Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
6Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Membedah Peradilan Sesat Perkara Pidana

Membedah Peradilan Sesat Perkara Pidana

Ratings:

5.0

(1)
|Views: 2,715|Likes:
Published by api-3738308

More info:

Published by: api-3738308 on Oct 17, 2008
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See More
See less

03/18/2014

pdf

text

original

M embedahPROSES PERADILAN
perkara pidana atas nama terpidana mati :
FABI ANUS TI BO, DOMI NGGUS DA SI LVA, MARI NUS RI W U.
Apakah Layak Di Vonis PIDANA MATI ?
( D ari Tinjauan Yuridis )
Oleh : Yan Patris Binela.
\u2018 Sejarah membukt ikan hukuman mat i tidak mampu mengurangi t ingkat kejahat an,
H ukuman mat i t idak mampu mengembalikan keadaan yang t erganggu akibat suat u
kejahat an\u2019.(I mparsial)
PENDAHULUAN

Perkara terpidana mati FABIANUS TIBO, DOMINGGUS DA SILVA dan MARINUS RIWU, merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan antara persoalan kerusuhan poso per-tama tanggal 28 desember 1998 dengan kerusuhan poso ke-dua tanggal 17 april 2000 dan terus berlanjut dengan kerusuhan poso ke-tiga tanggal 23 mei 2000.

Mata rantai kekerasan ini merupakan suatu benang merah yang harus kita lihat secara menyeluruh dan tidak bisa dipisah-pisahkan, agar kita dapat mengetahui secara pasti tentang keberadaan, keterlibatan ke- tiga terpidana mati FABIANUS TIBO, DOMINGGUS DASILVA dan MARINUS RIWU pada kasus kerusuhan poso 23 Mei 2000.

Ke-tiga terpidana mati FABIANUS TIBO, DOMINGGUS DASILVA dan MARINUS RIWU datang keposo dari daerah asal mereka di Desa Beteleme (jamur jaya), yang dahulunya kabupaten poso, sekarang Kabupaten Morowali, pada kerusuhan poso ke-tiga, tanggal 23 Mei 2000, dengan tujuan kemanusiaan yakni, untuk menolong Pastor, Para Suster dan Anak-anak Pelajar (anak-anak panti asuhan) yang tinggal di Panti Asuhan Gereja Khatolik Santa Theresia, sehingga sangatlah tidak berdasar apa bila ke-tiga pidana mati tersebut dikatakan sebagai dalang, otak atau pimpinan pada kerusuhan poso 23 Mei 2000 dan dipaksakan harus menanggung semua dosa manusia para pelaku pada tragedi kemanusiaan di Poso, sejak Kerusuhan Poso 28 Desember 1998, Kerusuhan Poso 17 April 2000 dan berlanjut dengan Kerusuhan Poso 23 Mei 2000 hingga sampai dengan saat ini dengan Vonis

PI DANA MATI dari Majelis Hakim Pengadilan Negeri Palu.
Pasal 28 a. UUD 1945 menyatakan bahwa \u201c Setiap orang berhak untuk
hidup serta berhak untuk mempertahankan hidup dan kehidupannya \u201c.
- 2 -

Vonis Pidana Mati yang sudah di jatuhkan bagi ke-tiga terpidana mati FABIANUS TIBO, DOMINGGUS DA SILVA dan MARINUS RIWU jelas- jelas tidak menunjukkan rasa keadilan bagi masyarakat dan bagi pemerhati masalah Hukum, Keadilan dan Hak Asasi Manusia, sebab faktanya, Majelis Hakim Pengadilan Negeri Palu yang memeriksa dan mengadili perkara tersebut, pada setiap proses persidangan berlangsung selalu mendapat tekanan, ancaman dari massa yang pengunjung sidang yang jumlahnya sangat besar (bertepatan pada saat proses peradilan ke-tiga terpidana mati tersebut berjalan, tempat dimana peradilan dilaksanakan yakni di PN palu, puluhan ribu korban/pengungsi dari poso yang mengungsi di Kota Palu, selalu menghadiri setiap persidangan berjalan). Apa bila keadaan ini dipandang dari sudut hukum acara pidana, maka Majelis Hakim Perkara tersebut telah memposisikan diri pada sikap dan tindakan yang bertentangan dengan jiwa dan roh dari UU RI Nomor: 8 Tahun 1981 tentang Hukum Acara Pidana pada pasal 1 ayat (9) yang kami kutib :

\u201c M engadili adalah serangkaian tindakan hakim unt uk menerima,
memeriksa dan memut uskan perkara pidana berdasarkana sa s b eb a s, j u j u r
dan t idak memihak disidang pengadilan dalam hal dan menurut cara yang
diatur dalam undang-undang ini \u201c
Asas bebas, jujur dan tidak memihak diisyaratkan oleh undang-undang
adalah :

- Majelis Hakim dalam menyidangkan dan mengadili suatu perkara, haruslah bebas dari tekanan, intimidasi dan campur tangan dari pihak manapun, berpegang teguh pada nurani keadilannya dan berdiri sebagai timbangan keadilan.

Selanjutnya, tanpa berniat melecehkan lembaga peradilan Cq Majelis
Hakim Pengadilan Negeri Palu, tulisan ini kami beri nama :
M embedahPROSES PERADILAN
perkara pidana atas nama terpidana mati :
FABI ANUS TI BO, DOMI NGGUS DA SI LVA, MARI NUS RI W U.
Apakah Layak Di Vonis PIDANA MATI ?
( D ari Tinjauan Yuridis )
- 3 -
PROFI L KE-TI GA TERPI DANA MATI
FABIANUS TIBO

Fabianus Tibo adalah tipe rakyat Indonesia kebanyakan. Seorang petani karet yang lugu, tinggal didesa beteleme yang dahulunya kabupaten poso, sekarang telah dimekarkan menjadi kabupaten morowali, ayah 2 (dua) orang anak dari seorang isteri yang berprofesi ibu rumah tangga sederhana, dimana bagi komunitas suku flores dianggap orang yang dituakan dan disegani karena perhatian dan cara beliau membimbing, mengarahkan dan menasehati warga suku flores untuk bersikap dan berperilaku yang baik dalam menempatkan diri sebagai suku pendatang. Kehidupan sehari-hari beliau adalah seorang petani kebun karet. Didesanya beliau dikenal dengan pola hidup yang sederhana, sangat bersahabat terhadap siapa saja tanpa memandang suku, agama baik terhadap suku pendatang maupun terhadap penduduk asli.

DOMINGGUS DA SILVA

Dominggus da silva dikenal dengan tipe apa adanya, pemuda pekerja keras yang tidak memilih pekerjaan walaupun pendapatannya hanya cukup untuk makan sehari. Beliau tinggal diperkebunan karet didesanya, dan apa bila beliau tidak punya pekerjaan dikebun karet, maka beliau biasanya berjualan ikan dari propinsi sulawesi tengah kepropinsi sulawesi selatan.

Dominggus dasilva dikenal didesanya sehari-hari adalah tipe pemuda yang sederhana, akrab dan bersahabat dengan teman-teman atau kenalannya, tidak pernah membuat masalah dengan siapa juga.

MARINUS RIWU

Marinus riwu adalah seorang ayah dari ketiga anak dengan seorang istri yang dalam kehidupan sehari-hari termasuk kategori keluarga yang kehidupannya dibawah garis kemiskinan. Tinggal dirumah gubuk yang sangat sederhana, namun tetap bersahaja, dalam pergaulan sehari-hari, beliau dikenal baik dan akrab baik dengan sesama sukunya maupun dengan suku pendatang lainnya terlebih dengan penduduk asli.

Activity (6)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
stephen forte liked this
dede_arya98 liked this
dede_arya98 liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->