Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
1Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Makalah Masailul Fiqhiyyah Tentang Zina

Makalah Masailul Fiqhiyyah Tentang Zina

Ratings: (0)|Views: 816|Likes:
Published by Tanzil Al Khair

More info:

Published by: Tanzil Al Khair on Oct 28, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, DOCX, TXT or read online from Scribd
See More
See less

07/10/2013

pdf

text

original

 
BAB IPENDAHULUANA. Pengertian Tabarruj, Khalwat dan ZinaPenulis menambahkan Tabbaruj dan Khalwat karena kedua hal ini amat kondusif untuk terjadinya zina. Keduannya adalah saudara kembar yang tidak dapat dipisahkan.Tabbaruj ialah tindakan seseorang seorang wanita menampakkan hal-hal yang seharusnyatertutupi dihadapan kaum lelaki yang bukan muhrimnya, hal-hal meliputi perhiasan-perhiasanyang dipakainya, bagian-bagian dari dirinya yang menawan hati orang lain, kedua lengannya,betisnya, dada, leher dan wajahnya.Menurut Syekh Al-
maududi, kata “ tabarruj” bila dikaitkan dengan seorang wanita,
iamemiliki tiga pengertian :1. Menampakkan keelokkan wajah dan bagian-bagian tubuh yang membanghkitkan birahi,dihadapan kaum lelaki yang bukan muhrimnya.2. Memamerkan pakaian dan perhiasan yang indah dihadapan kaum lelaki yang bukanmuhrimnya.3. Memamerkan diri dan jalan berlenggak-lenggok dihadapan kaum lelaki ygbukan muhrim.Khalwat ialah apabila seorang lelaki menyendiri dengan seorang disuatu tempat yang tidak dilihat atau tidak kelihatan oleh pandangan orang lain.Zina ialah melakukan hubungan bebas ( melakukan hubungan Seks ) dengan perempuan yangbersuami atau tidak tanpa menikah.Zina adalah merupakan kehancuran terbesar dan perbuatan keji yang sangat berbahaya danmenghancurkan masyarakat.BAB IIPEMBAHASANA. Hukum dan Dalil-Dalil keharaman Tabaruj, khalwat dan ZinaMenurut Al-
Qur‟an , sunah Nabi dan kesepakatan para Ulama Muslim, hukum Tabarruj
 
adalah haram, seluruh diri seorang wanita adalah aurat, tidak diperbolehkan bagi lelaki yangbukan muhrimnya melihat sedukitpun bagian tubuhnya.Dan apa yang dilakukan para wanita zaman sekarang ini memamerkan sebagian tubuhnya, ituadalah perbuatan maksiat dan mnyerupai perbuatan wanita-wanita kafirah serta menimbulkanbanyak fitnah.Seorang wanita yang keluar rumah dengan mengenakan pakaian yang menimbulkan fitnah(merangsang) orang lain, atau mengenakan pakaian yang transparan, tindakannya termasuk Tabrruj yang telah diharamkan oleh Allah SWT dan Rasul-Nya.Hukum khalwat ialah haram, ia termasuk salah satuhal yang mana Allah SWTmemperingatkan keras kepada kaum muslimin, khalwat antara dua manusia ygberlainan jenis, merupakan faktor pendorong utama utkberbuat tindakan nista, keji dan zina, karena halitu akan memberikan peluang bagi syaitan seperti yang telah disabdakan Nabi kitaMuhammad SAW :
“ Tiada bersepi
-sepian (berada ditempat sunyi ) seorang lelaki dengan seseorang permpuan,
melainkan syaitan merupa orang ketiga diantara mereka.” ( HR. Ahmad Tarmudzi )
 Al-
Qur‟an dan Hadits Nabi yang keduanya merupakan suber asasi bagi syariat Islam. Tela
hmelarang tindakan tabarruj, mengaharamkannya serta memberikan ancaman keras atastindakan tersebut. Diantara ayat-
ayat dan hadits yang melarang “tabarruj” ialah sebagai
berikut :1. Firman Allah SWT
……

 


 
  
 

 

 
 
 

 
 
 
“dan hendaklah kamu tetap dirumahmu, dan janganlah kamu berhias dan bertingkah laku
seperti orang-
orang jahiliyah terdahulu “. (Q.S Al
-Ahzaab : 33 )Sabda Nabi Muhammad SAW :
“sesungguhnya seorang wanita adalah „aurat, maka
apabila keluar ( dari rumah) syaitan akan
mendekatinya “. ( H.R Al
-Bazar dan Turmudzi )Jika kita perhatikan secara sepintas, ayat tersebut seakan-akan hanya ditujukan khusus padaisteri-isteri Nabi, akan tetapi sebenarnya, disamping memang secara khusus ayat tersebutditujukan kepada isteri-isteri Nabi, secara umum juga ditujukan kepada wanita lain selain
isteri Nabi. Hal itu dikarenakan para isteri Nabi, ialah sebagai “ Ummahatul Mukminin “ (ibu segenap kaum mu‟min ), mereka suri tauladan bagi wanita la
in, dan merupakan contohyang baik bagi semua wanita mukminah dimanapun mereka berada sepanjang zaman.2. Firman Allah SWT
 
 
  
 
 
 

 

 

 

 
….
 

 

 

 

 
 
 
  
 

 
 
 
“ Katakanlah kepada wanita yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan
kemaluannya, dan janganlah mereka Menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa)
nampak dari padanya” ( Q.S An
-Nuur : 31 )Ada tiga bentuk perhiasan, Pertama : segala bentuk pakaian yang bagus dan indah, kedua :sugala macam aksesori, dan ketiga : segala yang dibuat untuk menghias kepala, wajah serta
 bagian anggota tubuh yang lain yang sekarang kita kenal dengan “Make Up
 Al-
Qurtubi mengatakan bahwa “az
-
Ziynah” (hiasan
) ada dua macam : khilqiyah (aslimenurut terciptanya) dan Muktasabah (diupayakan). Dan yang kedua (yang diupayakan),adalah segala yang diupayakan oleh seorang wanita untuk mempercantik diri, seperti pakaiandan segala macam bentuk aksesori lainnya, dan yang terakhir inilah yang termasuk dalam
firman Allah SWT : “dan janganlah, mereka menampakkan perhiasannya”. (Tafsir al
-Qurtubi, jilid 12,p 229)3. Firman Allah SWT :

 
  
 

 

 

 

 

 
  
 
 
 
  
 

 
 
 
 
 
 
 
….
  
 
  
 
“dan permepuan
-permpuan tu yang telah berhenti (dari haid dan mengandung ) yang tiadakawin (lagi). Tiadalah atas mereka dosa menanggalkan pakaiana mereka dengan tidak (bermaksud)
menampakkan perhiasan”. (Q.S An
-Nuur : 60)
Dan yang dimaksud “menanggalkan pakaian “ bukanlah berarti melepas seluruh pakaian dari badan sehingga menjadi telanjang bulat. Akan tetapi yang dimaksudkan adalah “melepas
 jilbab-
 jilbab mereka” yang dengannya Al
lah SWT memerintahkan menutup perhiasan sepertiyang telah disebut dalam surat al-ahzab ayat 59, sebagai berikut :
  
 
   
 
 
 
  
 
“ hendaklah mereka mengulurkan jilbab kesluruh tubuh mereka “.
 Jadi pengertian ayat dioatas adalah bahwa diizinkan menangggalkan jilbab hanya bagiparawanita yang sudah tidak lagi gemar berhias, tidak memilikinafsu sex, dan tidak lagi diminatikaum lelaki, kendatipun demikian, sikap sopan mereka dengan tetapmenggalkan jilbabmereka lebih baik bagi mereka. Jika hukum menanggalkan jilbab bagi wanita yang sudahnenek-nenek saja begitu, apalagi terhadap para pemudi yang masih banyak diminati olehkaum lelaki atau sebaliknya. Oleh sebab karena itu Rasulullah bersabda :
“tidak aku tinggalkan setelahku fitnah y
ang lebihbesar dan lebih berbahaya dari para wanita :.(Muttafaq alaih).

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->