2 |
Disalin dariwww.khotbahjumat.com
Dan Dialah yang berhak membuat keputusan hukum dan menetapkan undang-undang.Seluruh harta yang ada sesungguhnya adalah milik Allah yang dikuasakan-Nya kepada umatmanusia untuk melihat apa yang mereka perbuat. Dia juga memberi mereka beragam rezeki,penghasilan makanan sebagai ujian dan cobaan, untuk melihat kesungguhan mereka dalammemperlakukannya. Dia juga mengizinkan mereka melakukan transaksi jual beli danberdagang agar urusan mereka di dunia ini menjadi teratur, sesuai dengan ketentuan,kebijaksanaan, dan kasih sayang-Nya.Islam memerintahkan umatnya agar menjalankan hal-hal tersebut menurut aturan yang telahditetapkan oleh Allah
Subhanahu Wata‟ala
dan dijalankan oleh Rasulullah
Shallallahu
„Alaihi Wasallam
. Hal ini dalam rangka menjaga prinsip-prinsip keimanan, norma-normaakhlak, dan kaidah-kaidah muamalah yang
syar‟i
. Di samping itu, dalam rangka menghindarikesewenang-wenangan, penindasan, perampasan hak orang lain, memakan hartanya secaraharam, menguras kantongnya secara semena-mena, dan menghisap darahnya.
Ma‟asyiral muslimin
! Undang-undang ekonomi Islam paling ideal di antara sistem-sistemlainnya. Posisinya tepat berada di tengah-tengah antara ideologi kapitalis dan sosialis. Karenalandasannya adalah iman, tujuannya selaras dengan Islam, misalnya universal, kaidahnyasama dengan norma-norma akhlak, wataknya sangat manusiawi dan bersahabat, orientasinyaagamis dan
syar‟i
, pandangannya realitas dan positif. Tidak ada yang membatasinya selainbatasan-batasan syariat. Ia mengakui adanya kepemilikan individu dan memperhatikankepentingan pribadi di samping kepentingan kelompok secara seimbang, tidak lebih dan tidak kurang. Islam tidak memberikan jalan kepada individu untuk memperkaya diri, menumpuk kekayaan, melakukan judi penimbunan, dan merugikan orang lain. Islam juga tidak merampas haknya, tidak mencabut kepemilikannya secara semena-mena, tidak membuatnyateraniaya di tengah-tengah masyarakat yang didominasi oleh konflik antar kelas, dan tidak membiarkan orang-orang miskin ditindas di dalamnya. Sebagaimana yang terjadi padasistem-sistem produk bumi dan undang-undang buatan manusia, baik di timur maupun dibarat.
Ayyuhal muslimun
! Salah satu ciri khas dan keistimewaan undang-undang ekonomi Islamialah diharamkannya riba dan diancamkannya dengan ancaman keras terhadap pelaku-pelakupraktik riba. Karena riba memiliki banyak dampak negatif, akibat buruk, ancaman bahaya,bencana berkepanjangan, sanksi dunia dan Akhirat, dan sangat merugikan kehidupan individumaupun masyarakat. Riba adalah dosa besar, kejahatan sadis, dan bencana dahsyat yangdiharamkan berdasarkan Kitab Allah, Sunnah Rasulullah, dan
ijma‟
(konsensus) umat Islam.Nabi
Shallallahu „Alaihi Wasallam
menyebutkan sebagai salah satu dari tujuh dosa besaryang membinasakan. Sebagaimana diriwayatkan oleh Al-Bukhari dan Muslim dari AbuHurairah
Radiyallahu „Anhu
. Riba adalah satu-satunya dosa yang paling besar menurut Allahdan merupakan salah satu perbuatan paling keji yang diharamkan di dalam seluruh syariatsamawi (yang turun dari langit). Allah
Subhanahu Wata‟ala
berfirman,
بش ابٕ ىا ٌجٌٕؤ ايم ِا وج ٌٕث ٌى ذؤ ٍدبجط ٌ
ىؤ بثا ٌ شبنى بزؤ وطبجىبث بىا هاؤ ٌمؤ ٔ ابثشىاب
Maka disebabkan kezaliman orang-orang Yahudi, Kami haramkan atas mereka (memakanmakanan) yang baik-baik (yang dahulunya) dihalalkan bagi mereka, dan karena mereka