hiperaktifitas susunan saraf simpati, sistem renin-angiotensin, defek dalamekskresi Na, peningkatan Na dan Ca intraseluler, dan faktor-faktor yangmeningkatkan resiko seperti obesitas, alkohol, merokok serta polisitemia.b.Hipertensi sekunder atau hipertensi renal. Terdapatsekitar 5% kasus. Penyebab spesifiknya diketahui seperti gangguanestrogen, penyakit ginjal, hipertensi vascular renal, hiperaldosteronnismeprimer, dan sindrom Cushing, feokromositoma, koarktasio aorta, hipertensiyang berhubungan dengan kehamilan dan lain-lain.Klasifikasi lain yang digunakan dengan memasukkan tekanan arteri sistolikdan diastolik sebagai berikut :1.Normotensi, bila sistolik 120-<140 mmHg dan diastolik 80-<90 mmHg.2.Borderline, bila sistolik 140-160 mmHg dan diastoliknya 90-<95 mmHg.3.Hipertensi bila sistoliknya 160 mmHg dan diastoliknya >95 mmHg.Klasifikasi hipertensi menurut WHO, 1997 adalah :a.Normotensi, bila sistoliknya <140 mmHg dan diastoliknya <90 mmHg.b.Perbatasan, bila sistoliknya 141-159 mmHg dan diastoliknya 91-94 mmHg.c.Hipertensi, bila sistoliknya > 160 mmHg dan diastoliknya >95 mmHg.Tabel 1 : Klasifikasi Tekanan Darah untuk yang Berumur 18 Tahun atau LebihKategoriSistolik (mmHg)Diastolik (mmHg)Optomal< 120< 80Normal< 130< 85Normal - tinggi130-13985-89Hipertensi Derajat I140-15990-99Derajat II160-179100-109Derajat III≥ 180≥ 110Arjatmo Tjokronegoro(2001:454).
2.2Penyebab Hipertensi
Menurut Leonard Marvyn (1995:35), ada beberapa penyebab yangmendukung terhadinya hipertensi yaitu faktor yang dapat dikontrol dan faktor yang tidak dapat dikontrol.
8