Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
6Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Kolonialisme Dan Imperialisme Di Indonesia

Kolonialisme Dan Imperialisme Di Indonesia

Ratings: (0)|Views: 1,026 |Likes:
Published by mahruzzz
Kolonialisme Dan Imperialisme Di Indonesia
Kolonialisme Dan Imperialisme Di Indonesia

More info:

Published by: mahruzzz on Oct 26, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/09/2012

pdf

text

original

 
KOLONIALISME DAN IMPERIALISME DI INDONESIA
A.KOLONIALISME DAN IMPERIALISME DI INDONESIA
Kolonialisme berasal dari kata koloni yaitu daerah pendudukan. Padaawalnya istilah kolonialisme diartikan dengan menanam sebagian masyarakat diluar batas atau lingkungan daerahnya. Kolonialisme merupakan politik yangdijalankan mengenai suatu koloni, suatu daerah jajahan, sebagai bagian dariimperium (Rochmadi, 1993).Imperialisme berasal dari kata imperare atau imperium yang artinya daerahpendudukan. Imperialisme mempunyai pengertian sebagai suatu perluasanwilayah atau daerah kekuasaan/jajahan baik dengan cara halus (dengankekuatan ekonomi, budaya dan ideologi) ataupun dengan paksaan (dengankekuatan bersenjata) yang dipergunakan untuk kepentingan sendiri (negaraatau imperiumnya).Istilah imperialisme pertama kali dipergunakan pada abad XIX di Inggrisuntuk menjelaskan politik luar negeri yang ditujukan pada perluasankekuasaan kerajaan Inggris.Beberapa ahli memberi pengertian yang berbeda antarakolonialisme dan imperialisme, tetapi ada juga yang memberi makna sama.Kedua-duanya secara rasional bisa diterima kebenarannya, tetapi dalamkesempatan ini kedua konsep tersebut dimaknai sama.1.Imperialisme Belanda dan InggrisKolonialisme negara-negara barat masuk ke Indonesia sejak abad ke-16,yang dipelopori oleh Portugis dengan cara monopoli perdagangan rempah-rempah dan ditandai dengan jatuhnya Malaka ke tangan Portugis tahun 1511.Kedatangan Portugis yang membawa keberhasilan itu diikuti bangsa-bangsalain diantaranya Belanda.Belanda datang ke Indonesia dengan tujuan utama untukmenguasai perdagangan rempah-rempah di nusantara, yang pada waktu itudikuasai oleh pedagang-pedagang Islam. Rempah-rempah pada waktu itumerupakan barang perdagangan yang sangat penting di Eropa dan memberikeuntungan yang sangat besar bagi para pedagang di Eropa.Kedatangan Belanda ke Indonesia, tidak terlepas dari pengaruh upayauntuk mendapatkan “gold, gospeld dan glory” yang menjadi ciri khas daripraktek imperialisme kuno, dimana penguasaan wilayah lain sebagai tujuan
 
untuk mendapatkan kekayaan dalam bentuk emas, mendapatkankejayaan karena menguasai daerah lain, dan penyebaran agama nasranisebagaimana permintaan gereja.Pada awal kedatangannya ke wilayah Indonesia, Belanda hanya inginmenguasai secara monopoli jalur perdagangan rempah-rempah di nusantara,mulai dari daerah Maluku menuju ke Malaka, yang selanjutnyamengirimkannya ke Eropa.Dalam upaya menguasai jalur perdagangan rempah-rempah dinusantara, pemerintah Belanda mendirikan badan perniagaan “kongsidagang” yang bernama Vereenigne Oost Indische Compagnie (VOC) pada1602. Tujuan didirikannya perkumpulan dagang ini adalah untukmengintensifkan perdagangan di kawasan nusantara dan menghindaripersaingan tidak sehat di antara para pedagang Belanda sendiri. Intinyatujuan pendirian VOC adalah untuk memperoleh keuntungansebanyakbanyaknya dalam perdagangan dengan cara menguasai,memonopoli perdagangan rempah-rempah di Indonesia.Pedagang-pedagang di nusantara yang berasal dari Jawa, Bugis, Arab,dan Cina mengalami kerugian yang sangat besar terutama setelahdidirikannya Vereenigne Oost Indische Compagnie (VOC). Secaraperlahan pedagang-pedagang nusantara yang selama ini menguasai jalurperdagangan rempah-rempah di kawasan nusantara mengalami kerugiandan hancur dengan sendirinya, apalagi setelah VOC diberikan hak yangcukup besar dalam bidang politik dan militer oleh pemerintah Belanda dalammenjalankan kongsi dagangnya. Oleh karena itu VOC tidak segan-seganmenggunakan kekuatan bersenjata dan militer dalam melaksanakan kongsidagangnya, yaitu memperoleh keuntungan yang sebesar-besarnya dengancara memonopoli perdagangan rempah-rempah dan berbagai macam hasilbumi lainnya di wilayah nusantara.Perusahaan dagang ini diberikan hak-hak istimewa oleh PemerintahBelanda. Hak-hak yang diberikan kepada VOC itu disebut hak octrooi, yangisinya memberikan hak kepada VOC sebagai berikut.a)memperoleh hak monopoli perdagangan;b)memperoleh hak untuk mencetak dan mengeluarkan uang sendiri;c)dianggap sebagai wakil pemerintah Belanda di Asia;d)berhak mengadakan perjanjian;
 
e)berhak memaklumkan perang dengan negara lain;f)berhak menjalankan kekuasaan kehakiman;g)berhak mengadakan pemungutan pajak;h)berhak memiliki angkatan perang sendiri;i)berhak mengadakan pemerintahan sendiri.Akibat hak-hak monopoli yang dimilikinya, VOC bisa memaksakankehendaknya pada perusahaan-perusahaan perdagangan nusantara untukmengikuti kehendak VOC, yang sangat merugikan para pedagang nusantara. Tindakan ini tentu saja menimbulkan permusuhan dari para pedagangnusantara, apalagi sistem monopoli bertentangan dengan sistemtradisional yang berlaku saat itu. Jaringan perdagangan rempah-rempahMaluku ke Malaka yang dikuasai pedagang Islam akhirnya jatuh ke tanganVOC.Dalam upaya mempertahankan monopoli perdagangannya, VOCmeningkatkan kekuatan militernya dengan cara membangun benteng-benteng pertahanan. Benteng-benteng pertahanan tersebut didirikan diAmbon, di Malaka (setelah direbut dari Portugis), di Makassar, dan di Jayakarta (yang pada 1619 diubah namanya menjadi Batavia). Kota Bataviaini menjadi pelabuhan penting alternatif dari Maluku dan Malaka selain jugamenjadi pusat operasional VOC atas seluruh nusantara.Penguasa Jayakarta, Pangeran Jayakarta, tidak berhasil mengusirpenguasa VOC, tetapi sebaliknya Jan Pieterzoon Coen pimpinan VOC, berhasilmenguasai seluruh kota ke tangan VOC. Praktek VOC dalam melakukanmonopoli perdagangan serta memaksakan kekuasaannya terhadapkerajaan-kerajaan di nusantara sangat tidak manusiawi dan menyakitkan.Cara-cara kekerasan, peperangan, adu domba, penindasan, dan tindakankasar lainnya telah menyebabkan penderitaan yang tidak terkirkan bagibangsa Indonesia. Misalnya pada 1620 VOC telah mengusir dan membunuhseluruh penduduk yang tidak mau menyerahkan rempah-rempahnya padamereka (Ricklefs, 1991).Pada tahun-tahun berikutnya, satu persatu pusat-pusatperdagangan Islam nusantara dihancurkan dan dikuasainya. Demikian jugadengan kerajaan-kerajaan di nusantara. Cara-cara tipu muslihat, adu-domba,

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->