Budaya organisasi dapat sangat mempengaruhiindividu dan kmerjaperusahaan, terntama dalam ling-kungan yang bersaing. Tantangan baru yang diadapiperusahaan mendorong diciptakannya cara baruhelakukan sesuatu untuk perbaikan km&ja yang ternsmenems
(continous improvement).
Budaya organi-sasi menembus kehidupan organisasi dalam berbagaicara untuk mempengaruhi setiap aspek organisasi.Telah banyak studi yang dilakukan membuktikanbahwa budaya organisasi mempengaruhi berbagai
outcomes
sepeh prodiiktivitzs, kinerja, komitmen,kepercayaan diri, dan perilaku etis (Deal dan Kennedy,Denison, Ouchi, Posner, Kouzes dan Schmidt,Pritchard dan Karasick serta Sathe dalam Xitchie,2000).Bag
PT
Cex?:a! ?;oteixap:ha Tbk konsepbudayaorganisasi telzh lamaditerapkan pada semualini katyawan sesuai clengan tugas di bidangayemssing-maskg karena PT Centra! Pioteinaprima Tbkmemahani pentingnya pemahanran tujuan dari apayang menjadi misi dan visi perusahaan serta tujuanorganisasi oleh setizp karyawan akar. membawa padakemajuan dan daya saing dari
PT
CentralProteinaprima
Tbk.
Budaya pemsahaan
(corporate culture)
meru-pakan aplkasi dsri budaya organisasi
(org~izizatio;dculture)
-terhadap badan usaha atau perusahaan.Kedua istilah ini sering dipergunakan untuk maksudyang sama secara bergantian (Ndraha, 2003:4).Dalamtulisan ini diupayakm konsistensi penggunaankedue isti!& tersebiit denga.. pengei;iaii ya~gesuaidengan istilah asli dari buku teks dan jurnal yangdijadikan acuan serta disesuaikan dengan kontekskalimat.Budaya pwsahaan merupakan bagim dari
!kg-
kungan internal yang
tidak
terpisahkan dari perusahaanyang terdiri dari seperangkat asumsi, keyakinan dannilai yang dianut bersama oleh anggota organisasi dandigunakan untukmengatur serta mengarahkan perila-ku sesuai dengan fungsi yang diharapkan (Gordon,2002:374). Dengan demikian, seperti dinyatakan olehRue
dan
Byars (1989:5 13), budaya perusahaan meng-komunikasikan bagaimana anggota organisasi seha-rusilya berperilzku dengan membangun suah sistemnilai yang disampaikan melalui
taia
cara, ritual, mitos,legenda, dan berbagai aktivitas laimya.Beberapa penulis mendefinisikan budaya organi-sasi sebagai berikut: "polaasumsi damyangdicipta-kan, ditemukan atau dikembangkan oleh kelompoktertentu dalam upaya untuk belajar mengatasi masalahadaptasi eksternal dan integrasi internalnya, dan yangtelah berjalan dengan baik. Oleh karenanya, diajarkankepada anggota baru sebagai cara merasakan danmemikirkan masalah tersebut" Schein (1991
:9);
nilai-nilai, penuntun keyakinan
akan
suatu bal dan kebiasa-an yang dimiliki bersama dalam organisasi, yang ber-interaksi dengan st;uh*r formai guna menghasilkanberbagai norma perilaku yang membedakan organi-sasinya dari organlsasi lainnya" (Hofstede, 1984:21,Kotter and Eieskett, 1992:6).Werther dan Davis (1996:47) mendefinisikan
L
d...-m:%...-A.L
."-
.
----
ii~~~i~a
nusa\oa,
aruaGQi
YIVUUh
~em~,
eS;
yt5C-
nisasi: orangnya, keberhasilannya dmkegagalannyayang seczre sadar atau di bayah sad=, dijalankandalam kegiatan oigaiiisasi sehari-hari, sedangkanAshby, 1999:s seita Sheniton dan Stern (1897:24)mendefinisikannya sebagai "cara hidup suatu kelom-pok, yaitu pemsahaan atau organisasi", dan (Wheelenand Hunger, 1996: 134) mendefinisikannya sebagai
"
nilai-nilai yang dianut bersama oleh anggota perusa-baan dan diwariskan dari satu generasi ke generasiberikutnya".Beberapapenulis lainnya mendefmisikan budayaorganisasi sebagai "cara kita melakukan sesuatu disekitar kita" dan "beberapa nilai dominan yang didu-kung oleh organisasi" (Bower dalam Dea! danKeimedy, 20000:); dan "serzngkaian asumsi yangsecara implisit dipegang oleh kel.ompok dan yang me-nentukan bagaimana kelompok tersebut merasakan,memikirkan, dan bereaksi terhadap lingkungan"(Kreitner dan Kmicki, 2006:43).Budaya yang dicirikan oleh nilai inti dari orga-nisasi yang dianut dengan hat, diatur dengan baik,dan dirasakan bersama secara luas. Makin banyakanggota yang menerima nilai-nilai inti, menyetujuijajaran tingkat kepentigannya, dan merasa sangatterikat kepadanya, maka makin hatbudaya tersebut.Organisasi yang masih baru atau yang
turnover
anggotanya konstan, mempunyai budaya yang lemahkarena para anggofsi tidak &an mempunyai pecga-larnan yang diterima bersama sehiigga dapatmencip-takan pengertian yang sama. hi angan diartikanbahwa semua organisasi yang sudah matang dengan