ia mengaku bahwa dirinyapunmempunyai Al-Qur’an yang diturunkan dari langit dan dibawa oleh Malaikat yang bernamaRahman. Di antara gubahan-gubahannya yang dimaksudkan untuk mendandingi Al-Qur’anitu adalah antara lain:
 ِ  ْ ط ّ ل فِ ِ  ُ  َسْأَ َءِام َ لْفِِ َ عْأَ َ  ْ  ِ  َ ُاَي ْ  ّَ ِ  ْ عَد َ  ْضِ ُ  ْ ِُد َ  ْضِاَ
.Artinya:“Hai katak, anak dari dua katak. Bersihkan apa saja yang akan engkau bersihkan, bagian atasengkau di air dan bagian bawah engkau di tanah”.Ketika itu pula, ia merobek-robek apa saja yang telah ia kumpulkan dan merasa malu tampildi depan khalayak ramai. Setelah peristiwa itu ia mengucapkan kata-katanya yang masyhur:
 ِ  ِ ث ْ م ِ ِو ْ ُ ْ َنْأَ ُ  َ  َ لْ ُ  ْ ط ِ  َ  ْ َاَ ِ لَذ َ ه

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->