Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
2Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Makalah Metode Studi Islam Tentang Sunnah Sebagai Sumber Agama Islam 2

Makalah Metode Studi Islam Tentang Sunnah Sebagai Sumber Agama Islam 2

Ratings: (0)|Views: 188 |Likes:
Published by Tanzil Al Khair

More info:

Published by: Tanzil Al Khair on Oct 28, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

09/11/2012

pdf

text

original

 
 
SUNNAH SEBAGAI SUMBER AGAMA ISLAMA.
 
Fungsi Sunnah
Sebagaimana yang telah dijelaskan sebelumnya pada semester I,bahwa pada dasarnya Sunnah nabi Muhammad SAW adalah sejalandengan Al-Quran, secara garis besar, fungsi Sunnah adalah :1.
 
Merupakan hujjah (sumber rujukan) dalam perkara agama dan
salah satu dalil hukum syara’.Rasulullah bersabda yang artinya “
telah ku tinggalkan kepadakalian dua pedoman, apabila kalian berpegang teguh kepadakeduanya , maka kalian tidak akan sesat selama-selamanya, diaadalah Al-Quran dan Sunnah Rasulullah SAW. (Bukhari-Muslim)
2.
 
Merinci keglobalan Al-quran (
tafshil al-mujmal).
 Contohny
a
: tatkala Allah SWT memerintahkan untuk shalat maka
Allah SWT berfirman “
 Ðirikanlah Shalat….”(QS. An
-Nur: 56)
tanpa ada penjelasan (bayan) tentang waktu-waktu, rukun-rukun,
dan jumlah raka’atnya. Dalam hal ini as
-sunnah menjelaskannyasecara terperinci.3.
 
Mengkhususkan keumuman al-
qur’an
 Misalnya firman Allah SWT

 
 

 
bagi wanita pezina dan laki-laki pezina, maka cambuklahmasing-masing dari mereka 100 kali cambukan (QS. An-Nur : 2)
Dari ayat diatas mengandung pengertian umum untuk seluruhpezina . kemudian, perbuatan dan perkataan Rasul datangmengkhususkan keumumannya ayat tersebut, yakni, bagi pezinayang belum menikah. Mengenai orang yang sudah menikah, makamereka dikenai hukum razam sampai mati.Bahkan Rasul Bersabda yang artinya :
“tidaklah halal menumpahkan darah seorang muslim kecuali ia
adalah salah satu dia antara ketiga kelompok ini, yakni laki-lakiatau perempuan yang telah beristri atau suami yang berzina ,jiwadengan jiwa (pembunuh), dan orang yang meninggalkan
agamanya, serta memecah belah kesatuan jama‟ah.
(muttafaqun
‘alaih)
1
 
4.
 
Membantu para mujtahid dalam menetapkan suatu hukum.
 
5.
 
Dibaca, diamalkan, serta di ajarkan kepada umat manusia.
 
B.
 
Kodifikasi As-Sunnah
Sebelumnya Rasulullah SAW, melarang mneulis al-Hadits,beliau juga memrintahkan kepada beberapa orang sahabat tertentu,untuk menulis Al-Hadits.Kodifikasi As-sunnah secara resmi terjadi pada abad II setelahagama islam tersiar luas di masyarakat, dipeluk dan dianut olehpenduduk yang bertempat tinggal diluar jazirah arabia, dan para
1
Muhammad Husein Abdullah,
studi tentang pemikirana agama islam,
hal :58
 
 
sahabt mulai terpencar di beberapa wilayah bahkan tidak sedikit jumlahnya yang telah meninggal dunia, maka terasalah perlunya as-Sunnah itu dibuat dalam bentuk tulisan dan kemudia dibukukan dalamdewan hadits. Urgensia ini menggerakkan hati khalifah,Umar binAbdul ,Aziz, seorang khlaifah bani Umayyah yang menjabat khalifahanatar tahun 99 sampai tahun 101 hijriyah, untuk menulis danmembukukan hadits.Terdorong oleh kemauan yang keras untuk mengumpulkan(mendewankan) hadits sebanyak-banyaknya, mereka tidak menghiraukan atau belum sempat menyeleksi apakah yang merekadewankan itu hadits nabi semata-mata ataukah termasuk jugadidalamnya fatwa-
fatwa sahabat dan tabi’in. bahkan lebih jauh dari itu
mereka belum mengklasifikasi kendungan nash-nash al-Haditsmenurut kelompok-kelompoknya. Dengan demikian karya ulama abadkedua ini masih berampur aduk anatar hadits-hadits rasulullah SAWdengan fatwa-
fatwa sahabat dan tabi’in. walhasil, bahwa kitab
-kitabhadits karya ulama-ulama tersebut belum ditapis antar hadits
 – 
haditsyang shahih, hasan dan dhaif.
2
 Terdorong oleh kemauan keras untuk mengumpulkan(mendewankan) hadits sebanyak-banyaknya, mereka tidak menhiraukan atau belum sempat menyeleksi apakah yang merekadewankan itu hadits nabi semata-mata ataukah termasuk jugadidalamnya fatwa-
fatwa sahabat dan tabi’in. bahkan leb
ih jauh dari itumereka belum mengklasifikasi kandungan nash-nash al-Haditsmenurut kelompok-kelompoknya. Dengan demikian karya ulama abadkedua ini masih bercampur aduk antara hadits-hadits Rasulullahdengan fatwa-
fatwa sahabat dan tabi’in. walhasil, bahw
a kitab-kitab
2
Mahasiswa cotkala langsa,
sejarah pertumbuhan Hadits,
hal : 2

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->