Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
2Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
BAB II

BAB II

Ratings: (0)|Views: 464|Likes:
Published by Andri Andryansyah S
BAB II Laporan PSG KAHARTI
BAB II Laporan PSG KAHARTI

More info:

Published by: Andri Andryansyah S on Oct 23, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, DOC, TXT or read online from Scribd
See More
See less

11/06/2012

pdf

text

original

 
BAB IISEKILAS TENTANG INSTANSI/PERUSAHAAN
2.1 Sejarah Singkat Tentang Purwakarta2.1.1Sebelum Masa PenjajahanTata Pemerintahan Daerah Pada Masa Sebelum Penjajahan Belanda
Keberadaan Purwakarta tidak terlepas dari sejarah perjuangan melawan pasukanVOC. Sekitar awal abad ke-17Sultan Matarammengirimkan pasukan tentarayang dipimpin oleh BupatiSurabayake Jawa Barat. Salah satu tujuannya adalah untuk menundukkan SultanBanten. Tetapi dalam perjalanannya bentrok dengan pasukan VOC sehingga terpaksa mengundurkan diri.Setelah itu dikirimkan kembali ekspedisi kedua dari Pasukan Mataramdibawah pimpinan Dipati Ukur serta mengalami nasib yang sama pula. Untuk menghambat perluasan wilayah kekuasaankompeni(VOC), Sultan Matarammengutus Penembahan Galuh (Ciamis) bernama R.A.A. Wirasuta yang bergelar Adipati Panatayuda atau Adipati Kertabumi III untuk menduduki RangkasSumedang (Sebelah Timur Citarum). Selain itu juga mendirikan benteng pertahanan di Tanjungpura, Adiarsa, Parakansapi dan Kuta Tandingan. Setelahmendirikan benteng tersebut Adipati Kertabumi III kemudian kembali ke Galuhdanwafat. Nama Rangkas Sumedang itu sendiri berubah menjadi Karawangkarena kondisi daerahnya berawa-rawa (
 
:
 
"Karawaan" 
).Sultan Agung Mataram kemudian mengangkat putera Adipati KertabumiIII, yakni Adipati Kertabumi IV menjadi Dalem (Bupati) di Karawang, padaTahun 1656. Adipati Kertabumi IV ini juga dikenal sebagai PanembahanSingaperbangsa atau Eyang Manggung, dengan ibu kota di Udug-udug.6
 
7Pada masa pemerintahan R. Anom Wirasuta putera PanembahanSingaperbangsa yang bergelar R.A.A. Panatayuda I antara Tahun 1679 dan 1721ibu kota Karawang dari Udug-udug pindah ke Karawang, dengan daerahkekuasaan meliputi wilayah antara Cihoe (Cibarusah) dan Cipunagara.Pemerintahan Kabupaten Karawang berakhir sekitar tahun 1811-1816 sebagaiakibat dari peralihan penguasaanHindia-Belandadari PemerintahanBelanda  kepada Pemerintahan Inggris.
2.1.2 Masa PenjajahanTata Pemerintahan Daerah Pada Masa Penjajahan Belanda
Antara tahun 1819-1826 Pemerintahan Belanda melepaskan diri dariPemerintahan Inggris yang ditandai dengan upaya pengembalian kewenangan dari para Bupati kepadaGubernur Jendral Van Der Capellen. Dengan demikian Kabupaten Karawang dihidupkan kembali sekitar tahun 1820, meliputi wilayahtanah yang terletak di sebelah Timur sungai Citarum/Cibeet dan sebelah Baratsungai Cipunagara. Dalam hal ini kecuali Onder Distrik Gandasoli, sekarangKecamatanPleredpada waktu itu termasuk Kabupaten Bandung. Sebagai Bupati IKabupaten Karawang yang dihidupkan kembali diangkat R.A.A. Surianata dariBogor dengan gelar Dalem Santri yang kemudian memilih ibukota kabupatendi Wanayasa.Pada masa pemerintahan Bupati R.A. Suriawinata atau Dalem Sholawat, pada tahun 1830 ibu kota dipindahkan dari Wanayasa ke Sindangkasih yangdiresmikan berdasarkan besluit (surat keputusan) pemerintah kolonial tanggal 20Juli 1831 nomor 2.Pembangunan dimulai antara lain dengan pengurugan rawa-rawa untuk  pembuatan Situ Buleud, Pembuatan GedungKaresidenan, Pendopo,Mesjid 
 
8Agung, Tangsi Tentara di Ceplak, termasuk membuat Solokan Gede, Sawah Legadan Situ Kamojing. Pembangunan terus berlanjut sampai pemerintahan bupati berikutnya.
2.1.3 Pasca KemerdekaanPembagian Wilayah Pemerintahan Dari Tahun 1945-1999
Kabupaten Karawang dengan ibu kota Purwakarta berjalan sampai dengantahun 1949. Pada tanggal 29 Januari 1949 dengan Surat Keputusan Wali NegeriPasundan Nomor 12, Kabupaten Karawang dipecah dua yakni Karawang BagianTimur menjadi Kabupaten Purwakarta dengan ibu kota di Subang dan KarawangBagian Barat menjadi Kabupaten Karawang. Berdasarkan Undang-undang nomor 14 tahun 1950, tentang pembentukan daerah kabupaten dalam lingkunganPropinsi Jawa Barat, selanjutnya diatur penetapan Kabupaten Purwakarta, denganibu kota Purwakarta, yang meliputi Kewedanaan Subang, Sagalaherang,Pamanukan, Ciasem dan Purwakarta.Pada tahun 1968, berdasarkanUndang-undangNo. 4 tahun 1968 tentangPembentukan Kabupaten Purwakarta dan Kabupaten Subang SK Wali NegeriPasundan diubah dan ditetapkan Pembentukan Kabupaten Purwakarta denganWilayah Kewedanaan Purwakarta di tambah dengan masing-masing dua desa dariKabupaten Karawang dan Cianjur sehingga pada tahun 1968 KabuaptenPurwakarta hanya memiliki 4 kecamatan, yaitu Kecamatan Purwakarta, Plered,Wanayasa dan Campaka dengan jumlah desa sebanyak 70 desa. Untuselanjutnya dilaksanakan penataan wilayah desa, kelurahan, pembentukankemantrendan peningkatan status kemantren menjadi kecamatan yang mandiri.Maka saat itu Kabupaten Purwakarta memiliki wilayah: 183desa, 9kelurahan, 8 kamantren dan 11kecamatan.

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->