Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
1Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
06_pelayanan Lanjut Usia Berbasis Kekerabatan

06_pelayanan Lanjut Usia Berbasis Kekerabatan

Ratings: (0)|Views: 70 |Likes:

More info:

Published by: Minarti Poexa Cematcemut on Oct 27, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/27/2011

pdf

text

original

 
 1
PELAYANAN LANJUT USIA BERBASIS KEKERABATAN
 
( Studi Kasus Pada Lima Wilayah Di Indonesia)
 
Oleh : Sri Gati Setiti
 
 Abstrak Kata Kunci:
Lanjut Usia, Pelayanan Sosial, Kekerabatan
Pendahuluan
Pembangunan telah meningkatkan usia harapan hidup penduduk Indonesia, yangdiiringi dengan meningkatnya jumlah dan persentase penduduk Lanjut Usia. Hal inisebagai prestasi sekaligus tantangan/beban. Berbagai kebijakan dan pelayanandilakukan oleh pemerintah maupun masyarakat. Baik melalui sistem panti. maupunsistem non panti atau berbasis masyarakat. Seperti PUSAKA (Pusat SantunanKeluarga), Day Care Service maupun Day Care Centre. Sebagian pelayanan cukupmemadai, mulai kebutuhan dasar sampai penguburan. Walau demikian masih banyak yang hanya memberi pelayanan permakanan dan kerochanian. disampaing kendaladana dan petugas.Semua upaya tersebut nampaknya belum memadai dibandingkan denganpopulasi Lanjut Usia yang meningkat tanpa bisa dihentikan. Dewasa ini Lanjut Usiayang tertangani melaui sistem panti hanya 15.000, sistem non panti 20.000. Secarakeseluruhan yang tertangani hanya 2 % dari 2,3 juta Lanjut Usia. Gambaran diatasmenegaskan bahwa pelayanan belum maksimal. Mereka mengalami keterlantaran, adayang menjadi mengemis. Diantaranya terkena tindak kekerasan, oleh orang lainmaupun oleh kerabat sendiri.Pada sisi lain, kita memiliki kearifan budaya. Tuntunan agama dan nilailuhur menempatkan Lanjut Usia dihormati, dihargai dan dibahagiakan dalamkehidupan keluarga. Dalam berbagai budaya yang kita miliki, penanganan lanjut usia juga masalah lainnya, diatur dalam tradisi masyarakat. Penanganan masalah sosialmerupakan bagian dari dan berakar pada nilai tolong menolong yang dikenalhampir semua suku bangsa di Indonesia. Peran kerabat dalam masyarakat di seluruhIndonesia mempunyai keterikatan yang sangat kuat, sekaligus merupakan potensimasyarakat yang luar biasa, sebagai sumber kesetiakawanan sosial yang mampumemecahkan permasalahan sosial yang ada didaerahnya. Hal inilah yang perludiangkat dan dikembangkan.
 
 2Berdasarkan latar hal tersebut, Pusat Penelitian dan PengembanganKesejahteraan Sosial pada tahun anggaran 2006 mengadakan penelitian tentangPelayanan Lanjut Usia Berbasis Kekerabatan.Ketidakseimbangan antara pelayanan sosial yang tersedia dan permasalahanyang ada, berpengaruh kepada pelayanan lanjut usia. Lanjut usia yang terlantarsemakin mudah kita saksikan disekitar kita. Keterlantaran baik disebabkan olehkondisi yang berubah, sehingga merubah pola dan kegiatan anggota keluarga yangberdampak kepada pelayanan bagi Lanjut usia. Keterlataran lanjut usia jugadisebabkan oleh semakin memudarnya nilai nilai dan penghargaan kepada Lanjutusia. Pada sisi lain selama ini belum ada pelatihan bagi pendamping yang diberikankepada kerabat yang melayani Lanjut usia.Berdasarkan uraian tersebut, bagaimana pelayanan dilakukan oleh kekerabatanterhadap lanjut usia? Permasalahan yang akan diteliti adalah: Apakah pelayanan lanjutusia berbasis kekerabatan telah sesuai dan dapat memenuhi kebutuhan lanjut usia?
 
Tujuan
 
penelitian ini adalah:1.
 
Secara umum bertujuan, merumuskan pokok pokok pikiran tentang kerangkadasar pelayanan lanjut usia yang berbasis kekerabatan. (kerangka modelpelayanan lanjut usia berbasis kekerabatan, untuk uji coba pada penelitian tahapII ( tahun kedua 2007).2.
 
Secara khusus bertujuan:a.
 
Memahami tentang kebutuhan, permasalahan dan harapan lanjut usia.b.
 
Memahami bentuk pelayanan Lanjut Usia yang berbasis kekerabatanc.
 
Mengidentifikasi nilai-nilai yang terkait dengan pelayanan lanjut usiaberbasis kekerabatan.d.
 
Menyusun kerangka model pelayanan Lanjut Usia berbasis kekerabatanManfaat yang dapat dipetik bagi pemerintah, sebagai dasar ilmiah perumusankebijakan publik untuk menyelesaikan masalah pelayanan lanjut usia. Bagi akademisi,untuk pengembangan ilmu pengetahuan dan model pelayanan lanjut usia. Bagiinstruktur kediklatan, menjadi materi treners. Bagi pemberi pelayanan menjadialternatif pelayanan.(kerangka konseptual/ tinjauan teoritis)
Metode Penelitian
Penelitian ini bersifat diskriptif kualitatif. pengumpulan data melalui studidokumentasi, FGD pada kelompok: (Kerabat, Tokoh Agama/ asyarakat/ dat)setempat. Opservasi pada lingkungan tinggal Lanjut Usia dirawat. Wawancaraberstruktur kepada Lanjut Usia, kerabat yang melayani Lanjut usia. Wawancaramendalam untuk informan kunci. Diskusi terbatas kepada pejabat terkait pada tingkat
 
 3propinsi. Tokoh agama/adat/masyarakat, Pengurus kerabat, Dinas sosial, LSM, kader/ peduli yang merawat lanjut usia.Penelitian dilakukan di Sumatera Utara, diteliti etnik Melayu dan Toba. DiKalimantan Barat, etnik Dayak dan Melayu. Di Jawa Timur, etnik Jawa dan etnik Madura. Di Sulawesi Selatan, etnik Bugis dan Makasar.dan Nusa Tenggara Barat,etnik Sasak dan Bima. Secara sosial budaya mewaklili sistem kekerabatan patrilinealdan parental. Yang disajikan dalam studi kasus.
Hasil PenelitianPemahaman tentang Lanjut usia
Sebelum melakukan penelitian, perlu adanya penyamaan persepsi tentangsapaan atau istilah Lanjut Usia yang berlaku pada masing masing daerah sebagaiberikut.1.
 
Sapaan tentang Lanjut Usia.
Lanjut Usia dalam berbagai etnis memiliki sapaanyang berbeda. Pada etnik 
 Batak 
 
di Sumatra Utara, Lanjut usia laki laki disapaOpung Bulang, untuk wanita disapa dengan Opung Nini. Pada etnik di
 Jawa
 Lanjut usia laki-laki disapa dengan mbah kakung (halus: eyang kakung),untuk perempuan disapa dengan mbah putri (halus: eyang putri). Pada etnik Madura, Lanjut Usia laki laki disapa dengan Embah lanang, sedang untuk perempuan juga disapa dengan Embah. Pada etnik 
Sasak 
di NTB, Lanjut UsiaLaki laki disapa Pupung, untuk perempuan disapa Ninik. Pada etnik 
 Bima,
LanjutUsia Laki laki disapa Ompu (Tuak /halus), untuk perempuan disapa denganWai. Dalam etnik Bugis, Lanjut Usia laki laki disapa dengan Nene, untuk perempuan disapa Kajao. Etnik Makassar, Lanjut Usia Laki laki disapa Toa Baina,wanita disapa Toa Baine. Dalam budaya Melayu. Lanjut Usia laki laki MelayuSambas disapa dengan Nek Aki, untuk perempuan disapa Nek Wan. Berbedahalnya dengan Melayu Kapuas, untuk laki-laki disapa Ai dan perempuan disapaMi. Pada etnik Dayak, Lanjut Usia Laki laki disapa Nenek atau Nek aki, wanitadisapa dengan Nenek. Walau demikian panggilan tersebut kadang ada yangsedikit berbeda. Hal ini karena adanya pengaruh budaya sekitar yang turutmemberi warna pada istilah atau sapaan kepada Lanjut Usia yang berlaku bagidaerah tersebut.2.
 
Ciri ciri Lanjut Usia
, yang disepakati bersama adalah: Lanjut usia bila telahberusia > 60 tahun, berlaku sama pada semua etnik yang diteliti. Ciri lainnyadisepakati Lanjut Usia bila telah memiliki cucu. Berlaku untuk semua etnik yangditeliti, kecuali di Kalbar, sudah memiliki cicit. Ciri lainnya termasuk merekayang sering sakit sakitan atau fisiknya sudah lemah. Ciri ini berlaku untuk etnik Batak, Jawa dan Sasak juga Bima.3.
 
Pola tempat tinggal bagi Lanjut Usia.
Secara umum pola tinggal merekamengikuti garis kerabat.. Dalam Budaya
 Batak 
. Yang menganut garis kerabatPatrilinial. Secara budaya Lanjut Usia tinggal bersama kerabat ayah. Bila tidak dapat dilakukan, maka kewajiban akan berpindah kepada adik laki lakinya.

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->