Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
12Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
B. Indonesia - Menyampaikan Intisari Buku Non Fiksi

B. Indonesia - Menyampaikan Intisari Buku Non Fiksi

Ratings: (0)|Views: 1,176 |Likes:
Published by ikikinoko
My special thanks for ergakandly from EKan's Blog.
My special thanks for ergakandly from EKan's Blog.

More info:

Published by: ikikinoko on Oct 25, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/13/2012

pdf

text

original

 
TUGAS BAHASA INDONESIA(MENYAMPAIKAN INTI SARI BUKUNON FIKSI)
DISUSUN OLEH:1.Diky Nanda Pratama
2.
M. Rizky Wahyudi3.Maulana Fadhli4.M. Zazili5.Randhika WiwekaKELAS : XII IPA. 3GURU PEMBIMBING : Dra. Nur'aini A.N.
 
SMA NEGRI 8 PALEMBANGTAHUN AJARAN 2011/2012
Menyampaikan Intisari Buku Non Fiksi
Apakah kegiatan membaca merupakan bagian dari kegiatan Anda?Membaca menghasilkan banyak manfaat bagi kehidupan Anda. Jikasenang membaca, Anda akan pandai memahami persoalan dan tentunyapengetahuan Anda akan terus bertambah.Salah satu hasil dari membaca adalah mampu membuat inti saridari buku yang dibaca. Inti sari biasanya mengandung hal-hal yangdianggap penting dan menarik dari pembaca sehingga mampu menjadiciri khas dari sebuah buku. Disamping itu juga inti sari tersebut jugadapat disampaikan kepada orang lain sebagai informasi yang mungkinlayak untuk diketahui.Berikut ini adalah contoh intisari sebuah buku.
Pengendalian Erosi Tanah
Oleh Ergakandly
Pengendalian Erosi Tanah, buku karya Dr. Ir.Supli Effendi Rahim ini terdiri dari dua belas bagian,yakni pengendalian erosi tanah dalam rangkapelestarian hidup; penyebaran dan keragaman erositanah; masalah erosi tanah dalam lahan kritis; erositanah dan fenomenanya; limpasan permukaan;pendugaan erosi dan penggunaannya; pencegahandan penanggulangan erosi tanah pada tingkat makro;pencegahan dan penanggulangan erosi pada tingkatmikro; tindakan konservasi tanah; permasalahandalam penerapan tindakan dan kebijakan konservasitanah; penelitian erosi dan konservasi tanah; dankesimpulan.Pembangunan nasional sejak dasawarsa 80-an telah diarahkanuntuk menganut konsep pembangunan berkelanjutan itu sendirisesungguhnya adalah upaya untuk mencapai keberlanjutan dalam 4 hal.Keberlanjutan ekologis yang merupakan keberlanjutan yang utama danpertama, diikuti oleh keberlanjutan ekonomis, sosial budaya dan politikhankam. Upaya mencapai sasaran pembangunan itu tentu harusmelewati jalan berliku dan panjang. Kebijakan dalam bentuk hal haruslahditempuh. Ada tiga hal yang harus dijadikan tumpuan dalam menjalankanroda pembangunan itu. Pertama sumber daya alami, kedua kualitaslingkungan, dan ketiga faktor kependudukan.Siapa pun pasti berhubungan dengan tanah. Tanah merupakantempat mendirikan bangunan, tempat hidup tumbuhan dan hewan,tempat dikuburkannya manusia bila meninggal, dan tempat berusahapada umumnya. Jadi, tanah dengan manusia sangat erat ketertarikan.
 
Eratnyanya hubungan tanah dengan kehidupan manusia dibuktikandengan terekomentasinya dalam kitab suci bahwa manusia diciptakandari tanah. Karena ia diciptakan dari tanah maka tidak mengherankanmengapa manusia tak bisa hidup tanpa tanah. Maka dari itu tanah patutdijaga agar tidak sampai terkena erosi.Masalah Erosi di Indonesia, dalam hal ini erosi akibat campurtangan manusia , sebenarnya telah berlangsung sejak lama. Barangkalibersamaan dengan pembukaan lahan untuk usaha pertanian oleh nenekmoyang bangsa ini ribuan tahun yang lalu. Namun demikian, kepedulianmanusia terhadap proses ini memang terbilang baru.Erosi didefinisikan sebagai suatu peristiwa hilang atau terkikisnyatanah atau sebagian dari suatu tempat yang terangkut dari suatu tempatke tempat lain, baik disebabkan oleh pergerakan air, angin, atau es.Pengikisan tanah di sini pada hakekatnya tidak termasuk erosi internal(ke dalam penampang tanah) tetapi hanya pengikisan suatu tanah ketempat lain (eksternal). Di daerah tropis seperti Indonesia, erosi terutamadisebabkan oleh air hujan. Ada juga erosi terjadi disebabkan oleh anginatau es, tetapi pada buku ini lebih ditekankan kepada erosi oleh air hujan.Salah satu penyebab erosi karena adanya faktor limpasanpermukaan. Limpasan permukaan merupakan sebagian dari air hujanyang mengalir di atas permukaan tanah. Jumlah air yang menjadilimpasan ini sangat bergantung pada jumlah air hujan persatuan waktu(intensitas), keadaan penutup tanah, topografi terutama kemiringanlereng), jenis tanah, dan ada atau tidaknya hujan yang terjadisebelumnya (kadar air tanah sebelum terjadinya hujan).Ada dua tujuan utama mengapa perlu dilakukan pendugaan erosi.Pertama, untuk meramalkan besar erosi yang telah, sedang atau akanterjadi pada suatu lahan dengan atau tanpa pengelolahan tertentu.Kedua, untuk memilih praktek penggunaan lahan dalam arti ;uas yangmempunyai produktivitas tinggi dan berkelanjutan. Pendugaan erosidapat dilakukan di laboratorium atau di lapangan.Konservasi tanah ditujukan untuk memperoleh produksi maksimumsuatu lahan secara berkelanjutan, sementara mengupayakan agar lajuerosi tanah lebih kecil atau paling tidak sama dengan laju pembentukantanah di lahan (daerah) itu. Ini berarti bahwa diperlukan langkah-langkahatau upaya-upaya yang diperlukan untuk mengatur penggunaan lahan.Laju erosi maksimum yang dapat dibiarkan disebut dengan lajukehilangan tanah toleransi. Berapa besarnya laju erosi yang bisadibiarkan untuk suatu daerah sesungguhnya tidaklah mudah. Sebabpenentuannya haruslah didasarkan kepada beberapa besarnya lajupembentukan tanah di kawasan itu. Laju pembentukan tanah merupakanpatokan yang digunakan untuk mementukan beberapa besarnya lajuerosi yang dapat dibiarkan di suatu daerah. Laju pembentukan tanah diseluruh dunia berkisar antara 0,01 hingga 7,7mm/tahunUntuk menghindari terjadinya erosi diperlukan strategi-strategiyang ampuh untuk mensiasati hal ini. Di dalam buku ini menjelaskanbahwa strategi-strategi penanggulangan erosi untuk masing-masingpenggunaan lahan digunakan sedikitnya dua dari tiga tindakan, meliputitindakan agronomis, tindakan pengelolahan tanah, dan tindakan mekanis.Secara umum telah dapat dipahami bahwa masih banyak yangharus dipelajari tidak saja tentang proses erosi tanah itu sendiri, jugatentang metode-metode konservasinya. Namun, tantanga yang lebihbesar lagi ternyata berupa kendala-kendala nonteknis. Metode-metodekonservasi tanah secara praktikal telah berkembang mengikutiperkembangan zaman. Pada awal abad ke-20, penekanan masih kepadacara konservasi yang dikembangkan oleh Amerika Serikat yakni melalui

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->