BAB II PEMBAHASAN
ﺔﻤﻜﺤﻤ ﺓﺪﺎﻌﻠﺍ
" Adat kebiasaan dapat ditetapkan sebagai hukum"A.
DALIL DAN SUMBER PEMBENTUKANQaidah ini adalah qaidah yang masyhur karena terbentuk dari ayat-ayat al-Qur'an dan Hadits. Kebiasaan (tradisi) adalah salah satu hal yang memiliki kontribusibesar terhadap terjadinya transformasi hukum syar'i. Diatas kebiasaan (tradisi) ini,banyak terbangun hukum-hukum fiqh dan Qaidah-qaidah furu'. Adapun dibawah initerdapat dalil-dalil, baik dari ayat al-Qur'an maupun dari Hadits Nabi SAW yangsecara makna tersirat mendukung kaidah ini, diantaranya:Surat an-Nisa ayat 19 :
...
" Dan pergaulilah mereka dengan cara yang patut (menurut kebiasaan yangsudah diketahui)".
Dasar kaidah adalah Hadits mauquf yang artinya :
“apa
yang dipandang baik oleh orang islam, maka baik pula disisi Allah”(akharajahu ahmad dari ibnu mas‟ud)
Sebagaian Ulama berpendapat bahwa dasar kaidah diatas adalah Firman AllahSurah Al-
‘A’raf ayat 199:
“
dan suruhlah orang mengerjakan yang ma'ruf, serta berpalinglah dari padaorang-orang yang bodoh.
”