Read without ads and support Scribd by becoming a Scribd Premium Reader.
 
1 |
Disalin dari www.khotbahjumat.com
SEBUAH RENUNGAN TENTANG URGENSI AKIDAH
KHUTBAH PERTAMA:
ٓ ِ ْىا سش  ِث ؼ ٓشزغ ٔؼزغِغؤٓ   ىػؤ دّع و  ُا ٔىٔى  ْؤ ؤ ٔى ٕ  ْو ٓ ُا ؤ ؤ ٔى  ش  ًاٔىعس ٓجػ
.
ْاآ ىا  ؤ  غ زؤ  رر  ٔرر ق ٔىا ْارا
.
ْارا طىا  ؤ  ىا ثسص  ق ا ظْ  ثًس ىا ٔىا ْارا ءغ ًايمٔث ىءغرًجس ػ م ٔىا  سَا
.
اآ ىا  ؤ   ٔىا ارااى ًاع ً.ىػؤ ى  ى ش  ث ص  ٔىعس ٔىا  ًاصًػ
.
ؤ ٕ ْىا ش ،ٔىا ةزم ْىا ش  ،ؼثٔىا ش ،ع ٔػ ٌخى خػث وم ،ر سإْىا
.
Jamaah Jumat
rahimakumullah…
 Pertama, marilah kita tingkatkan ketakwaan kepada Allah
Subhanahu wa T 
a‟ala
sebenar-benarnya; yaitu dengan mengamalkan apa yang diperintahkan oleh-Nya dan Rasul-Nya
shallallahu
‟alaihi
wa sallam,
serta menjauhi apa yang dilarang oleh-Nya dan Rasul-Nya
 shallallahu „alaihi
wa sallam.
 
Kaum muslimin dan kaum muslimat yang kami hormati…
 Suatu hari, sebelum diharamkannya
khamr 
, beberapa sahabat Nabi
shallallahu
‟alaihi
wasallam
berkumpul di sebuah kebun untuk minum
khamr 
bersama. Di tengah keasyikanmereka itu, tiba-tiba datanglah utusan Rasulullah
shallallahu
‟alaihi
wa sallam
seraya
 berkata, “Sesungguhnya
khamr 
 
telah diharamkan!”
 
[HR. Abu Dawud dari Anas bin Malik 
radhiyallahu
‟ 
anhu
]
. Serta merta mereka pun menghentikan aktivitasnya. Bahkan,
khamr 
yangtersisa di mulut yang hanya tinggal ditelan, mereka muntahkan pula
[HR. Ath-Thabary dalam
Tafsir-
 
2 |
Disalin dari www.khotbahjumat.com
nya Q.S. Al-Maidah: 91]
. Gentong-gentong
khamr 
yang masih tersisa di rumah para sahabat punditumpahkan, hingga lorong-lorong kota Madinah becek dengan
khamr 
 
[Lihat: HR. Bukhari danMuslim dari Anas bin Malik 
radhiyallahu
‟ 
anhu
].
Subhanallah!
Bentuk kepatuhan luar biasa terhadap aturan agama.Empat belas abad lalu, di suatu siang, salah seorang sahabat,
Mâ‟iz bin Mâlik 
radhiyallahu
‟anhu
datang menemui Rasulullah
shallallahu
„alaihi
wa sallam
seraya berkata, “Wahai
Rasulullah s
ucikanlah aku!”.
 
“Cela
ka engkau, kembalilah! Beristigfar dan berto
 batlah engkau kepada Allah!” jawab
beliau.
Dia mundur tidak jauh, lalu datang kembali dan berkata, “Wahai Rasulullah, sucikanlahaku!”.
 
“Cela
ka engkau, kembalilah! Beristigfar dan bertob
atlah engkau kepada Allah!” tukas beliau
lagi.
Dia mundur tidak jauh, kemudian datang kembali seraya berkata, “Wahai Rasulullah,sucikanlah aku!”.
 Namun Rasulullah
shallallahu
‟alaihi
wa sallam
tetap memberikan jawaban yang sama.
Akhirnya di kali keempatnya beliau bertanya, “Kusucikan engkau dari apa?”.
 
“Sucikanlah aku dari perbuatan zina!”.
 Rasululullah
shallallahu
‟alaihi
wa sallam
 bertanya apakah dia tidak waras? Dijawab “Diawaras”.
 
“Apakah dia
baru saja minum
khamr 
?”.
 Seorang sahabat berdiri dan membaui mulutnya, ternyata tidak tercium bau
khamr 
.Akhirnya Rasulullah
shallallahu
‟alaihi
wa sallam
 pun memastikan, “Apakah engkau benar 
-
 benar telah berzina?”.
 
“Ya” jawabnya dengan pasti.
 Lalu ia diperintahkan untuk dirajam sampai mati.
Setelah Mâ‟iz meninggal, para sahabat terbagi menjadi dua. Sebagian mencela Mâ‟iz dansebagian yang lain memujinya, hal itu berlangsung dua hingga tiga hari…
 Di hari ketiga, Rasulullah
shallallahu
‟alaihi
wa sallam
pun bersabda,
ىزؼعى خؤ ث ذِغ ى ًخثر ةر
 
3 |
Disalin dari www.khotbahjumat.com
“Ia telah bert 
obat dengan sebuah tobat, yang jika dibagikan kepada suatu umat, niscayatobat tersebut cukup untuk mereka semua.
 
(H.r. Muslim dari Buraidah
radhiyallahu
‟anhu
)
.
 
Subhanallah,
kebeningan hati luar biasa, yang manakala tergores noda maksiat dia amattersiksa dan merasa gundah gulana, serta ingin untuk segera bening kembali!Jamaah Jumat
rahimakumullah..
 Dua potret kejadian di zaman
nubuwwah
di atas, menggambarkan dengan jelas kepada kitabetapa tinggi tingkat kepatuhan para sahabat dengan aturan agama. Dan betapa Rasulullah
shallallahu
‟alaihi
wa sallam
telah menggoreskan prestasi keberhasilan yang tidak adabandingnya, dalam menanamkan benih-benih ketaatan dalam jiwa para sahabat.Tanpa diawasi beliaupun, mereka tetap menjalankan syariat dengan ketundukan sempurna!Manakala bersalah, mereka segera mengakui kesalahannya, tanpa harus diseret ke penjara,dikorek-korek di pengadilan, serta berkelit ke kiri dan ke kanan.Bandingkan dengan kondisi banyak manusia di zaman ini, yang giat bekerja manakaladiawasi oleh atasan, namun begitu pengawasan lengah, mereka bergegas memanfaatkankesempatan dalam kesempitan. Mental-
mental „ABS (Asal Babe Senang)‟!
 Kembali kepada pembahasan tentang keberhasilan Nabi
shallallahu
‟alaihi
wa sallam
dalammendidik para sahabatnya. Tidakkah terbetik dalam diri kita sebuah pertanyaan mendasar,
“Bagaimana Rasulullah
shallallahu
‟alaihi
wa sallam
hanya dalam rentang waktu belasantahun berhasil mencetak generasi unggul dalam beragama? Apa gerangan resep suksesnya?Apa pula hal pertama yang beliau tanamkan dalam jiwa para sahabat sebagai pondasi kokoh
yang menjadi landasan bangunan kuat di atasnya?”.
 Jawaban dari seluruh pertanyaan di atas terangkum dalam penuturan Aisyah
radhiyallahu
„anha
berikut, tatkala beliau menjelaskan metode penurunan Alqurân secara bertahap,
هض (ؤ
:
آشْىا) هؤٔ هض: وْىا  ٌسعخْىا شْما ز ،سىا ة،عِا ى طىاهضاشْىا هْىا.ٍء هؤ هض ى:اثشر اىى ،شْىا: هض ى ،ًاثؤ شْىا :،اضراىى:ًاثؤ ّضىا  
.
“…
Sesungguhnya (surat Alqurân) yang pertama kali diturunkan adalah surat yangmenceritakan tentang surga dan neraka. Tatkala saat itu orang-orang telah berbondong-bondong masuk Islam, baru turun (ayat-ayat yang menjelaskan hukum) halal dan haram.Seandainya (ayat) yang pertama kali turun adalah
„ 
 Jangan kalian minum khamr (minumankeras)
‟ 
 , niscaya orang-orang akan berkata,
„ 
Selamanya kami tidak mau meninggalkankhamr 
‟ 
. Begitu pula jika (ayat) yang pertama kali turun,
„ 
 Jangan kalian berzina
‟ 
 , niscayamereka akan berkata,
„ 
Kami tidak akan meninggalkan zina selamanya
‟…”
 
[HR. Bukhârî (hal. 1087no. 4993).]
Al-Hâfizh Ibnu Hajar
rahimahullâh
 
menjelaskan maksud dari perkataan di atas, “Aisyah
menerangkan hikmah Allah
a‟ala
di balik pengaturan susunan turunnya (ayat-ayat dansurat-surat Alqurân).
Search History:
Searching...
Result 00 of 00
00 results for result for
  • p.
  • Notes
    Load more