Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
4Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
File Alvin

File Alvin

Ratings:

4.67

(3)
|Views: 3,527|Likes:
Published by api-3809545
untuk skripsi
untuk skripsi

More info:

Published by: api-3809545 on Oct 17, 2008
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/18/2014

pdf

text

original

BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang

Pasca dinaikannya harga BBM oleh Pemerintah, banyak masyarakat yang protes terhadap kenaikan tersebut. Tidak hanya itu, kalangan intelektual dan akademisi yang masih berpihak pada masyarakat juga keberatan dengan dinaikannya harga BBM. Pada dasarnya protes dari masyarakat tersebut lebih dikarenakan dampak yang akan timbul dikemudian hari dengan dinaikannya harga BBM. Harga-harga kebutuhan pokok akan naik, sementara pendapatan sehari-hari tetap pada nominal yang sama. Hal ini tentu akan mempersulit masyarakat dalam memenuhi kebutuhan hidupnya sehari-hari. Apalagi bagi masyarakat miskin yang sehari-harinya berkemampuan sangat minim dalam memenuhi kebutuhan hidup mereka, dapat dipastikan mereka akan sangat kesulitan dalam memenuhi kebutuhan pokok mereka pasca kenaikan harga BBM.

Dengan asumsi untuk sedikit memperingan beban di masyarakat khususnya bagi mayarakat kurang mampu, pemerintah kemudian mengeluarkan sebuah kebijakan berupa Bantuan Langsung Tunai (BLT) dana kompensasi BBM senilai Rp 300.000;- yang digulirkan tiap tiga bulan sekali kepada setiap keluarga miskin di Indonesia.

Pemerintah melalui Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Sri Mulyani Indrawati telah mencairkan dana sebesar Rp 1,7 triliun untuk penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT) tahap pertama, sebagai kompensasi kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM). Dana tersebut telah dicairkan dari Departemen Keuangan (Depkeu) atas permintaan Departemen Sosial (Depsos) untuk disalurkan ke

kantor cabang BRI dan PT Pos Indonesia. Total subsidi langsung (BLT) yang disetujui DPR melalui pembahasan, sebesar Rp 4,6 triliun. Dana itu akan diberikan kepada sekitar 15,5 juta keluarga miskin (gakin).

Namun pada kenyataan di lapangan, BLT ini justru menimbulkan suatu masalah baru. Ketidaksiapan aparat Pemerintah dalam menyalurkan BLT membuat BLT tersebut belum dapat disalurkan secara merata dan menyeluruh ke seluruh masyarakat miskin di Indonesia sehingga justru pemerintah harus menuai banyak kritik dari berbagai pihak dikarenakan banyaknya masyarakat miskin yang belum menerima BLT. Belum lagi batuan tersebut seringkali salah sasaran, karena masih adanya kesimpang-siuran mengenai standart kriteria keluarga miskin sehingga orang yang tergolong mampu juga ada yang menerima BLT. Yang lebih ironis, BLT ini juga menimbulkan pemasalahan kekerasan di masyarakat. Di media-media massa seringkali diberitakan mengenai keributan yang terjadi pada saat pembagian BLT berlangsung, bahkan tidak jarang keributan tersebut berakhir dengan pengerusakan kantor Balai Desa, seperti yang terjadi di Eretan Wetan, Kecamatan Kandanghaur, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat. Ataupun berupa ancaman terhadap kepala desa, seperti yang terjadi di Kecamatan Kopo, Kabupaten Serang, Banten.

Kebijakan pemberian BTL bisa dikatakan tidak mendewasakan masyarakat. Masyarakat tidak akan menjadi mandiri karena pemerintah langsung memberikan ikan, bukannya kail agar masyarakat dirangsang jiwa usaha dan kreatifnya. Yang parah lagi, mental masyarakat menjadi peminta-minta, selalu berharap bantuan orang lain, tanpa pernah bisa jadi mandiri. Pemerintah sendiri juga tak punya sikap yang jelas menghadapi kesemrawutan ini. Di satu pihak, Menteri Sosial Bachtiar Chamsyah

mengatakan,pemerintah tidak akan mengubah mekanisme penyaluran dana kompensasi BBM, meski dalam pelaksanaannya tidak sesuai harapan. Di Pihak lain, Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat (Menko Kesra) Alwi Shihab mengatakan bila berdasarkan hasil evaluasi penyaluran dana kompensasi pencabutan subsidi bahan bakar minyak (BBM) melalui Subsidi Langsung Tunai (SLT) dinilai tidak efektif, maka cara itu akan diubah.

B. Perumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah diatas, perumusan masalahnya adalah:

1. Bagaimana persepsi masyarakat miskin di desa Pamijahan, Kecamatan Cibatok, Kabupaten Bogor, Jawa Barat mengenai kebijakan Bantuan Tunai Langsung (BLT)?

2. Sudah tepatkah penyaluran Bantuan Tunai Langsung (BLT) di Desa Pamijahan,
Kecamatan Cibatok, Kabupaten Bogor, Jawa Barat?
C. Tujuan Penelitian

Berdasarkan rumusan masalah diatas, tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perspektif masyarakat di Desa Pamijahan, Kecamatan Cibatok, Kabupaten Bogor, Jawa Barat mengenai kebijakan Bantuan Tunai Langsung (BLT).

D. Manfaat Penelitian
1. Secara Teoritis
Secara teoritis penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi informasi bagi
perkembangan Ilmu Politik.

Activity (4)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
blangyuzril liked this
chicko182 liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->