Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword or section
Like this
33Activity
×
P. 1
MULTICULTURALISME: Menuju Pendidikan Berbasis Multikulturalisme

MULTICULTURALISME: Menuju Pendidikan Berbasis Multikulturalisme

Ratings: (0)|Views: 11,337|Likes:
Published by Khairul Umami
Pendidikan multikultur masih baru dan belum menjadi isu yang menarik di Aceh. Meski sebenarnya pendidikan multikultur sangat penting hadir di tengah kondisi mewabahnya sikap intoleran terhadap sesama di semua lapisan masyarakat. Ini terlihat dari konflik SARA yang terjadi, perusakan balai pengajian karena dianggap sesat dan berbagai kasus lain yang mengacu pada hilangnya rasa dan sikap saling menghargai keragaman dan perbedaan yang hidup dalam masyarakat.
Tulisan para guru ini memberikan gambaran yang cukup jelas tentang keragaman yang telah hidup dan berkembang di Aceh. Misalnya, tulisan tentang keragaman suku bangsa, bahasa, dan adat istiadat di Aceh. Sampai saat ini keragaman suku bangsa dan etnik penduduk di Aceh masih dapat dilihat, yaitu Gayo, Alas, Tamiang, Kluet, Aneuk Jame, Singkil, Pasee, Simeulu, Tionghoa, Karo, Haloban dan lain sebagainya. Mereka memiliki kekhasan budaya sendiri yang tidak boleh digeneralisasi menjadi “Aceh”. Kekhasan itu harus dihormati sebagai sebuah kekayaan dan keunikan bersama.
Pendidikan multikultur masih baru dan belum menjadi isu yang menarik di Aceh. Meski sebenarnya pendidikan multikultur sangat penting hadir di tengah kondisi mewabahnya sikap intoleran terhadap sesama di semua lapisan masyarakat. Ini terlihat dari konflik SARA yang terjadi, perusakan balai pengajian karena dianggap sesat dan berbagai kasus lain yang mengacu pada hilangnya rasa dan sikap saling menghargai keragaman dan perbedaan yang hidup dalam masyarakat.
Tulisan para guru ini memberikan gambaran yang cukup jelas tentang keragaman yang telah hidup dan berkembang di Aceh. Misalnya, tulisan tentang keragaman suku bangsa, bahasa, dan adat istiadat di Aceh. Sampai saat ini keragaman suku bangsa dan etnik penduduk di Aceh masih dapat dilihat, yaitu Gayo, Alas, Tamiang, Kluet, Aneuk Jame, Singkil, Pasee, Simeulu, Tionghoa, Karo, Haloban dan lain sebagainya. Mereka memiliki kekhasan budaya sendiri yang tidak boleh digeneralisasi menjadi “Aceh”. Kekhasan itu harus dihormati sebagai sebuah kekayaan dan keunikan bersama.

More info:

Published by: Khairul Umami on Oct 26, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
See More
See less

06/09/2013

 
ARIPODRIPRVGIOUAB=
Abkrmr ^bk`o`odgk Fbvfguou Aripodriprv

Activity (33)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Lathifah Mariana liked this
Oma Ari Anto added this note|
bagus-bagus ya artikel nya..tks
Kohan Farhan liked this
sblackto12 liked this
Devi Ayu Rizki liked this
Opa Yat liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->