Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
8Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Peran Psikologi Forensik Dalam Proses Hukum Di Indonesia

Peran Psikologi Forensik Dalam Proses Hukum Di Indonesia

Ratings: (0)|Views: 955 |Likes:

More info:

Categories:Business/Law
Published by: Rona Patricia Sibarani on Oct 28, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/17/2013

pdf

text

original

 
Peran psikologi forensik dalam proses hukum di Indonesia
Psikologi adalah ilmu yang mempelajari jiwa/psikis manusia, sehingga dalam setiapkehidupan manusia maka psikologi berusaha untuk menjelaskan masalah yangdihadapi. Tak terkecuali dalam permasalahan hukum. Di Indonesia, psikologikemudian membagi bidangnya menjadi 6 yaitu psikologi klinis, perkembangan,psikologi umum dan eksperimen, psikologi sosial, psikologi pendidikan, psikologiindustri dan organisasi. Pada kenyataannya di Amerika, pembagian ini sudahmenjadi lebih dari 50 bagian, mengikuti semakin kompleksnya permasalahan yangdihadapi manusia. Salah satunyaadalah permasalahan dalam bidang hukum, bagian dari psikologi yangmenanganinya sering dikenal sebagai psikologi forensik. Apa itu psikologi forensik ? The committee on ethical Guidelines for forensic psychology (Putwain & Sammons,2002) mendefinisikan psikologi hukum sebagai semua bentuk pelayanan psikologiyang dilakukan di dalam hukum. Bartol & Bartol (dalam Wrightsman, 2001)menyatakan psikologi hukum dapat dibedakan menjadi :a. Kajian/ penelitian yang terkait dengan aspek-aspek perilaku manusia dalamproseshukum (seperti ingatan saksi, pengambilan keputusan juri/hakim, perilakucriminal)b. Profesi psikologi yang memberikan bantuan berkaitan dengan hukum. Profesi inidi Amerika sudah sedemikian berkembangnya, seperti Theodore Blau, iamerupakan ahli psikologi klinis yang merupakan konsultan Kepolisian. Spealisasinyaadalah menentukan penyebab kematian seseorang karena dibunuh atau bunuh diri.Ericka B. Gray, ia seorang psikolog yang bertugas melakukan mediasi terutamapada perkara perdata. Sebelum perkara masuk ke pengadilan, hakim biasanyamenyuruh orang yang berperkara ke Gray untuk dapat memediasi perkara mereka. John Stap adalah seorang psikolog social, ia bekerja pada pengacara. Tugasnyaadalah sebagai konsultan peradilan, ia akan merancang hal-hal yang akandilakukan pengacara maupun kliennya agar dapat memenangkan perkara. RichardFrederic, adalah seorang ahli rehabilitasi narapidana.Dengan mengamati rofesi-profesi tersebut, kita dapat membayangkan betapapsikolog berperan penting dalam sistem hukum di Amerika. Begitu luasnya bidangkajian psikologi hukum maka Blackburn (dalam Bartol & Bartol, 1994; Kapardis,1995) membagi bidang tersebut menjadi tiga bidang, psychology in law, psychologyand law, psychology of law.Psychology in law, merupakan aplikasi praktis psikologi dalam bidang hukumseperti psikolog diundang menjadi saksi ahli dalam proses peradilan. Psychologyand law, meliputi bidang psycho-legal research yaitu penelitian tentang individuyang terkait dengan hukum seperti hakim, jaksa, pengacara, terdakwa. Psychologyof law, hubungan hukum dan psikologi lebih abstrak, hokum sebagai penentuperilaku. Isu yang dikaji antara lain bagaimana masyarakat mempengaruhi hukum
 
dan bagaimana hukum mempengaruhi masyarakat.Hampir setiap hari koran maupun telivisi memberitakan kasus-kasus kriminalitasyang menimpa masyarakat. Bentuknya beragam. Ada perampokan, pemerasan,perampasan, penjambretan, pembunuhan, perkosaan, pencopetan, penganiayaan,dan kata lain yang mengandung unsur pemaksaan, atau kekerasan terhadap fisikataupun harta benda korban.Berikut ini salah satu contoh berita yang dikutip dari salah satu media diSurabaya.“Tembak Mati Polisi, Gasak Rp. 1,9 Miliar Perampokan di Bank Mandiri Capem Jl.Bukit Kota, Kota Pinang, Labuhan Batu. Bandit-bandit jalanan itu menembak duapolisi dan satu diantaranya kabur dengan membawa uang hasil rampokan. Polisisulit mengetahui identitas pada perampok. Sebab mereka menutupi wajahnyadengan kain sebo ketika menjalankan aksinya. Aksi perampokan yang terjadi pukul10.000 WIB pagi itu diawali dengan kedatangan sebuah Daihatsu Troper berplatBM. Begitu berhenti di parkiran, beberapa penumpang mobil itu berhamburanturun. Mereka langsung memberondongkan tembakan ke udara. “Empat orangmenenteng senpi laras panjang dan dua senpi genggam,”ujar saksi mata di tempatkejadian. Setelah merobohkan Bripda Lauri, enam perampok masuk ke bank.Mereka menodong kasir lalu memaksanya untuk mengumpulkan uang yang ada dibank. Kasir yang ketakutan buru-buru mengambil semua uang seperti yang dimintaperampok (JP, 26 Oktober 2004). Kengerian, ketakutan, keheranan, kebencian danbahkan trauma psikologis barangkali yang menjadi kata-kata yang terungkapsetelah melihat atau mengalami peristiwa tersebut.Banyak sudut pandang yang digunakan untuk memberikan penjelasan fenomenatindakan kriminal yang ada. Pada kesempatan ini saya mencoba dari sisi psikologispelakunya. Sudut pandang ini tidak dimaksudkan untuk memaklumi tindakankriminalnya, melainkan semata-mata hanya sebagai penjelasan.Coba kita cermati Ragam Pendekatan Teori Psikologis Perilaku Kriminalitas yangsebetulnya berawal dari penjelasan yang diberikan oleh folosof, ahli genetika,dokter, ahli fisika, dan sebagainya. Bermula dari berdirinya psikologi sebagai ilmupengetahuan, dan beberapa kajian sebelumnya yang terkait dengan perilakukriminal, maka pada tulisan ini disampaikan beberapa padangan tentang perilakukriminalA. Pendekatan Tipologi Fisik / Kepribadian yang memandang bahwa sifat dankarakteristik fisik manusia berhubungan dengan perilaku kriminal. Tokoh yangterkenal dengan konsep ini adalah Kretchmerh dan Sheldon: Kretchmer denganconstitutional personality, melihat hubungan antara tipe tubuh dengankecenderungan perilaku. Menurutnya ada tiga tipe jarigan embrionik dalam tubuh,yaitu endoderm berupada sistem digestif (pencernaan), Ectoderm: sistem kulit dan
 
syaraf, dan Mesoderm yang terdiri dari tulang dan otot. Menurutnya orang yangnormal itu memiliki perkembangan yang seimbang, sehingga kepribadiannyamenjadi normal. Apabila perkembangannya imbalance, maka akan mengalamiproblem kepribadian. William Shldon (1949) , dengan teori Tipologi Somatiknya, iabentuk tubuh ke dalam tiga tipe. a) Endomorf: Gemuk (Obese), lembut (soft),and rounded people, menyenangkan dan sociabal. b) Mesomorf : berotot(muscular), atletis (athletic people), asertif, vigorous, and bold.c) Ektomorf :tinggi (Tall), kurus (thin), and otk berkembang dengan baik (well developed brain),Introverted, sensitive, and nervous Menurut Sheldon, tipe mesomorf merupakantipe yang paling banyak melakukan tindakan kriminal. Berdasarkan dari dua kajiandi atas, banyak kajian tentang perilaku kriminal saat ini yang didasarkan padahubungan antara bentuk fisik dengan tindakan kriminal. Salah satu simpulannyamisalnya, karakteristik fisik pencuri itu memiliki kepala pendek (short heads),rambut merah (blond hair), dan rahang tidak menonjol keluar (nonprotruding jaws),sedangkan karakteristik perampok misalnya ia memiliki rambut yang panjangbergelombang, telinga pendek, dan wajah lebar. Apakah pendekatan ini diterimasecara ilmiah? Barangkali metode ini yang paling mudah dilakukan oleh para ahlikriminologi kala itu, yaitu dengan mengukur ukuran fisik para pelaku kejahatanyang sudah ditahan/dihukum, orang lalu melakukan pengukuran dan hasilpengukuran itu disimpulkan.B. Pendekatan Pensifatan / Trait Teori tentang kepribadian yang menyatakan bahwasifat atau karakteristik kepribadain kepribadian tertentu berhubungan dengankecenderungan seseorang untuk melakukan tindakan kriminal. Beberapa idetentang konsep ini dapat dicermati dari hasil-hasil pengukuran tes kepribadian.Dari beberapa penelitian tentang kepribadian baik yang melakukan teknikkuesioner ataupun teknik proyektif dapatlah disimpulkan kecenderungankepribadian memiliki hubungan dengan perilaku kriminal. Dimisalkan orang yangcenderung melakukan tindakan kriminal adalah rendah kemampuan kontrol dirinya,orang yang cenerung pemberani, dominansi sangat kuat, power yang lebih,ekstravert, cenderung asertif, macho, dorongan untuk memenuhi kebutuhan fisikyang sangat tinggi, dan sebagainya. Sifat-sifat di atas telah diteliti dalam kajianterhadap para tahanan oleh beragam ahli. Hanya saja, tampaknya masih perlukajian yang lebih komprehensif tidak hanya satu aspek sifat kepribadian yangditeliti, melainkan seluruh sifat itu bisa diprofilkan secara bersama-sama.C. Pendekatan Psikoanalisis dengan tokoh sentral Sigmund Freud yang melihatbahwa perilaku kriminal merupakan representasi dari “Id” yang tidak terkendalikanoleh ego dan super ego. Id ini merupakan impuls yang memiliki prinsip kenikmatan(Pleasure Principle). Ketika prinsip itu dikembangkannya Super-ego terlalu lemahuntuk mengontrol impuls yang hedonistik ini. Walhasil, perilaku untuk sekehendakhati asalkan menyenangkan muncul dalam diri seseorang. Mengapa super-egolemah? Hal itu disebabkan oleh resolusi yang tidak baik dalam menghadapi konflikOedipus, artinya anak seharusnya melakukan belajar dan beridentifikasi dengan

Activity (8)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Zainur Rohman added this note
berikan contoh dari psikologi in law, psikologi for law, psikologi and law !!!!!!!!!!
Dina Lestari liked this
Love Strong liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->