Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
4Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
manajemen stres

manajemen stres

Ratings: (0)|Views: 248 |Likes:
Published by Cahyo Inkai
makalah manajemen stres. by cahyo. IBI Lampung

makalah manajemen stres. by cahyo. IBI Lampung

More info:

Published by: Cahyo Inkai on Oct 25, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/17/2013

pdf

text

original

 
MAKALAHMANAJEMEN STRES
BAB IPENDAHULUAN
Assalamu’alaikum Wr.Wb. Puji syukur kehadirat Allah SWT. Yang mana telah melimpahkanRahmat serta Hidayah-Nya kepada kita semua. Serta Sholawat serta Salam kita panjatkan kepada junjungankita Nabi besar Muhammada SAW atas segala safa’atnya di Yaumil kiyamah kelak. . Pada makalah iniKami memaparkan
Manajemen stres
sebagai topik pembahasan, yang mana dikarenakan dalam perjalanankehidupan manusia saat ini sangat terpengaruh akan struktur sosial dan ekonomi kehidupan modernsekarang ini telah menciptakan lebih banyak stress dibanding masa-masa sebelumnya. Hal ini jelasmenyangkut masalah dengan jasmani dan rohani Keimanan Kita kepada Allah SWT yang insya Allah akandijelaskan dalam pembahasan berikut ini.
BAB IIPEMBAHASAN
A. PENGERTIAN STRES, SUMBER DAN PENYEBABNYAa. Pengertian stres
Menurut Charles D, Spielberger menyebutkan bahwa stres adalah tuntutan-tuntutan eksternal yangmengenai seseorang, misalnya obyek-obyek dalam lingkungan atau suatu stimulus yang secara obyektif adalah berbahaya. Stres juga biasa diartikan sebagai tekanan, ketegangan atau gangguan yang tidak menyenangkan yang berasal dari luar diri seseorang. dapat disimpulkan bahwa stres merupakan suatukondisi ketegangan yang mempengaruhi emosi, proses berfikir dan kondisi seseorang dimana ia terpaksamemberikan tanggapan melebihi kemampuan penyesuaian dirinya terhadap suatu tuntutan eksternal(lingkungan). Stres yang terlalu besar dapat mengancam kemampuan seseorang untuk menghadapilingkungannya.
b. Sumber dan penyebab stres
Terdapat dua faktor penyebab atau sumber munculnya stres , yaitu
 faktor lingkungan dan faktor  persona (psychology)l 
.
 Faktor lingkungan kerja
dapat berupa kondisi fisik, lingkungan, keluarga, maupunhubungan sosial di lingkungan pekerjaan.
Sedang faktor personal (psychology)
bisa berupa tipekepribadian, peristiwa/pengalaman pribadi maupun kondisi tekanan batin dan mental secara psycologismengenai hal emosional pengalaman-pengalaman hidupnya. faktor 
 psychologys
ini ditempatkan sebagaisumber atau penyebab munculnya stres. Ada beberapa penyebab stress secara umum, diantaranya : Ketidak 
 
 jelasan tujuan dalam hidup ini, Pilihan-pilihan, Penerimaan masyarakat, Keterasingan, Nikah,Kekhawatiran finansial, pembayaran dan hutang, Deadline (jatuh tempo) atau ujian, Pekerjaan-pekerjaankasar, Kekhawatiran-kekhawatiran kesehatan, Tempat tinggal yang amat padat, Kebisingan, Perpindahan,Lingkungan tetangga, Pertanggung jawaban, Harapan-harapan dan tuntutan (baik dirumah ataudimasyarakat, Kematian yang baru terjadi di keluarga, Pergaulan, Jalan raya, Peristiwa actual, Fobia,Kompetisi, Tuntutan diri, jabatan, Pemecatan, Penampilan fisik, Kesepian, Rasa jemu, Adat kebiasaan,Problem berat, Penyakit, Obat keras, Narkoba, Seks bebas, Broken home dan bencana besar (angin badai /tsunami, gempa bumi), dan masih banyak penyebab-penyebab stress yang lain.
B. INDIKASI GEJALA STRES DAN DAMPAKNYA
Indikasi gejala-gejala timbulnya stres dapat diuraikan dalam tahapan-tahapan timbulnya stres padadiri seseorang yang seringkali tidak disadari karena perjalanan awal tahapan stres timbul secara lambat, dan baru dirasakan bilamana tahapan gejala sudah lanjut dan mengganggu fungsi kehidupannya sehari-hari baik di rumah, di tempat kerja ataupun pergaulan lingkungan sosialnya. Dr. Robert J. Amberg (dalam Hawari,2001) membagi tahapan-tahapan stres sebagai berikut :
1. Stres tahap I
Tahapan ini merupakan tahapan stres yang paling ringan dan biasanya disertai dengan perasaan-perasaansebagai berikut:1) Semangat bekerja besar, berlebihan (over acting);2) Penglihatan “tajam” tidak sebagaimana biasanya;3) Merasa mampu menyelesaikan pekerjaan lebih dari biasanya, namun tanpa disadari cadangan energisemakin menipis.
2. Stres tahap II
Dalam tahapan ini dampak stres yang semula “menyenangkan” sebagaimana diuraikan pada tahap I di atasmulai menghilang, dan timbul keluhan-keluhan yang disebabkan karena cadangan energi yang tidak lagicukup sepanjang hari, karena tidak cukup waktu untuk beristirahat. Istirahat yang dimaksud antara laindengan tidur yang cukup, bermanfaat untuk mengisi atau memulihkan cadangan energi yang mengalamidefisit. Keluhan-keluhan yang sering dikemukakan oleh seseorang yang berada pada stres tahap II adalahsebagai berikut:1) Merasa letih sewaktu bangun pagi yang seharusnya merasa segar;2) Merasa mudah lelah sesudah makan siang;3) Lekas merasa capai menjelang sore hari;4) Sering mengeluh lambung/perut tidak nyaman (bowel discomfort);5) Detakan jantung lebih keras dari biasanya (berdebar-debar);6) Otot-otot punggung dan tengkuk terasa tegang;7) Tidak bisa santai.
 
3. Stres Tahap III
Apabila seseorang tetap memaksakan diri dalam pekerjaannya tanpa menghiraukan keluhan-keluhan padastres tahap II, maka akan menunjukkan keluhan-keluhan yang semakin nyata dan mengganggu, yaitu:1) Gangguan lambung dan usus semakin nyata; misalnya keluhan “maag”(gastritis), buang air besar tidak teratur (diare);2) Ketegangan otot-otot semakin terasa;3) Perasaan ketidaktenangan dan ketegangan emosional semakin meningkat;4) Gangguan pola tidur (insomnia), misalnya sukar untuk mulai masuk tidur (early insomnia), atauterbangun tengah malam dan sukar kembali tidur (middle insomnia), atau bangun terlalu pagi atau dinihari dan tidak dapat kembali tidur (Late insomnia);5) Koordinasi tubuh terganggu (badan terasa loyo dan serasa mau pingsan).Pada tahapan ini seseorang sudah harus berkonsultasi pada dokter untuk memperoleh terapi, atau bisa juga beban stres hendaknya dikurangi dan tubuh memperoleh kesempatan untuk beristirahat guna menambahsuplai energi yang mengalami defisit.
3. Stres Tahap IV
Gejala stres tahap IV, akan muncul:1) Untuk bertahan sepanjang hari saja sudah terasa amat sulit;2) Aktivitas pekerjaan yang semula menyenangkan dan mudah diselesaikan menjadi membosankan danterasa lebih sulit;3) Yang semula tanggap terhadap situasi menjadi kehilangan kemampuan untuk merespons secaramemadai (adequate);4) Ketidakmampuan untuk melaksanakan kegiatan rutin sehari-hari;5) Gangguan pola tidur disertai dengan mimpi-mimpi yang menegangkan; Seringkali menolak ajakan(negativism) karena tiada semangat dankegairahan;6) Daya konsentrasi daya ingat menurun;7) Timbul perasaan ketakutan dan kecemasan yang tidak dapat dijelaskan apa penyebabnya.
4. Stres Tahap V
Bila keadaan berlanjut, maka seseorang itu akan jatuh dalam stres tahap V, yang ditandai dengan hal-halsebagai berikut:1) Kelelahan fisik dan mental yang semakin mendalam (physical dan psychological exhaustion);2) Ketidakmampuan untuk menyelesaikan pekerjaan sehari-hari yang ringan dan sederhana;3) Gangguan sistem pencernaan semakin berat (gastrointestinal disorder);4) Timbul perasaan ketakutan, kecemasan yang semakin meningkat, mudah bingung dan panik.

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->