Read without ads and support Scribd by becoming a Scribd Premium Reader.
 
PENGARUH TEHNIK RELAKSASI PERNAFASAN DIAFRAGMA TERHADAPPENURUNAN TEKANAN DARAH PADA PASIEN HIPERTENSI DERAJAT II
6
 
PENGARUH TEHNIK RELAKSASI PERNAFASAN DIAFRAGMA TERHADAPPENURUNAN TEKANAN DARAH PADA PASIEN HIPERTENSI DERAJAT II2.1Konsep Hipertensi
2.1.1DefinisiHipertensi didefinisikan sebagai suatu peningkatan tekanan darah tertentu,yaitu diatas tingkat tekanan darah tersebut dengan memberikan pengobatanakan menghasilkan lebih banyak manfaat dibandingkan dengan tidakmemberikan pengobatan (Arjatmo, 2001).Hipertensi atau tekanan darah tinggi adalah suatu gangguan padapembuluh darah yang mengakibatkan suplai oksigen dan nutrisi yang dibawaoleh darah terhambat sampai kejaringan tubuh yang membutuhkannya (LannySustrani, 2004:12).Hipertensi adalah tekanan darah sistolik 140 mmHg atau lebih atau tekanandarah distolik 90 mmHg atau lebih sedang dalam pengobatan antihipertensi (Arif Mansjoer, 2000:518).Menurut WHO (1978), batas tekanan darah yang masih dianggap normaladalah 140/90 mmHg atau tekanan darah yang sama dengan atau diatas 160/95mmHg dinyatakan sebagai hipertensi. Tekanan darah diantara normotensi danhipertensi disebut borderline hypertension.2.1.2Klasifikasi HipertensiMenurut Arief Mansjoer (2000:518), berdasarkan penyebabnya hipertensidibagi menjadi dua golongan,yaitu:a.Hipertensi essensial atau hipertensi primer yang tidakdiketahui penyebabnya, disebut juga hipertensi idiopatik. Terdapat sekitar 95% kasus. Banyak faktor yang mempengaruhi seperti genetik, lingkungan,
7
 
hiperaktifitas susunan saraf simpati, sistem renin-angiotensin, defek dalamekskresi Na, peningkatan Na dan Ca intraseluler, dan faktor-faktor yangmeningkatkan resiko seperti obesitas, alkohol, merokok serta polisitemia.b.Hipertensi sekunder atau hipertensi renal. Terdapatsekitar 5% kasus. Penyebab spesifiknya diketahui seperti gangguanestrogen, penyakit ginjal, hipertensi vascular renal, hiperaldosteronnismeprimer, dan sindrom Cushing, feokromositoma, koarktasio aorta, hipertensiyang berhubungan dengan kehamilan dan lain-lain.Klasifikasi lain yang digunakan dengan memasukkan tekanan arteri sistolikdan diastolik sebagai berikut :1.Normotensi, bila sistolik 120-<140 mmHg dan diastolik 80-<90 mmHg.2.Borderline, bila sistolik 140-160 mmHg dan diastoliknya 90-<95 mmHg.3.Hipertensi bila sistoliknya 160 mmHg dan diastoliknya >95 mmHg.Klasifikasi hipertensi menurut WHO, 1997 adalah :a.Normotensi, bila sistoliknya <140 mmHg dan diastoliknya <90 mmHg.b.Perbatasan, bila sistoliknya 141-159 mmHg dan diastoliknya 91-94 mmHg.c.Hipertensi, bila sistoliknya > 160 mmHg dan diastoliknya >95 mmHg.Tabel 1 : Klasifikasi Tekanan Darah untuk yang Berumur 18 Tahun atau LebihKategoriSistolik (mmHg)Diastolik (mmHg)Optomal< 120< 80Normal< 130< 85Normal - tinggi130-13985-89Hipertensi Derajat I140-15990-99Derajat II160-179100-109Derajat III180110Arjatmo Tjokronegoro(2001:454).
2.2Penyebab Hipertensi
Menurut Leonard Marvyn (1995:35), ada beberapa penyebab yangmendukung terhadinya hipertensi yaitu faktor yang dapat dikontrol dan faktor yang tidak dapat dikontrol.
8
Search History:
Searching...
Result 00 of 00
00 results for result for
  • p.
  • More From This User

    Notes
    Load more