Eratnyanya hubungan tanah dengan kehidupan manusia dibuktikandengan terekomentasinya dalam kitab suci bahwa manusia diciptakandari tanah. Karena ia diciptakan dari tanah maka tidak mengherankanmengapa manusia tak bisa hidup tanpa tanah. Maka dari itu tanah patutdijaga agar tidak sampai terkena erosi.Masalah Erosi di Indonesia, dalam hal ini erosi akibat campurtangan manusia , sebenarnya telah berlangsung sejak lama. Barangkalibersamaan dengan pembukaan lahan untuk usaha pertanian oleh nenekmoyang bangsa ini ribuan tahun yang lalu. Namun demikian, kepedulianmanusia terhadap proses ini memang terbilang baru.Erosi didefinisikan sebagai suatu peristiwa hilang atau terkikisnyatanah atau sebagian dari suatu tempat yang terangkut dari suatu tempatke tempat lain, baik disebabkan oleh pergerakan air, angin, atau es.Pengikisan tanah di sini pada hakekatnya tidak termasuk erosi internal(ke dalam penampang tanah) tetapi hanya pengikisan suatu tanah ketempat lain (eksternal). Di daerah tropis seperti Indonesia, erosi terutamadisebabkan oleh air hujan. Ada juga erosi terjadi disebabkan oleh anginatau es, tetapi pada buku ini lebih ditekankan kepada erosi oleh air hujan.Salah satu penyebab erosi karena adanya faktor limpasanpermukaan. Limpasan permukaan merupakan sebagian dari air hujanyang mengalir di atas permukaan tanah. Jumlah air yang menjadilimpasan ini sangat bergantung pada jumlah air hujan persatuan waktu(intensitas), keadaan penutup tanah, topografi terutama kemiringanlereng), jenis tanah, dan ada atau tidaknya hujan yang terjadisebelumnya (kadar air tanah sebelum terjadinya hujan).Ada dua tujuan utama mengapa perlu dilakukan pendugaan erosi.Pertama, untuk meramalkan besar erosi yang telah, sedang atau akanterjadi pada suatu lahan dengan atau tanpa pengelolahan tertentu.Kedua, untuk memilih praktek penggunaan lahan dalam arti ;uas yangmempunyai produktivitas tinggi dan berkelanjutan. Pendugaan erosidapat dilakukan di laboratorium atau di lapangan.Konservasi tanah ditujukan untuk memperoleh produksi maksimumsuatu lahan secara berkelanjutan, sementara mengupayakan agar lajuerosi tanah lebih kecil atau paling tidak sama dengan laju pembentukantanah di lahan (daerah) itu. Ini berarti bahwa diperlukan langkah-langkahatau upaya-upaya yang diperlukan untuk mengatur penggunaan lahan.Laju erosi maksimum yang dapat dibiarkan disebut dengan lajukehilangan tanah toleransi. Berapa besarnya laju erosi yang bisadibiarkan untuk suatu daerah sesungguhnya tidaklah mudah. Sebabpenentuannya haruslah didasarkan kepada beberapa besarnya lajupembentukan tanah di kawasan itu. Laju pembentukan tanah merupakanpatokan yang digunakan untuk mementukan beberapa besarnya lajuerosi yang dapat dibiarkan di suatu daerah. Laju pembentukan tanah diseluruh dunia berkisar antara 0,01 hingga 7,7mm/tahunUntuk menghindari terjadinya erosi diperlukan strategi-strategiyang ampuh untuk mensiasati hal ini. Di dalam buku ini menjelaskanbahwa strategi-strategi penanggulangan erosi untuk masing-masingpenggunaan lahan digunakan sedikitnya dua dari tiga tindakan, meliputitindakan agronomis, tindakan pengelolahan tanah, dan tindakan mekanis.Secara umum telah dapat dipahami bahwa masih banyak yangharus dipelajari tidak saja tentang proses erosi tanah itu sendiri, jugatentang metode-metode konservasinya. Namun, tantanga yang lebihbesar lagi ternyata berupa kendala-kendala nonteknis. Metode-metodekonservasi tanah secara praktikal telah berkembang mengikutiperkembangan zaman. Pada awal abad ke-20, penekanan masih kepadacara konservasi yang dikembangkan oleh Amerika Serikat yakni melalui